TEKNOLOGI,JS— Emiten teknologi yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, resmi meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat. Langkah ini memperkuat posisi WIFI di sektor broadband nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
Peluncuran layanan tersebut langsung menarik perhatian pelaku pasar. Pasalnya, 5G FWA dinilai mampu menjadi katalis utama bagi kinerja keuangan dan pergerakan saham WIFI ke depan.
Analis Nilai Strategi WIFI Punya Keunggulan Kompetitif
Di sisi lain, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai strategi WIFI memiliki diferensiasi kuat dibanding pemain lain. Perusahaan mengombinasikan konektivitas berbasis rel dengan pengembangan fixed broadband dan teknologi 5G FWA generasi terbaru.
Menurut Liza, pendekatan ini memungkinkan ekspansi jaringan berjalan lebih cepat dan efisien, terutama ke wilayah yang selama ini belum tersentuh layanan broadband berkualitas.
“Sinergi antara infrastruktur rel dan teknologi FWA berpotensi mendorong peningkatan kinerja WIFI, seiring tumbuhnya penetrasi broadband dan kebutuhan data nasional,” ujarnya dalam riset terbaru.
Rekomendasi Buy, Target Harga Naik
Sejalan dengan prospek tersebut, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham WIFI. Bahkan, target harga saham dinaikkan menjadi Rp4.000 per saham, mencerminkan optimisme terhadap ekspansi bisnis perusahaan.
Namun demikian, analis tetap menyoroti sejumlah risiko. Tekanan daya beli masyarakat, persaingan industri yang ketat, kenaikan biaya operasional, serta penurunan outlook ekonomi nasional berpotensi menahan laju pertumbuhan laba.
Layanan 5G FWA 1,4 GHz Pertama Masuk Tahap Komersial
Sementara itu, WIFI meluncurkan layanan IRA Internet Rakyat melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama. Perusahaan mengklaim layanan ini sebagai 5G FWA 1,4 GHz pertama di dunia yang telah beroperasi secara komersial penuh.
Direktur WIFI sekaligus Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama, Shannedy Ong, menegaskan bahwa peluncuran ini menandai fase baru bisnis perusahaan.
“Hari ini kami membuktikan eksekusi nyata. IRA Internet Rakyat sudah siap dipasarkan dan bukan lagi sekadar konsep,” kata Shannedy, Kamis (19/2/2026).
Target 5.500 Site dan 5 Juta Pelanggan
Pada tahap awal, WIFI menargetkan pembangunan 5.500 site jaringan sepanjang 2026. Ekspansi tersebut difokuskan di Region-1, meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Dengan cakupan tersebut, perusahaan membidik lebih dari 5 juta pelanggan. WIFI optimistis target tersebut dapat tercapai seiring meningkatnya kebutuhan internet rumah tangga yang stabil dan terjangkau.
Paket Murah dan Unlimited Jadi Daya Tarik
Dari sisi produk, IRA Internet Rakyat menawarkan paket fixed broadband seharga Rp100.000 per bulan. Layanan ini menghadirkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dengan skema unlimited tanpa batas kuota.
Selain itu, WIFI memberikan gratis biaya instalasi dan sewa modem, sehingga pelanggan dapat langsung menikmati layanan tanpa beban awal tambahan.
Keunggulan Spektrum 1,4 GHz
Lebih lanjut, Shannedy menegaskan bahwa penggunaan spektrum 1,4 GHz menjadi pembeda utama IRA Internet Rakyat. Spektrum ini memberikan keunggulan dalam penetrasi sinyal ke dalam ruangan.
“Spektrum 1,4 GHz membuat koneksi lebih stabil dan andal, terutama untuk rumah tangga di Jawa, Maluku, dan Papua,” jelasnya.
Dengan strategi harga agresif, teknologi 5G, dan fokus pada wilayah underserved, WIFI optimistis IRA Internet Rakyat mampu menjadi motor pertumbuhan baru dalam industri broadband nasional.(*)









