SAROLANGUN,JS- Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan
Menjelang Ramadhan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun meningkatkan pengawasan terhadap tiga penyakit hewan menular yang berpotensi merugikan peternak secara ekonomi. Penyakit yang menjadi fokus utama adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Septicaemia Epizootica (SE), dan Jembrana.
Fokus pada Tiga Penyakit Utama
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan P2PH, drh. Deden Kusnandar, menyatakan bahwa tingkat penularan penyakit-penyakit ini cukup tinggi. Dalam beberapa kasus, penyakit tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian ternak.
“Jika kondisi sama seperti tahun sebelumnya, fokus kami tetap pada PMK, SE, dan Jembrana. Ketiga penyakit ini menjadi prioritas di Kabupaten Sarolangun,” jelas drh. Deden.
Pemeriksaan Hewan di Pasar
Dinas Peternakan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan, terutama di pasar-pasar utama. Menurut drh. Deden, langkah ini penting karena permintaan daging meningkat signifikan menjelang Ramadhan. Pemeriksaan memastikan hewan yang dipotong sehat dan layak konsumsi.
Imbauan untuk Peternak dan Pedagang
Selain pengawasan di pasar, drh. Deden meminta peternak dan pedagang melaporkan segera jika menemukan gejala penyakit pada ternak. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, luka pada mulut atau kaki, pembengkakan, atau kondisi hewan yang melemah.
Upaya Cegah Penyebaran Penyakit
Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah daerah berharap bisa mencegah penyebaran penyakit. Langkah ini juga bertujuan menjaga keamanan pangan asal hewan di Kabupaten Sarolangun.(*)









