BISNIS,JS- Harga BBM Pertamina di berbagai provinsi di Pulau Sumatera masih menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha, hingga sektor transportasi. Per 17 Juli 2026, Pertamina masih menerapkan daftar harga yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 dengan sejumlah penyesuaian pada beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Penyesuaian tersebut terutama menyasar produk beroktan tinggi dan BBM diesel berkualitas. Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan sehingga masyarakat tetap dapat membeli Pertalite dan Biosolar dengan harga yang sama.
Bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, hingga Lampung, informasi terbaru ini penting sebagai acuan sebelum mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.
Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Turun Harga
Pada pembaruan harga Juli 2026, Pertamina menurunkan harga beberapa produk BBM non-subsidi.
Pertamax Turbo mengalami penyesuaian harga cukup signifikan di berbagai daerah. Produk ini menjadi pilihan bagi kendaraan yang membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan tinggi untuk menghasilkan performa mesin yang optimal.
Selain itu, Pertamina juga memangkas harga Pertamina Dex dan Dexlite. Kedua jenis BBM diesel tersebut banyak digunakan oleh kendaraan bermesin diesel, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga.
Sebaliknya, Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga. Kedua produk tersebut tetap dipasarkan dengan harga yang sama seperti periode sebelumnya.
Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil
Pemerintah bersama Pertamina tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi.
Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter.
Sementara Biosolar tetap tersedia dengan harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat yang masih mengandalkan BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari maupun kegiatan usaha.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Sumatera Hari Ini
Berikut daftar harga BBM Pertamina di seluruh wilayah Sumatera.
| Provinsi | Pertamax | Pertamax Turbo | Pertamina Dex | Dexlite | Pertalite | Biosolar |
| Aceh | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp25.350 | Rp23.500 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| FTZ Sabang | Rp15.250 | – | – | Rp21.550 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Sumatera Utara | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Sumatera Barat | Rp17.000 | Rp20.150 | Rp22.100 | Rp20.550 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Riau | Rp17.000 | Rp20.150 | Rp22.100 | Rp20.550 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Kepulauan Riau | Rp17.000 | Rp20.150 | Rp22.100 | Rp20.550 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| FTZ Batam | Rp15.500 | Rp18.350 | Rp20.100 | Rp18.700 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Jambi | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Bengkulu | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Sumatera Selatan | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Bangka Belitung | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Lampung | Rp16.650 | Rp19.750 | Rp21.650 | Rp20.150 | Rp10.000 | Rp6.800 |
Harga BBM di Jambi Masih Kompetitif
Masyarakat Provinsi Jambi masih membeli Pertamax seharga Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp19.750 per liter, sedangkan Dexlite berada di angka Rp20.150 per liter.
Untuk pengguna kendaraan diesel premium, Pertamina Dex dipasarkan Rp21.650 per liter.
Harga tersebut menjadi acuan di seluruh SPBU Pertamina yang melayani penjualan BBM non-subsidi di wilayah Jambi.
Mengapa Harga BBM Berbeda di Setiap Provinsi?
Harga BBM Pertamina tidak selalu sama di seluruh Indonesia.
Perbedaan biaya distribusi, kondisi geografis, jalur logistik, hingga kebijakan wilayah menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual BBM di setiap provinsi.
Wilayah kepulauan maupun kawasan dengan biaya distribusi lebih tinggi umumnya memiliki harga BBM yang sedikit berbeda dibandingkan daerah lain.
Pertamax atau Pertalite, Mana yang Lebih Cocok?
Pertalite memiliki angka oktan lebih rendah dibandingkan Pertamax.
Bagi kendaraan dengan rekomendasi pabrikan menggunakan RON tinggi, Pertamax dapat membantu menjaga performa mesin sekaligus mengurangi potensi knocking.
Sebaliknya, Pertalite masih menjadi pilihan ekonomis bagi kendaraan yang memang dirancang menggunakan BBM beroktan lebih rendah.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan agar mesin bekerja lebih optimal.
Tips Menghemat Pengeluaran BBM
Pengguna kendaraan dapat mengurangi konsumsi BBM dengan beberapa langkah sederhana.
- Isi angin ban sesuai standar.
- Hindari akselerasi dan pengereman mendadak.
- Servis kendaraan secara berkala.
- Gunakan BBM sesuai spesifikasi mesin.
- Matikan mesin saat berhenti dalam waktu lama.
- Kurangi membawa beban berlebihan.
Kebiasaan tersebut mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dalam penggunaan sehari-hari.
FAQ
Apakah harga BBM Pertamina berubah setiap hari?
Tidak. Pertamina biasanya melakukan evaluasi harga secara berkala sesuai kebijakan perusahaan dan perkembangan harga minyak dunia.
Berapa harga Pertalite di Sumatera?
Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter.
Berapa harga Biosolar saat ini?
Harga Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Mengapa harga BBM berbeda di beberapa provinsi?
Perbedaan biaya distribusi, logistik, dan kondisi wilayah memengaruhi harga jual BBM.
Di mana masyarakat dapat melihat harga BBM terbaru?
Masyarakat dapat mengecek informasi melalui SPBU Pertamina atau kanal resmi Pertamina Patra Niaga.
Harga BBM Pertamina di wilayah Sumatera per 17 Juli 2026 menunjukkan penyesuaian pada sejumlah produk non-subsidi, terutama Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, Pertamax, Pertalite, serta Biosolar tetap mempertahankan harga sebelumnya sehingga masyarakat masih memperoleh kepastian biaya bahan bakar.
Bagi pengguna kendaraan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, hingga Lampung, mengetahui perkembangan harga BBM menjadi langkah penting untuk merencanakan pengeluaran transportasi. Dengan memilih jenis bahan bakar yang sesuai spesifikasi kendaraan, masyarakat tidak hanya menjaga performa mesin, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi BBM dalam jangka panjang.(*)









