Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Gubernur Jambi, H Alharis

Foto ; Gubernur Jambi, H Alharis

JAMBI,JS- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersiap menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini tidak hanya menawarkan fleksibilitas kerja, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam menekan beban anggaran daerah.

Langkah ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, usai kegiatan apel disiplin ASN dan halal bihalal di lingkungan Pemprov Jambi. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya sudah mulai dijalankan secara bertahap.

WFH ASN Jambi: Strategi Efisiensi dan Keseimbangan Kerja

Menurut Al Haris, aktivitas perkantoran setiap Jumat akan dikurangi dan dialihkan ke kegiatan yang lebih produktif, seperti olahraga bersama hingga aktivitas keagamaan.

“Penerapan ini sudah mulai berjalan. Setiap Jumat kami upayakan tidak ada aktivitas kantor seperti biasa. Diganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,” ujarnya.

Kebijakan WFH ini dinilai sebagai solusi modern yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ASN, tetapi juga berdampak langsung terhadap efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan tren global yang mengedepankan fleksibilitas kerja, work-life balance, dan produktivitas berbasis output.

Baca Juga :  WFH 1 Hari Mulai Berlaku! Benarkah Bisa Tekan BBM dan Subsidi Energi? Ini Faktanya

Hemat Listrik, Air, hingga BBM: Dampak Nyata WFH

Lebih lanjut, Al Haris menjelaskan bahwa pengurangan aktivitas kantor setiap Jumat mampu menekan berbagai biaya operasional.

Mulai dari konsumsi listrik, penggunaan air, hingga bahan bakar minyak (BBM) dapat dikurangi secara signifikan.

“Kalau ASN tidak ke kantor, otomatis penggunaan listrik dan air turun. BBM juga berkurang. Ini langkah efisiensi yang sangat terasa,” jelasnya.

Efisiensi ini menjadi penting, terutama di tengah tantangan fiskal daerah yang semakin ketat akibat kebijakan pemerintah pusat.

Dorong Kesehatan Fisik dan Spiritual ASN

Tidak hanya fokus pada efisiensi, kebijakan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup ASN. Kegiatan seperti senam bersama dan agenda keagamaan diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik sekaligus memperkuat nilai spiritual.

Dengan kondisi tubuh yang lebih sehat dan mental yang lebih stabil, kinerja ASN diyakini akan meningkat secara keseluruhan.

Belanja Pegawai Harus Turun ke 30 Persen

Di sisi lain, Pemprov Jambi juga tengah menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan anggaran daerah. Pemerintah pusat menetapkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD pada tahun 2027.

Saat ini, porsi belanja pegawai di Jambi masih berada di angka sekitar 34 persen.

Al Haris mengakui bahwa penyesuaian tersebut tidak bisa dilakukan secara instan, mengingat jumlah ASN yang cukup besar.

“Tidak mungkin langsung kita turunkan. Harus bertahap dan tetap koordinasi dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

Fokus Infrastruktur dan Pendapatan Daerah

Sebagai solusi, Pemprov Jambi akan melakukan penyesuaian secara bertahap. Salah satu langkah utama adalah memaksimalkan belanja pada sektor prioritas, terutama infrastruktur.

Kepala BKAD Provinsi Jambi, Agus Pirngadi, menyebut bahwa pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan struktur anggaran tanpa harus mengurangi belanja pegawai secara langsung.

Saat ini, total belanja pegawai mencapai sekitar Rp1,3 triliun, sementara batas ideal berada di angka Rp1,1 triliun.

“Solusinya bukan mengurangi pegawai, tapi meningkatkan pendapatan dan memperbesar belanja non-pegawai,” jelasnya.

Zero Growth ASN: Rekrutmen Diperketat

Untuk menjaga stabilitas anggaran, pemerintah daerah juga akan menerapkan kebijakan zero growth ASN. Artinya, rekrutmen pegawai baru akan sangat dibatasi.

Langkah ini diambil agar tidak terjadi lonjakan belanja pegawai di masa depan.

Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa ASN yang sudah ada tetap mendapatkan haknya secara penuh.

“Tidak mungkin kita mengurangi pegawai atau menurunkan gaji. Itu bukan opsi,” tegas Agus.

Solusi PPPK dan Skema Anggaran Alternatif

Untuk pegawai PPPK, terutama yang bersifat paruh waktu, pemerintah masih memiliki ruang fleksibilitas dalam penganggaran.

Biaya mereka dapat dialokasikan melalui pos belanja barang dan jasa, sehingga tidak membebani komponen belanja pegawai.

Langkah ini menjadi solusi cerdas dalam menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengorbankan tenaga kerja.

Baca Juga :  APBD Jambi 2026 Disorot! Belanja Pegawai Tembus 59%, Nasib PPPK di Ujung Tanduk?

Optimisme Capai Target 2027

Meski tantangan cukup besar, Pemprov Jambi tetap optimistis mampu menurunkan rasio belanja pegawai hingga 30 persen sebelum 2027.

Strategi yang dilakukan mencakup:

  • Efisiensi operasional (WFH ASN)
  • Optimalisasi pendapatan daerah
  • Prioritas belanja infrastruktur
  • Pembatasan rekrutmen ASN

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan evaluasi kebijakan tersebut kepada pemerintah pusat, mengingat kondisi fiskal daerah yang berbeda-beda.

WFH Jadi Kunci Efisiensi dan Reformasi Birokrasi

Kebijakan WFH ASN setiap Jumat bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis menuju birokrasi yang lebih efisien, sehat, dan produktif.

Di tengah tekanan anggaran dan tuntutan reformasi, langkah ini menjadi sinyal bahwa Pemprov Jambi mulai beradaptasi dengan model kerja modern sekaligus menjaga stabilitas fiskal daerah.(*)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB