Waspada! El Nino “Godzilla” Diprediksi Hantam Indonesia 2026, Kemarau Ekstrem Mengintai

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengeluarkan peringatan serius terkait potensi fenomena iklim ekstrem yang diprediksi terjadi sepanjang 2026. Indonesia disebut berpotensi menghadapi El Nino dengan intensitas kuat, bahkan dijuluki “Godzilla” karena dampaknya yang signifikan terhadap cuaca global.

Fenomena ini diperkirakan mulai berkembang sejak April 2026 dan bisa berlangsung hingga Oktober, bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi membuat kemarau menjadi jauh lebih panjang, panas, dan kering dari biasanya.

Baca Juga :  Fenomena Sinkhole, Ini Penjelasan Kepala BRIN

Apa Itu El Nino “Godzilla”?

Secara sederhana, El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di wilayah ekuator Samudra Pasifik. Namun dalam fase kuat, dampaknya bisa meluas dan ekstrem.

Menurut peneliti dari BRIN, Erma Yulihastin, fenomena ini menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan di Indonesia.

Dampak Nyata: Kemarau Panjang hingga Krisis Air

Efek utama dari kombinasi El Nino dan IOD positif adalah perubahan pola pembentukan awan. Hujan akan lebih banyak terjadi di Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia mengalami kekurangan awan.

Akibatnya, sejumlah dampak serius mulai mengintai:

  • Kemarau lebih panjang dan kering
  • Krisis air bersih di berbagai daerah
  • Penurunan produksi pertanian
  • Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat

Wilayah barat dan selatan Indonesia seperti Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara diprediksi menjadi daerah paling terdampak.

Tidak Merata, Wilayah Timur Justru Berpotensi Hujan Tinggi

Menariknya, dampak El Nino tidak terjadi secara seragam di seluruh Indonesia. BRIN memprediksi wilayah timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera justru masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

Baca Juga :  NASA Temukan Kandidat Planet Super Dingin Mirip Bumi

Kondisi ini membuka risiko berbeda, yaitu:

  • Banjir
  • Longsor
  • Gangguan aktivitas masyarakat

Perbedaan ekstrem antarwilayah ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menyiapkan langkah mitigasi yang tepat.

Ancaman Serius bagi Lumbung Pangan Nasional

Jika kekeringan berlangsung lama, produksi pangan bisa menurun drastis dan berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok.

Selain itu, wilayah Sumatra dan Kalimantan juga perlu waspada terhadap peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi saat musim kemarau ekstrem.

Ada Peluang: Produksi Garam Bisa Meningkat

Di balik ancaman besar, fenomena ini juga membawa peluang. Kondisi kemarau panjang dinilai dapat meningkatkan produksi garam nasional, khususnya di wilayah pesisir selatan Indonesia.

Menghadapi situasi ini, pemerintah perlu menyiapkan strategi berbeda untuk setiap wilayah. Tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama karena dampaknya sangat bervariasi.

Beberapa langkah yang perlu diprioritaskan antara lain:

  • Antisipasi kekeringan dan distribusi air bersih
  • Perlindungan sektor pertanian
  • Pencegahan karhutla sejak dini
  • Mitigasi banjir di wilayah timur

Kesiapan lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino “Godzilla” tidak berkembang menjadi krisis nasional.(*)

Berita Terkait

Hoaks Rekrutmen PPPK Kemenag 2026 Kembali Beredar, Masyarakat Diminta Jangan Tertipu
84 Persen Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK 2026, TPP ASN Dipangkas, Benarkah Pengangkatan PNS Jadi Solusi?
Prabowo Libatkan Danantara di KSSK, Strategi Baru Perkuat Stabilitas Keuangan dan Investasi Nasional
BGN Pecat 261 Pegawai Program Makan Bergizi Gratis, Judi Online hingga Dugaan Penyalahgunaan Uang Jadi Pemicu
Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 25, Cek Daftar Lengkap Pertalite, Pertamax, Dexlite hingga Pertamina Dex
Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh
PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Presiden Prabowo Disebut Siapkan Kebijakan Penting
ASN Bisa Kerja Dekat Rumah? BKN Uji Skema Baru, Kabar Baik untuk PNS dan PPPK, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:01 WIB

84 Persen Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK 2026, TPP ASN Dipangkas, Benarkah Pengangkatan PNS Jadi Solusi?

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:16 WIB

Prabowo Libatkan Danantara di KSSK, Strategi Baru Perkuat Stabilitas Keuangan dan Investasi Nasional

Senin, 27 Juli 2026 - 21:01 WIB

BGN Pecat 261 Pegawai Program Makan Bergizi Gratis, Judi Online hingga Dugaan Penyalahgunaan Uang Jadi Pemicu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:01 WIB

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 25, Cek Daftar Lengkap Pertalite, Pertamax, Dexlite hingga Pertamina Dex

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh

Berita Terbaru