Fenomena Sinkhole, Ini Penjelasan Kepala BRIN

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Sinkhole. (Sumber/Google)

Fenomena Sinkhole. (Sumber/Google)

JAKARTA,JS– Fenomena sinkhole atau lubang tanah ambles kembali muncul di Indonesia, kali ini menimpa area sawah Jorong Tanah Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lubang muncul pada Ahad, 4 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, dengan diameter 10 meter dan kedalaman 7 meter, disertai genangan air di dasarnya.

Kesulitan Penanganan Lubang Ambles

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa lubang tanah besar yang penuh air menyulitkan upaya pengembalian ke kondisi semula. Ia menambahkan, “Jika lubangnya kering, kita bisa menimbun dengan material yang memadat cepat, tapi untuk lubang besar dengan air, pemadatan dan penimbunan menjadi sangat sulit.”

Baca Juga :  BPOM: Program Makan Bergizi Masih Perlu Perbaikan

Sebagai alternatif, para ahli terkadang menggunakan metode injeksi grouting. Dengan metode ini, semen, mortar, atau bahan kimia khusus disuntikkan ke rongga batu gamping menggunakan pompa bertekanan. Namun, metode ini hanya efektif untuk rongga kecil dan bertujuan mencegah runtuhan sebelum lubang muncul.

Wilayah Rawan Karst

Fenomena sinkhole lebih sering terjadi di wilayah dengan lapisan batu gamping, termasuk Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros. Proses terbentuknya berlangsung lambat dan sering dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida dari udara dan tanah. Akibatnya, tanda-tanda awal lubang ambles sulit terlihat secara langsung.

Untuk mendeteksi potensi sinkhole, para ahli menggunakan survei geofisika dengan metode gaya berat, georadar, dan geolistrik. Metode ini memberikan gambaran kondisi bawah permukaan tanah sehingga para ahli dapat mengantisipasi kemungkinan amblesan lebih awal.

Baca Juga :  Ratusan Keluarga di Meranti Pilih Mundur dari Bantuan Sosial

Mekanisme Terbentuknya Lubang

Kejadian di Sumatera Barat termasuk tipe cover-collapse, di mana rongga batu gamping tertutup oleh lapisan tanah alluvial atau endapan gunung api. Mekanismenya melibatkan pelepasan butir tanah dan erosi buluh (piping) akibat hujan ekstrem.

Air hujan dan air tanah meresap melalui pori dan rekahan batuan karbonat. Sementara itu, batu gamping larut secara kimiawi sehingga rongga bawah tanah semakin besar. Ketika rongga melewati batas stabilitas geomekanik, langit-langitnya runtuh, membuat tanah di atasnya ambles secara tiba-tiba.

Genangan air di dasar lubang menunjukkan adanya saluran air bawah tanah aktif.

Pentingnya Pemantauan Dini

Fenomena ini menekankan pentingnya pemantauan geologi di wilayah rawan karst, terutama di area pertanian dan pemukiman. Dengan pemantauan rutin, masyarakat dan pemerintah dapat mengantisipasi kerusakan akibat amblesan tanah sebelum menimbulkan korban atau kerugian besar.(*)

Berita Terkait

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru
Jadi Iri! TPP dan Sertifikasi Guru PPPK di Daerah Ini Naik, Bagaimana Mana Daerah Lain?
Guru Honorer Gagal PPPK atau CPNS, Apakah Masih Digaji? Ini Jawaban Mendikdasmen
Mulai 2027, Anak TK Negeri Bisa Dapat PIP Rp450 Ribu: Ini Syarat dan Ketentuannya
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Minggu, 27 September 2026 - 16:30 WIB

668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini

Sabtu, 26 September 2026 - 13:01 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya

Kamis, 24 September 2026 - 20:01 WIB

Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru

Berita Terbaru