Warga Tanjabtim Resah, Buaya Muncul di Pemukiman

Pasca Banjir Sungai Batanghari

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan buaya di permukiman warga pasca banjir di Tanjabtim

Penampakan buaya di permukiman warga pasca banjir di Tanjabtim

TANJABTIM,JS- Warga Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tengah dilanda kekhawatiran setelah kemunculan buaya di sejumlah desa dekat pemukiman. Fenomena ini muncul menyusul banjir luapan Sungai Batanghari pada awal Januari 2026.

Buaya Sering Muncul di Kanal dan Jalan Desa

Baca Juga :  Pelaku Penipuan Haji di Tanjabtim Ternyata Seorang ASN

Ade Remanto, warga Desa Rantau Rasau II, mengaku sering melihat buaya di kanal parit depan rumahnya. Bahkan, hewan ini kadang naik ke jalan desa, terutama pada malam hari. “Anak-anak yang biasa bermain atau mandi di kanal kini takut. Kami berharap pemerintah segera menanggapi dan menghalau buaya,” ujarnya pada Sabtu (17/1).

Jenis Buaya dan Lokasi Munculnya

Baca Juga :  Kapolres Baru Tanjabtim: Polisi Jadi Mitra Masyarakat

Camat Rantau Rasau, Muhammad Yani, menyatakan buaya yang muncul merupakan jenis senyulong (Tomistoma schlegelii). Warga melaporkan keberadaan hewan ini di Desa Bangun Karya, Pematang Mayang, dan Marga Mulya. Yani menambahkan bahwa banjir kemungkinan mendorong buaya bermigrasi dari Sungai Batanghari ke pemukiman.

Imbauan Pemerintah untuk Warga

Untuk sementara, pemerintah setempat hanya dapat mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari kanal. “Kami meminta masyarakat berhati-hati, terutama anak-anak, sampai ada tindakan lebih lanjut,” kata Yani.

Tantangan Penanganan Buaya

Baca Juga :  Guru SMK Tanjabtim yang Adu Jotos dengan Siswa, Lapor Polisi

Kepala Dinas Perikanan Tanjabtim, Hendri, menyebut pihaknya memiliki kewenangan menangani satwa air, termasuk buaya. Namun, keterbatasan personel dan peralatan membuat penanganan di lapangan belum optimal. Setiap laporan warga langsung diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Jambi, yang saat ini hanya memiliki dua personel. Hendri menambahkan pihak BKSDA Jambi juga dilibatkan untuk membantu.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Kemunculan buaya ini menimbulkan risiko serius bagi keselamatan warga. Pemerintah daerah harus meningkatkan koordinasi dan memperkuat sumber daya untuk mengatasi ancaman ini serta mengembalikan rasa aman di desa.(TIM)

Berita Terkait

Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan
179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis
Ribuan Pelamar Gigit Jari, CPNS 2026 di Muaro Jambi Dipastikan Nihil
Jelang Iduladha 2026, Pemkot Jambi Turunkan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar Murah
Banjir Bandang Kerinci 2026: Rumah Warga Terendam, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh Total
Sri Kartini Alfin Gaspol Perangi Stunting, TP PKK Sungai Penuh Perkuat Posyandu 2026
RSUD Abundjani Bangko Kini Punya CT Scan dan Mamografi Modern, Warga Merangin Tak Perlu Lagi Berobat ke Jambi atau Padang
PT Tren Gen Horizon Kantongi HAKI Resmi dari DJKI, Bisnis Iklan Digital Berbasis Website Kian Dipercaya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:30 WIB

Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:02 WIB

179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:06 WIB

Ribuan Pelamar Gigit Jari, CPNS 2026 di Muaro Jambi Dipastikan Nihil

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:05 WIB

Jelang Iduladha 2026, Pemkot Jambi Turunkan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar Murah

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:31 WIB

Banjir Bandang Kerinci 2026: Rumah Warga Terendam, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh Total

Berita Terbaru