TEBO,JS – Warga Pagar Puding Keluhkan Debu Tebal dari Proyek Turap
Setelah pembangunan turap dan jalan rigid beton di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, selesai, warga mulai mengeluhkan dampak lingkungan yang muncul dari proyek senilai Rp20,4 miliar tersebut. Proyek ini dikerjakan PT Pulau Bintan Bestari (PT PBB) bekerja sama dengan PT Selaras Restu Abadi (PT SRA) melalui kerja sama operasi (KSO).
Menurut warga setempat, masalah utama yang muncul adalah debu tebal dari sisa pengecoran jalan di sekitar turap. Ahmad Sukri menyatakan bahwa debu yang beterbangan hampir setiap hari mengganggu aktivitas warga dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak yang tinggal di sepanjang kawasan turap.
“Debunya sangat mengganggu. Selain mengotori rumah dan dagangan, debu yang terhirup tentu berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Untuk mengatasi debu yang muncul akibat kendaraan bermotor melintas, warga melakukan penyiraman jalan sendiri setidaknya dua kali sehari. Meskipun cara ini menambah biaya dan tenaga mereka, warga merasa tidak punya pilihan lain.
“Kami melakukannya secara swadaya,” tambah Sukri.
Warga berharap kontraktor segera turun tangan, terutama karena proyek masih dalam masa pemeliharaan. Mereka meminta tindakan nyata, seperti penyiraman rutin atau solusi teknis lain, agar debu tidak terus mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.(TIM)









