Viral, Warga Tandu Jenazah Lalui Jalan Rusak Renah Pemetik

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sejumlah warga menandu jenazah lewati jalan renah pemetik, kini video tersebut viral di medsos

Tampak sejumlah warga menandu jenazah lewati jalan renah pemetik, kini video tersebut viral di medsos

KERINCI,JS- Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan warga Desa Sungai Tabun, Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci, harus menandu jenazah sejauh hampir 10 kilometer karena kondisi jalan yang rusak parah. Akibatnya, proses evakuasi menjadi sangat sulit.

Jenazah tersebut awalnya akan dibawa ke kampung asal almarhum di Semurup, Kecamatan Air Hangat. Namun, hujan beberapa hari terakhir membuat jalan berlumpur dan licin, sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa melintas.

Baca Juga :  Muse Spark 2026: AI Baru dari Meta Platforms yang Siap Gantikan Chatbot Biasa, Ini Fitur Canggihnya!

Dalam rekaman video, puluhan warga bergiliran memikul jenazah menggunakan tandu darurat. Mereka berjalan melewati kubangan lumpur dan medan menanjak.

Chairul, salah seorang warga, mengatakan evakuasi harus dilakukan dengan berjalan kaki karena jalan sangat buruk. “Almarhum meninggal tadi malam. Jalan rusak dan berlumpur membuat mobil tidak bisa masuk,” ujarnya, Rabu (10/12).

Akibat situasi itu, warga menandu jenazah sejauh sekitar 10 kilometer menuju kawasan Sungai Tembang, tempat ambulans menunggu. Perjalanan penuh kesulitan, beberapa kali penandu hampir terjatuh karena medan licin.

Baca Juga :  ASN Kerinci dan Sungai Penuh Tertekan Gelombang Rotasi Jabatan

Menurut Chairul, kondisi seperti ini sudah menjadi masalah lama bagi warga Renah Pemetik. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera memperbaiki akses jalan. “Kami sangat berharap pemerintah melihat langsung penderitaan kami. Jalan yang layak akan sangat membantu masyarakat di sini,” ungkap Chairul.(AN)

Berita Terkait

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Wujud Kepedulian Pemkot Sungai Penuh, Wawako Azhar Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Balita Stunting
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Rabu, 30 September 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut

Rabu, 30 September 2026 - 12:03 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak

Berita Terbaru