SUNGAIPENUH,JS– Anjing liar yang berkeliaran di sejumlah titik Kota Sungai Penuh terus memicu keresahan masyarakat. Warga kerap menjumpai hewan tersebut di kawasan perkantoran, fasilitas umum, hingga ruang publik, sehingga aktivitas sehari-hari pun terganggu. Selain itu, keberadaan anjing liar juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat umum.
Pemkot Siapkan Langkah Penangkapan
Untuk merespons kondisi tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh melalui Bidang Kesehatan Hewan menyiapkan rencana penangkapan anjing liar. Setelah ditangkap, petugas akan mengarantina hewan-hewan tersebut agar tidak kembali berkeliaran dan meresahkan warga.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Aries Armen, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib, terutama di area publik yang ramai aktivitas.
Keterbatasan Alat dan Anggaran Jadi Kendala
Namun demikian, rencana penanganan tersebut belum berjalan maksimal. Aries mengungkapkan bahwa pihaknya menghadapi keterbatasan alat tangkap serta sarana pendukung lainnya. Kondisi tersebut muncul akibat minimnya anggaran yang tersedia.
“Kami sudah menyusun rencana penangkapan anjing liar, tetapi keterbatasan alat dan fasilitas masih menjadi kendala utama,” ujar Aries Armen.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata, khususnya dalam pengadaan perlengkapan penangkapan dan fasilitas penunjang. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, upaya penanganan sulit dilakukan secara berkelanjutan.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Selain mengandalkan peran pemerintah, Aries juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat. Ia mengimbau para pemilik hewan peliharaan agar tidak membiarkan hewan mereka berkeliaran bebas.
Menurutnya, sikap tidak bertanggung jawab pemilik hewan dapat memicu gangguan ketertiban, membahayakan pengguna jalan, dan meningkatkan risiko insiden di lingkungan sekitar.
“Kesadaran pemilik hewan sangat menentukan. Jika hewan dipelihara dengan baik, potensi masalah bisa ditekan,” jelasnya.
Kasus Gigitan Masih Terjadi
Lebih lanjut, Aries mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi delapan kasus gigitan hewan peliharaan di Kota Sungai Penuh. Meskipun sebagian besar tergolong ringan, ia menilai angka tersebut tetap perlu menjadi perhatian serius.
Jika tidak ditangani sejak dini, lanjutnya, kasus serupa berpotensi meningkat dan menimbulkan dampak yang lebih serius di masa mendatang.
Harapan Penanganan Berkelanjutan
Dengan dukungan pemerintah daerah serta kesadaran masyarakat, Aries optimistis persoalan anjing liar di Kota Sungai Penuh dapat segera teratasi. Ia berharap sinergi semua pihak mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh warga.









