KERINCI,JS– Gelombang pelantikan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dan Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh kembali menjadi sorotan masyarakat. Bagi publik, informasi ini terdengar mengejutkan dan memicu rasa penasaran. Namun, bagi para pejabat, proses pelantikan beruntun ini menjadi momok yang menakutkan.
Pejabat Terpaksa Pasrah
Sejumlah pejabat mengaku harus pasrah karena jabatan mereka bisa berubah atau hilang dalam sekejap. “Sekarang kita pasrah, terserah atasan saja. Mau dipakai iya, tidak juga tidak apa-apa,” ungkap salah seorang pejabat Pemkab Kerinci.
Meski telah bekerja maksimal, para pejabat merasa masih ada hal lain yang lebih menjadi perhatian pimpinan. Mereka menilai gelombang pelantikan berdampak langsung pada fokus kerja dan stabilitas OPD.
Dampak Gelombang Pelantikan terhadap Kinerja OPD
“Kita berharap gelombang pelantikan pejabat segera berakhir, karena secara langsung mengganggu kinerja OPD di Pemkab Kerinci,” kata pejabat tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan pejabat Pemkot Sungai Penuh. Selain ketidakjelasan jabatan, mereka harus menyesuaikan diri dengan perubahan struktur organisasi (SOTK) baru. “Kita harus beradaptasi cepat. Untuk itu, butuh kerja tim yang baik agar kinerja OPD tetap berjalan,” ujarnya.
Tekanan Birokrasi Masih Terasa
Fenomena pelantikan bertubi-tubi ini menunjukkan bahwa dinamika birokrasi menimbulkan tekanan bagi pejabat. Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh menanti pemerintah menstabilkan struktur pemerintahan supaya pelayanan publik tetap berjalan lancar.(AN)









