SUNGAIPENUH,JS– Memasuki awal tahun 2026, Kota Sungai Penuh mulai menghadapi kasus demam berdarah dengue (DBD). Hingga saat ini, lima warga menderita penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Pasien Mulai Pulih
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Era Syafitri, menyatakan pasien mengalami perbaikan kondisi secara bertahap. “Alhamdulillah, pasien umumnya mulai pulih, meski sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Tren Kasus DBD Menurun
Era menjelaskan, jumlah kasus DBD di kota ini menurun dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, dokter menangani 85 kasus, turun drastis dibanding 171 kasus pada 2024. Ia menambahkan, risiko penularan tetap tinggi, terutama saat pergantian musim dan hujan mulai turun.
Dinas Kesehatan meminta warga aktif mencegah penyebaran DBD. Warga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air.
Era menegaskan, kesadaran masyarakat menjadi kunci menekan penyebaran DBD. “Ketika warga rutin menjaga lingkungan dan menerapkan 3M Plus, kita dapat mencegah DBD meningkat,” pungkasnya.(AN)









