BISNIS,JS- Indonesia bersiap melangkah lebih jauh sebagai negara berbasis industri. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi strategis pada Jumat, 13 Februari 2026.
Proyek ini mencakup sektor baja, aluminium, dan energi hijau. Danantara menggagas 18 proyek untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan mentah.
“Enam groundbreaking ini menandai kesiapan Indonesia menjadi negara industri,” ujar Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, di Kompleks Parlemen Senayan.
Salah satu proyek utama adalah pabrik slab baja di Cilegon, Banten. Danantara mengerjakan proyek ini melalui PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Proyek ini bertujuan memutus ketergantungan impor bahan baku baja. Selain itu, Danantara juga membangun pabrik alumina untuk melengkapi rantai pasok aluminium domestik yang selama ini masih kurang di sisi pengolahan menengah.
Danantara juga menargetkan sektor energi terbarukan. Perusahaan akan membangun fasilitas produksi bioetanol dan bio-avtur. Dony menjelaskan, Danantara mendanai dan mengeksekusi semua proyek secara mandiri. Strategi ini bertujuan mempercepat industrialisasi sekaligus meningkatkan keahlian tenaga kerja lokal.
“Kami menyiapkan ekosistem industri. Kami memperkuat industri perkapalan melalui merger, mengembangkan kereta api lewat INKA, dan membangun industri baja hulu. Semua kami integrasikan dalam rencana hilirisasi Danantara,” jelas Dony.
Langkah ini menjadi tonggak penting untuk mengurangi ekspor bahan mentah dan impor produk setengah jadi, sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional.(*)









