Moody’s Turunkan Outlook, IHSG dan Rupiah Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan pasar saham.(Sumber/Google)

Ilustrasi pergerakan pasar saham.(Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Keputusan Moody’s Investors Service menurunkan outlook peringkat utang Indonesia langsung menekan pasar keuangan. Pada perdagangan pagi Jumat (6/2/2026), IHSG dan rupiah sama-sama bergerak di zona merah karena investor menahan diri menunggu arah kebijakan.

Meskipun Moody’s mempertahankan peringkat Indonesia di level investment grade Baa2, lembaga ini mengubah outlook dari stabil menjadi negatif. Perubahan ini menandakan prediktabilitas kebijakan menurun, sehingga berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan dan menimbulkan kekhawatiran terkait tata kelola.

Baca Juga :  Mengenal Free Float: Ukuran Risiko dan Peluang Saham

Sentimen Moody’s Membebani Pasar

Akibat keputusan tersebut, pasar saham dan valuta asing bergerak menurun. Investor menahan diri dan melakukan aksi jual terbatas pada aset berisiko. Selain itu, kehati-hatian meningkat karena ketidakpastian arah kebijakan semakin nyata.

IHSG Dibuka di Zona Merah

Seiring sentimen negatif, IHSG membuka perdagangan di level 7.945,04 dan bergerak di rentang 7.894–7.945 pada awal sesi. Akibatnya, tekanan jual langsung mendominasi indeks sejak pembukaan.

Data BEI menunjukkan 74 saham menguat, 434 saham melemah, dan 142 saham stagnan. Kapitalisasi pasar turun ke Rp14.295 triliun.

Saham Big Caps Tertekan

Tekanan paling terlihat pada saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,58% ke Rp4.970 per saham.

Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,60% ke Rp7.675, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 3,33% ke Rp232, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 2,55% ke Rp955, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 1,90% ke Rp2.060.

Baca Juga :  MSCI Tunda Perubahan Saham Indonesia, IHSG Jeblok 8%

Rupiah Ikut Melemah

Di sisi lain, rupiah melemah terhadap dolar AS. Data Bloomberg pukul 09.04 WIB menunjukkan rupiah turun 0,18% ke Rp16.872 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,07% ke 97,89.

Risiko Surat Utang Naik

Selain itu, investor menaikkan premi risiko surat utang pemerintah. Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun naik 3 basis poin ke 80 bps, mencerminkan meningkatnya risiko investor terhadap aset keuangan Indonesia.

Phintraco: Outlook Negatif Jadi Sentimen Utama

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan pelemahan IHSG hari ini terutama disebabkan Moody’s menurunkan outlook, meskipun peringkat tetap investment grade. Selain itu, penurunan prediktabilitas kebijakan berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan dan menekan pasar jangka pendek.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Kian Populer, Ini Daftar APK Resmi

Mirae Asset: Fundamental Belum Memburuk

Di sisi lain, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut keputusan Moody’s tidak menunjukkan memburuknya fundamental makroekonomi.

Ia menambahkan, Moody’s menyoroti ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter serta melemahnya tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, komunikasi kebijakan yang kurang efektif meningkatkan risiko volatilitas pasar saham dan valuta asing.

“Akibat kondisi ini, investor menaikkan risk premium lintas aset, terutama pada SBN tenor panjang, saham BUMN dan bank besar, serta rupiah dan arus modal asing,” ujarnya.

Catatan: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Jambisun.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.(*)

Sumber Berita: Bisnis.com

Berita Terkait

Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan
Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula
Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026
Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!
Investasi Emas 2026: Cara Cerdas Hitung Pajak Agar Untung Maksimal & Anti Boncos
KPR 2026: 7 Cara Beli Rumah Tanpa Bebani Keuangan, Nomor 6 Sering Jadi Kesalahan Fatal!
Inactive Bank Account 2026: Risiko Rekening Dormant, Biaya, dan Cara Mengaktifkannya Lagi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:30 WIB

Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00 WIB

Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:00 WIB

Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!

Berita Terbaru