Pemerintah Percepat Transformasi BEI, Danantara Siap Masuk

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Danantara siap menjadi pemegang saham BEI. (Foto/Google)

Danantara siap menjadi pemegang saham BEI. (Foto/Google)

BISNIS,JS– Pemerintah mempercepat agenda demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mendorong kenaikan porsi free float saham. Langkah ini merespons tekanan pasar akibat perubahan metodologi penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indonesia. Selain itu, percepatan ini membuka peluang bagi Danantara untuk menjadi pemegang saham BEI.

Apa Itu Demutualisasi?

Baca Juga :  Danantara Diproyeksi Masuk Pasar Modal Tahun Ini

Demutualisasi berarti mengubah status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO), yang dimiliki perusahaan sekuritas anggota bursa, menjadi perusahaan yang publik dan pihak lain dapat memiliki sahamnya. Dengan cara ini, pengelolaan bursa terpisah dari kepentingan anggota. Langkah ini meminimalkan konflik kepentingan dan menciptakan perdagangan yang lebih sehat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa pemerintah menganggap demutualisasi sebagai kunci penguatan tata kelola pasar modal nasional dan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor global.

“Demutualisasi membuka peluang investasi, termasuk dari Danantara dan pihak lain. Pemerintah sudah mengatur proses ini dalam Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan), dan bursa dapat melanjutkan ke tahap go public pada masa berikutnya,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

Danantara Siap Menjadi Pemegang Saham

Baca Juga :  MSCI Tunda Perubahan Saham Indonesia, IHSG Jeblok 8%

Sejalan dengan itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya siap membeli saham BEI setelah proses demutualisasi selesai. “Kalau sudah terjadi demutualisasi, tentunya kami ingin ikut masuk,” kata Rosan.

Ia menambahkan bahwa Danantara akan meninjau mekanisme masuk, termasuk kemungkinan melalui penawaran umum perdana (IPO). “Kita lihat nanti struktur yang terbaik,” ujarnya. Rosan menegaskan bahwa Danantara bisa masuk langsung tanpa melalui sekuritas tertentu, sambil menunggu kebijakan yang sedang berjalan.

Target Free Float Saham 15%

Baca Juga :  Danantara Ambil Alih Saham Rumah Sakit Pertamina

Selain itu, pemerintah mendorong perusahaan meningkatkan free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Pemerintah menargetkan kebijakan ini berlaku mulai Maret 2026. Dengan langkah ini, pemerintah berharap pasar lebih likuid dan Indonesia semakin mendekati standar internasional.

“Thailand 15 persen, Singapura dan Filipina 10 persen, Inggris 10 persen. Jadi kami memilih angka yang lebih terbuka, sambil memperbaiki tata kelola pasar,” jelas Airlangga.

Harapan Pemerintah

Pemerintah berharap percepatan demutualisasi dan kenaikan free float menjaga stabilitas perdagangan saham. Selain itu, langkah ini dapat menarik lebih banyak investor global dan meredam tekanan pasar, yang sempat membuat IHSG turun hampir 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1).(*)

Berita Terkait

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis

Berita Terbaru