APBD Jambi 2026 Disorot! Belanja Pegawai Tembus 59%, Nasib PPPK di Ujung Tanduk?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; walikota jambi dr. Maulana

Foto ; walikota jambi dr. Maulana

JAMBI,JS- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kota Jambi memastikan kondisi keuangan daerah tetap stabil. Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Namun demikian, di balik pernyataan optimistis tersebut, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jambi 2026 justru menyimpan tantangan besar. Terutama terkait tingginya porsi belanja pegawai yang jauh melampaui batas ideal nasional.

Belanja Pegawai Membengkak, Hampir 60 Persen APBD

Berdasarkan data resmi, total APBD Kota Jambi tahun 2026 mencapai Rp1,77 triliun. Dari angka tersebut, belanja pegawai menyerap sekitar Rp1,06 triliun atau setara 59,77 persen.

Angka ini jauh melampaui ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang menetapkan batas maksimal sebesar 30 persen.

Baca Juga :  Krisis Kepercayaan Nasabah Usai Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN Dorong Pemerintah Cari Alternatif Layanan Perbankan

Di sisi lain, tingginya beban ini tidak terjadi tanpa alasan. Salah satu faktor utama adalah besarnya kebutuhan pembayaran gaji PPPK yang mencapai sekitar Rp320 miliar per tahun.

Dengan jumlah ASN sekitar 4.200 orang dan PPPK mencapai 5.907 orang, beban anggaran pegawai menjadi konsekuensi logis dari kebijakan rekrutmen sebelumnya.

Dampak Langsung ke Ekonomi Lokal

Meski terlihat membebani anggaran, Maulana menilai belanja pegawai tetap memiliki dampak positif. Ia menekankan bahwa gaji dan tunjangan ASN maupun PPPK akan kembali berputar di masyarakat.

Artinya, belanja pegawai tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi lokal.

Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah memastikan seluruh hak pegawai, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), tetap dibayarkan penuh.

Ruang Pembangunan Menyempit, Infrastruktur Terancam

Di sisi lain, dominasi belanja pegawai berdampak langsung pada minimnya alokasi pembangunan. Dalam APBD 2026, belanja modal hanya mencapai Rp113,8 miliar—jumlah yang sangat kecil dibandingkan belanja operasional sebesar Rp1,68 triliun.

Akibatnya, ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan program produktif menjadi sangat terbatas.

Padahal, arah kebijakan fiskal nasional justru mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan belanja produktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga :  Termasuk Jambi, Update Harga BBM 29 Maret 2026

Defisit dan Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi

Selain persoalan belanja, APBD Jambi juga menghadapi defisit sebesar Rp34,6 miliar yang ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Lebih jauh, struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,06 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berada di kisaran Rp711 miliar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Menuju 2027: Ancaman atau Peluang Reformasi?

Tahun 2026 menjadi fase krusial. Pasalnya, mulai 2027 seluruh pemerintah daerah wajib mematuhi batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen tanpa pengecualian.

Artinya, jika tidak dilakukan penyesuaian sejak sekarang, tekanan fiskal bisa semakin berat di masa depan.

Beberapa langkah strategis yang mulai didorong antara lain:

  • Penataan jumlah dan distribusi ASN
  • Efisiensi belanja pegawai
  • Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
  • Peningkatan porsi belanja pembangunan

Tanpa strategi yang tepat, bukan tidak mungkin kebijakan ekstrem seperti pembatasan rekrutmen atau pengurangan tenaga kerja akan menjadi opsi terakhir.

Stabil Hari Ini, Tantangan Besar Menanti

Secara jangka pendek, kondisi keuangan Kota Jambi memang masih terkendali. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, struktur APBD yang tidak seimbang berpotensi menjadi risiko serius.

Oleh karena itu, reformasi fiskal bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Jika berhasil melakukan penyesuaian secara bertahap, Kota Jambi justru berpeluang memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan.(TIM)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB