SPORT,JS- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa musuh sesungguhnya bagi skuad Garuda berada di lapangan, bukan di dalam tim. Ia berharap semua pemain lokal maupun diaspora berhenti memperdebatkan perbedaan latar belakang dan fokus pada kemenangan.
Keberagaman Jadi Kekuatan Tim
Herdman menekankan bahwa identitas pemain tidak ditentukan oleh paspor atau dokumen legal. Menurutnya, yang terpenting adalah kualitas dan karakter masing-masing individu.
“Saya tidak melihat paspor, saya melihat orang,” ujar Herdman dalam wawancara bersama kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 50 tahun itu percaya bahwa keberagaman budaya dan pengalaman di skuad bisa menjadi kekuatan utama. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, keberagaman justru bisa menjadi kelemahan.
“Keberagaman pemain lokal dan diaspora adalah kekuatan terbesar kita. Tapi itu juga bisa menjadi kelemahan jika kita memilihnya sebagai kelemahan,” tegas Herdman.
Fokus pada Lawan, Bukan Rekan Setim
Herdman meminta semua pihak, termasuk suporter, untuk tidak menciptakan kubu-kubu internal. Ia menegaskan, fokus tim harus tetap pada pertandingan dan lawan di lapangan.
“Ini tentang kita melawan mereka (tim lawan), bukan kita melawan diri kita sendiri,” ujar Herdman.
Dengan filosofi ini, Herdman ingin menciptakan ruang saling memahami di antara pemain lokal dan diaspora. Ia yakin jika setiap pemain menghargai perbedaan, tim akan semakin solid dan tangguh.
Perlu Waktu untuk Menyatukan Visi
Menyatukan berbagai latar belakang dan pengalaman tentu membutuhkan waktu. Herdman menyadari proses ini tidak instan, tetapi ia yakin dengan pendekatan yang tepat, keberagaman akan menjadi kekuatan nyata bagi Timnas Indonesia.
Selain itu, dukungan masyarakat Indonesia yang mencapai 280 juta orang menjadi motivasi tambahan bagi Herdman dan seluruh pemain. Ia ingin semua nilai positif yang ada di tim dan suporter tersalurkan untuk meraih hasil terbaik.
“Keragaman akan menjadi kekuatan kita ketika kita memilih untuk menjadikannya kekuatan. Kepemimpinan saya akan membantu mereka memilih kekuatan itu,” tutup Herdman.(*)









