Rupiah Terlemah, Mata Uang Negeri Jiran Makin Perkasa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ringgit Malaysia

Ilustrasi Ringgit Malaysia

JAKARTA, JS –Nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia menembus level terendah sepanjang sejarah.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.31 WIB, rupiah melemah 0,52% atau 21 poin ke Rp4.047 per ringgit. Dalam tiga tahun terakhir, rupiah terdepresiasi 23,24% dan dalam sepekan turun 2,30%. Bahkan, dalam 24 jam terakhir, rupiah sempat mencapai Rp4.050 per ringgit.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang terkuat di Asia terhadap dolar AS, menguat 0,33% menjadi 4,12 ringgit per dolar AS. Rupiah turun 0,11% ke level Rp16.713 per dolar AS. Ahli strategi valas OCBC, Christopher Wong, menjelaskan bahwa penguatan ringgit muncul dari kombinasi fundamental domestik yang kuat dan kondisi eksternal yang menguntungkan, terutama pelemahan dolar AS. Faktor domestik yang mendorong penguatan meliputi arus masuk investasi asing langsung (FDI), surplus transaksi berjalan, dan konsolidasi fiskal Malaysia yang meyakinkan investor.

Baca Juga :  China Ciptakan “Microwave Pembunuh Satelit” Mini

Kepala riset valas Maybank, Saktiandi Supaat, menambahkan penguatan ringgit juga didukung arus masuk obligasi yang solid, pertumbuhan ekonomi 5,2% pada kuartal III, dan stabilitas kebijakan bank sentral.

Baca Juga :  Sekolah Tidak Cukup, Begini Cara Jadi Cerdas Finansial

Ia menekankan investor kini menilai ringgit sebagai aset menarik dengan imbal hasil tinggi di tengah pelemahan dolar AS.(AN)

Berita Terkait

Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti
Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing
Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara
Giliran Whatsapp yang Diblokir di Rusia
BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Dari Jajanan Biasa Jadi Raksasa Camilan, Ini Rahasia Pisang Madu Pasti

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

Dividen Jumbo Emiten Blue Chip Belum Mampu Tahan Outflow Asing

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:30 WIB

Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Berita Terbaru