Danantara Mulai Groundbreaking 6 Proyek Industri Strategis

Dorong Indonesia Jadi Negara Industri

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Danantara Indonesia.

Danantara Indonesia.

BISNIS,JS- Indonesia bersiap melangkah lebih jauh sebagai negara berbasis industri. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi strategis pada Jumat, 13 Februari 2026.

Proyek ini mencakup sektor baja, aluminium, dan energi hijau. Danantara menggagas 18 proyek untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan mentah.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Transformasi BEI, Danantara Siap Masuk

“Enam groundbreaking ini menandai kesiapan Indonesia menjadi negara industri,” ujar Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, di Kompleks Parlemen Senayan.

Salah satu proyek utama adalah pabrik slab baja di Cilegon, Banten. Danantara mengerjakan proyek ini melalui PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Proyek ini bertujuan memutus ketergantungan impor bahan baku baja. Selain itu, Danantara juga membangun pabrik alumina untuk melengkapi rantai pasok aluminium domestik yang selama ini masih kurang di sisi pengolahan menengah.

Danantara juga menargetkan sektor energi terbarukan. Perusahaan akan membangun fasilitas produksi bioetanol dan bio-avtur. Dony menjelaskan, Danantara mendanai dan mengeksekusi semua proyek secara mandiri. Strategi ini bertujuan mempercepat industrialisasi sekaligus meningkatkan keahlian tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Danantara Diproyeksi Masuk Pasar Modal Tahun Ini

“Kami menyiapkan ekosistem industri. Kami memperkuat industri perkapalan melalui merger, mengembangkan kereta api lewat INKA, dan membangun industri baja hulu. Semua kami integrasikan dalam rencana hilirisasi Danantara,” jelas Dony.

Langkah ini menjadi tonggak penting untuk mengurangi ekspor bahan mentah dan impor produk setengah jadi, sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional.(*)

Berita Terkait

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Berita Terbaru