IPA dan Intake Muaro Jambi Diperjuangkan ke Pusat, Target 2026

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Dinas PUPR Muaro Jambi

Foto ; Dinas PUPR Muaro Jambi

MUAROJAMBI,JS– Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sistem intake pada 2026. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp75 miliar.

Administrasi Siap Sejak 2025, Lahan Jadi Kendala

Baca Juga :  Angka Kemiskinan 2025 di Muaro Jambi Meningkat, Ini Faktornya

Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Prabowo, menyampaikan bahwa secara administrasi dan regulasi, proyek strategis ini sudah siap sejak 2025. Dinas PUPR telah menyusun seluruh dokumen perencanaan sebagai dasar pengajuan ke pemerintah pusat.

“Dokumen administrasi dan regulasi sudah lengkap sejak tahun lalu. Saat ini, kami hanya menghadapi kendala pembebasan lahan,” kata Anjar.

Strategi Jemput Bola ke Pemerintah Pusat

Baca Juga :  Viral Oknum Anggota DPRD Muaro Jambi Pamer Sertifikat

Meski menghadapi kendala di lapangan, Anjar menilai peluang realisasi proyek masih terbuka lebar. Karena itu, Dinas PUPR memilih strategi jemput bola dengan aktif membangun komunikasi ke pemerintah pusat.

Sebagai langkah awal, Dinas PUPR menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendukung pembangunan sistem intake air baku.

“Untuk intake, kami berharap BWS bisa membantu. Skor perencanaan sudah cukup baik, sekarang tinggal kita dorong supaya segera terealisasi,” ujarnya.

IPA Masuk Kewenangan Cipta Karya

Berbeda dengan intake, pembangunan Instalasi Pengolahan Air berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Oleh sebab itu, Dinas PUPR Muaro Jambi akan melakukan pendekatan langsung ke kementerian terkait.

“IPA bukan kewenangan BWS, melainkan Cipta Karya. Jadi kami akan langsung berkoordinasi dengan kementerian, tetap dengan pola jemput bola,” tegas Anjar.

Presentasi Teknis Segera Dilakukan

Sebagai tindak lanjut, Anjar memastikan akan memimpin langsung presentasi proposal teknis dalam beberapa pekan ke depan. Dinas PUPR menjadwalkan presentasi tersebut ke pihak BWS dengan pendampingan anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan setempat, Paulin.

“Kami akan memaparkan seluruh kriteria dan perencanaan teknis yang sudah kami susun. Mudah-mudahan langkah ini bisa mempercepat pembangunan intake dan IPA di Muaro Jambi,” pungkasnya.(AN)

Berita Terkait

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Berita Terbaru