OTOMOTIF,JS- Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat seiring PLN memperluas infrastruktur pengisian daya bersama mitra strategis. Namun, banyak pengguna EV masih bingung membedakan jenis charging station dan memilih yang sesuai dengan kapasitas baterai kendaraan mereka.
Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami cara penggunaan kendaraan listrik secara tepat.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga memberikan edukasi agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman. Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian sesuai kebutuhan mobilitas,” kata Gregorius.
Empat Jenis Charging Station untuk EV
PLN menyediakan empat jenis charging station yang berbeda, disesuaikan dengan kapasitas baterai dan kebutuhan pengisian.
- Standard Charging – Ideal untuk Pengisian di Rumah
Standard Charging menggunakan arus bolak-balik (AC) dengan kapasitas ≤7 kW. Waktu pengisian biasanya 6–12 jam, tergantung kapasitas baterai. Jenis ini paling cocok untuk penggunaan di rumah dan kendaraan plug-in hybrid dengan baterai kecil. - Medium Charging – Cepat dan Praktis di Area Publik
Medium Charging menggunakan arus AC dengan kapasitas 7–22 kW. Pengisian berlangsung 2–4 jam. Fasilitas ini tersedia di kantor, mal, dan area parkir publik, biasanya menggunakan wallbox charger. Jenis ini cocok bagi kendaraan yang diparkir dalam beberapa jam. - Fast Charging – Solusi Perjalanan Jarak Jauh
Fast Charging memakai arus searah (DC) dengan kapasitas 22–50 kW. Baterai dapat terisi hingga 80 persen dalam 30–60 menit. SPKLU menyediakan fasilitas ini, ideal untuk pengguna yang membutuhkan pengisian cepat saat perjalanan panjang atau mobilitas tinggi. - Ultra Fast Charging – Pengisian Super Cepat
Ultra Fast Charging memanfaatkan arus DC dengan kapasitas >50 kW. Pengisian hanya membutuhkan 10–20 menit, sangat cocok untuk kendaraan dengan baterai besar yang memerlukan pengisian cepat selama perjalanan.
Layanan Digital PLN Mobile Bikin Pengisian Lebih Praktis
Selain infrastruktur, PLN menghadirkan layanan digital melalui PLN Mobile dengan menu Electric Vehicle Digital Services (EVDS) sebagai one-stop service bagi pengguna EV.
Dengan fitur Trip Planner, pengguna bisa merencanakan rute perjalanan sekaligus menentukan titik pengisian daya secara efisien. Sementara AntreEV memungkinkan pengguna memantau ketersediaan SPKLU dan melakukan reservasi antrean pengisian secara digital. Dengan begitu, proses pengisian menjadi lebih praktis, cepat, dan bebas antri panjang.
PLN Perkuat Ekosistem EV di Indonesia
Dengan kombinasi infrastruktur yang memadai dan layanan digital canggih, PLN memastikan pengalaman berkendara EV di Indonesia aman, nyaman, dan bebas khawatir, terutama saat musim mudik.
PLN juga terus mengedukasi masyarakat agar memahami cara pengisian yang tepat. Hal ini membuat pengguna EV dapat menyesuaikan jenis charging station dengan kapasitas baterai mereka, mengoptimalkan waktu pengisian, dan menikmati perjalanan yang lebih nyaman.(*)









