JAKARTA,JS– Seorang wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, bernama Khairun Nisa (23) atau yang akrab disapa Nisya, menyamar sebagai pramugari dalam penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026. Aksinya yang mengecoh banyak orang, termasuk penumpang dan pramugari asli, langsung viral setelah terbongkar ke publik. Kasus ini bukan hanya menyentuh isu penipuan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan penerbangan.
Penyamaran yang Sempurna dan Meyakinkan
Nisya tampil sangat meyakinkan dalam seragam pramugari lengkap, termasuk koper dengan logo Batik Air. Ia bahkan berhasil lolos pemeriksaan di bandara dan ikut terbang bersama penumpang lainnya. Penampilannya sangat profesional—dari kebaya putih, rok batik merah tua, hingga tas dan koper bermerek Batik Air. Hal ini membuat siapa pun yang melihatnya sulit mencurigai bahwa dia bukan pramugari sungguhan.
Tidak hanya itu, Nisya juga membuat ID card palsu dengan nama “Nisya” untuk menambah kesan sebagai pramugari resmi. Untuk menyempurnakan penyamarannya, dia aktif mengunggah foto dan video mengenakan seragam pramugari di akun media sosialnya. Di platform TikTok, misalnya, dia rutin berbagi konten dengan pose dan atribut maskapai. Akun dengan username @callmesyaaa ini kini sudah hilang, setelah video viral kasus penyamarannya menjadi perhatian publik.
Kecurigaan Terbang Setelah Lolos Pemeriksaan
Meskipun Nisya hanya membeli tiket sebagai penumpang biasa, ia berhasil masuk pesawat tanpa menimbulkan kecurigaan. Namun, ketegangan mulai muncul setelah Nisya tidak dapat menjawab pertanyaan seputar tugas pramugari saat ditanya oleh awak kabin. Ketika pesawat mendarat, petugas keamanan bandara segera menunggu dan mengamankan Nisya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Walaupun Nisya mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya ia melakukan penyamaran, banyak netizen yang menduga aksi serupa sudah berlangsung sebelumnya. Beberapa unggahan di media sosial memperlihatkan Nisya mengenakan kostum pramugari dari maskapai lain, yang menandakan bahwa dia sudah terbiasa mengenakan seragam awak kabin.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Nisya
Setelah kasus ini viral, Nisya membuat video permintaan maaf yang ia unggah di media sosial. Dalam video tersebut, Nisya mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak Batik Air dan Lion Group yang merasa dirugikan. Ia juga menegaskan bahwa tindakannya dilakukan dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun.
“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508. Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Grup. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun,” ujar Nisya dalam video permintaan maaf tersebut.
Keamanan Penerbangan Menjadi Fokus Utama
Kasus ini memicu keresahan publik, terutama karena menyentuh isu penting tentang keamanan penerbangan. Banyak pihak yang menilai penyamaran Nisya sebagai pramugari palsu dapat membahayakan keselamatan penumpang. Hal ini mengingat tugas awak kabin yang sangat krusial, mulai dari penanganan situasi darurat hingga pelayanan keselamatan. Dengan adanya orang yang tidak berkompeten dalam tim kabin, potensi risiko menjadi lebih besar.
Tindakan Hukum dan Tanggung Jawab Maskapai
Sampai saat ini, pihak Batik Air dan Lion Group belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah hukum yang akan diambil terhadap Nisya. Namun, kasus ini jelas menjadi peringatan bagi maskapai lain untuk lebih ketat dalam memeriksa identitas dan latar belakang awak kabin mereka.(AN)









