Warga Pagar Puding Keluhkan Debu Tebal dari Proyek Turap

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Debu proyek turap dan jalan rigid beton warga Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo dikeluhkan warga

Debu proyek turap dan jalan rigid beton warga Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo dikeluhkan warga

TEBO,JS – Warga Pagar Puding Keluhkan Debu Tebal dari Proyek Turap

Setelah pembangunan turap dan jalan rigid beton di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, selesai, warga mulai mengeluhkan dampak lingkungan yang muncul dari proyek senilai Rp20,4 miliar tersebut. Proyek ini dikerjakan PT Pulau Bintan Bestari (PT PBB) bekerja sama dengan PT Selaras Restu Abadi (PT SRA) melalui kerja sama operasi (KSO).

Menurut warga setempat, masalah utama yang muncul adalah debu tebal dari sisa pengecoran jalan di sekitar turap. Ahmad Sukri menyatakan bahwa debu yang beterbangan hampir setiap hari mengganggu aktivitas warga dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak yang tinggal di sepanjang kawasan turap.

Baca Juga :  Kreativitas di Tengah Krisis Anggaran: Koni hingga Pramuka Tebo

“Debunya sangat mengganggu. Selain mengotori rumah dan dagangan, debu yang terhirup tentu berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Untuk mengatasi debu yang muncul akibat kendaraan bermotor melintas, warga melakukan penyiraman jalan sendiri setidaknya dua kali sehari. Meskipun cara ini menambah biaya dan tenaga mereka, warga merasa tidak punya pilihan lain.

Baca Juga :  Harga Tembus Rp40 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Tebo

“Kami melakukannya secara swadaya,” tambah Sukri.

Warga berharap kontraktor segera turun tangan, terutama karena proyek masih dalam masa pemeliharaan. Mereka meminta tindakan nyata, seperti penyiraman rutin atau solusi teknis lain, agar debu tidak terus mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.(TIM)

Berita Terkait

Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?
Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter
Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga
Jika Persoalan Asset Belum Selesai, Mungkinkah Alfin dan Monadi Kompak Seperti Sekarang
ISPU Tebo Tembus 576, Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan
Bunda PAUD Sungai Penuh Ingatkan Orang Tua, Ini Pentingnya Memilih Sekolah Anak
Perluasan Jaringan Menyasar Tiga Desa di Limun, Ini Wilayah yang Terjangkau
Sidak di Beberapa OPD, BKPSDM Sungai Penuh Temukan Sejumlah ASN Jarang Ngantor
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Jika Persoalan Asset Belum Selesai, Mungkinkah Alfin dan Monadi Kompak Seperti Sekarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:01 WIB

ISPU Tebo Tembus 576, Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan

Berita Terbaru