BISNIS,JS- Di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) justru memilih jalur agresif untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. Perusahaan memastikan tidak akan merevisi target segmen business to business (B2B) atau enterprise sepanjang 2026.
Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer Andrijanto Muljono menegaskan bahwa hingga kuartal pertama 2026, performa bisnis korporasi masih berjalan sesuai rencana awal.
“Kinerja enterprise tetap on track. Kami tidak melihat kebutuhan untuk revisi target sejauh ini,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah fenomena cost-of-living crisis yang menekan daya beli masyarakat global akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Fokus ke Korporasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Alih-alih bergantung pada segmen konsumer yang mulai tertekan, XLSMART justru mengalihkan fokus ke pasar korporasi yang lebih stabil dan bernilai tinggi.
Perusahaan menargetkan pertumbuhan B2B mencapai double digit sepanjang 2026, jauh di atas rata-rata industri telekomunikasi nasional.
Lebih ambisius lagi, XLSMART ingin mendorong kontribusi pendapatan B2B hingga 20% dari total pendapatan konsolidasi.
Sebagai perbandingan, mayoritas operator telekomunikasi di Indonesia masih bergantung pada segmen konsumer dengan kontribusi mencapai 80–85%.
Artinya, strategi ini bukan sekadar ekspansi, melainkan pergeseran model bisnis secara fundamental.
Permintaan 5G dan Konektivitas Jadi Peluang Emas
Untuk mencapai target tersebut, XLSMART memanfaatkan lonjakan kebutuhan konektivitas di sektor korporasi dan pemerintahan.
Permintaan terhadap layanan berbasis 5G, cloud, dan digital connectivity terus meningkat, terutama dari sektor:
- Industri manufaktur
- Pemerintahan
- Perbankan & finansial
- Startup dan teknologi digital
Menurut Andrijanto, kualitas jaringan dan jangkauan layanan menjadi faktor kunci dalam memenangkan pasar ini.
“Kami fokus menghadirkan solusi konektivitas yang stabil, cepat, dan luas sesuai kebutuhan enterprise,” jelasnya.
Selain itu, tren digitalisasi yang semakin cepat pascapandemi memperkuat permintaan layanan enterprise.
Kinerja Keuangan 2025 Jadi Fondasi Kuat
Strategi ekspansi B2B ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang 2025, XLSMART mencatatkan kinerja keuangan yang impresif:
- Pendapatan: Rp42,4 triliun (naik 23,41% YoY)
- EBITDA: Rp20,1 triliun (tumbuh 13%)
- Laba bersih: Rp3 triliun (melonjak 63%)
Mayoritas pendapatan, yakni lebih dari 90%, berasal dari layanan data dan digital.
Namun demikian, perusahaan menghadapi tantangan serius dari sisi operasional.
Tantangan Besar: Beban Operasional dan Efisiensi
Meski pendapatan meningkat tajam, XLSMART justru mencatat rugi usaha Rp1,13 triliun pada 2025.
Angka ini berbanding terbalik dengan laba usaha Rp5,75 triliun pada tahun sebelumnya.
Penyebab utama berasal dari:
- Beban penyusutan tinggi
- Amortisasi pascamerger
- Investasi besar pada infrastruktur jaringan
Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mencari sumber pendapatan dengan margin lebih tinggi—dan B2B menjadi jawabannya.
Segmen enterprise dikenal memiliki nilai kontrak besar, stabilitas tinggi, dan risiko churn lebih rendah dibanding konsumer.
Strategi “Jalan Memutar” dari Tekanan Konsumen
Saat daya beli masyarakat melemah, banyak perusahaan telekomunikasi menghadapi stagnasi di segmen ritel.
Namun, XLSMART justru mengambil langkah berbeda:
- Mengurangi ketergantungan pada pasar konsumer
- Mengoptimalkan layanan bernilai tinggi di B2B
- Meningkatkan kualitas jaringan dan solusi digital
Strategi ini dapat disebut sebagai “jalan memutar” yang justru membuka peluang pertumbuhan baru di tengah krisis.
Pipeline Korporasi Masih Solid di 2026
Hingga awal 2026, XLSMART mengklaim memiliki pipeline proyek korporasi yang kuat.
Beberapa faktor yang mendukung optimisme ini antara lain:
- Proyek digitalisasi pemerintah
- Transformasi digital perusahaan swasta
- Kebutuhan infrastruktur IT skala besar
- Adopsi teknologi berbasis data
Dengan kondisi tersebut, perusahaan yakin dapat menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun.
Prospek Saham EXCL dan Peluang Investor
Strategi ekspansi B2B ini juga memberikan sentimen positif bagi investor.
Dengan fokus pada:
- Pertumbuhan pendapatan berkualitas
- Efisiensi operasional jangka panjang
- Diversifikasi bisnis
Saham EXCL berpotensi menarik minat investor yang mencari growth stock di sektor telekomunikasi.
Apalagi, transformasi menuju layanan digital dan enterprise dinilai lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.
Kesimpulan
Langkah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk memperkuat segmen B2B menunjukkan arah baru industri telekomunikasi Indonesia.
Di tengah tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan memilih:
- Fokus pada kualitas layanan
- Menggarap pasar korporasi
- Mengoptimalkan teknologi 5G dan digital
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, XLSMART tidak hanya bertahan—tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pemain utama di pasar enterprise Indonesia.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









