Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disnak Sarolangun perketat pengawasan hewan, agar tidak tertulan penyakit heawan, jelang Bulan Ramadhan

Disnak Sarolangun perketat pengawasan hewan, agar tidak tertulan penyakit heawan, jelang Bulan Ramadhan

SAROLANGUN,JS- Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan

Menjelang Ramadhan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun meningkatkan pengawasan terhadap tiga penyakit hewan menular yang berpotensi merugikan peternak secara ekonomi. Penyakit yang menjadi fokus utama adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Septicaemia Epizootica (SE), dan Jembrana.

Fokus pada Tiga Penyakit Utama

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan P2PH, drh. Deden Kusnandar, menyatakan bahwa tingkat penularan penyakit-penyakit ini cukup tinggi. Dalam beberapa kasus, penyakit tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian ternak.

Baca Juga :  Edi Purwanto Resmikan Jalan Singkut 7 di Sarolangun

“Jika kondisi sama seperti tahun sebelumnya, fokus kami tetap pada PMK, SE, dan Jembrana. Ketiga penyakit ini menjadi prioritas di Kabupaten Sarolangun,” jelas drh. Deden.

Pemeriksaan Hewan di Pasar

Dinas Peternakan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan, terutama di pasar-pasar utama. Menurut drh. Deden, langkah ini penting karena permintaan daging meningkat signifikan menjelang Ramadhan. Pemeriksaan memastikan hewan yang dipotong sehat dan layak konsumsi.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, Jalinsum Sarolangun–Merangin–Bungo Rusak

Imbauan untuk Peternak dan Pedagang

Selain pengawasan di pasar, drh. Deden meminta peternak dan pedagang melaporkan segera jika menemukan gejala penyakit pada ternak. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, luka pada mulut atau kaki, pembengkakan, atau kondisi hewan yang melemah.

Upaya Cegah Penyebaran Penyakit

Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah daerah berharap bisa mencegah penyebaran penyakit. Langkah ini juga bertujuan menjaga keamanan pangan asal hewan di Kabupaten Sarolangun.(*)

Berita Terkait

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025
Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya
Pemkot Sungai Penuh Gelar Konsultasi Penyusunan RDTR 2026
Ramadan Mendekat, Pemkab Tanjab Barat Jaga Stok dan Harga
Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Progres Tol Palembang–Betung
Bupati Syukur Apresiasi Pawai Ramadhan SD-IT Permata Hati
Bupati Lantik Direktur RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci
Wawako Azhar Ingatkan ASN Tetap Profesional Selama Ramadhan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:30 WIB

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:30 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gelar Konsultasi Penyusunan RDTR 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:00 WIB

Ramadan Mendekat, Pemkab Tanjab Barat Jaga Stok dan Harga

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB

Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan

Berita Terbaru

Ilustrasi Siswa SMP di Kerinci Terima Beasiswa PIP

Daerah

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025

Sabtu, 14 Feb 2026 - 10:30 WIB