Imlek & Ramadan Dekat, Sektor Saham Ini Diprediksi Naik!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan saham. (Sumber/Google)

Ilustrasi pergerakan saham. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Pasar saham Indonesia bersiap menghadapi periode musiman yang bisa menjadi peluang bagi investor. Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadan yang jatuh berdekatan pada 2026 berpotensi mendorong permintaan masyarakat terhadap produk-produk musiman. Hal ini bisa menguntungkan sektor tertentu dalam jangka pendek.

Sektor Konsumer, Ritel, dan Telekomunikasi Menjadi Unggulan

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menekankan bahwa investor sebaiknya menyoroti sektor konsumer, ritel, dan telekomunikasi. “Periode Imlek dan Ramadan biasanya mendorong konsumsi masyarakat, sehingga saham-saham di sektor ini cenderung naik,” ujarnya dalam Media Day bersama Mirae Asset Sekuritas, Jumat (13/2).

Baca Juga :  FTSE Russell Tunda Rebalancing Indeks Indonesia, Pasar Saham Tetap Stabil

Selain itu, Rully menilai sektor emas tetap menarik. Kenaikan harga emas dunia berpotensi berlanjut meski sebelumnya mengalami koreksi.

Peluang di Sektor Poultry Tergantung Kebijakan Pemerintah

Rully juga menyoroti saham-saham di sektor poultry yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Prospek saham-saham ini sangat tergantung pada keputusan pemerintah. Jika penyaluran MBG dibatasi, efek positif pada saham terkait kemungkinan akan menurun sementara.

Sentimen Makro Tetap Berperan

Meski faktor musiman penting, Rully mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham selama Ramadan juga dipengaruhi oleh sentimen makro. Negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat serta perbaikan tata kelola bursa pasca-gejolak akibat isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi faktor penentu arah pasar.

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Kian Populer, Ini Daftar APK Resmi

“Hasil paparan outlook ekonomi dari pemerintah juga akan memengaruhi pasar ketika perdagangan dibuka kembali setelah libur,” tambahnya.

IHSG Terkoreksi Sejak Awal Tahun

Pada penutupan Jumat (13/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,64% ke level 8.212,27. Sejak awal tahun, IHSG mengalami koreksi sebesar 5,03% year to date (ytd), mencerminkan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Panduan Investasi Logam Mulia Selain Emas 2026: Lengkap dan Praktis untuk Pemula
IHSG Meledak ke 7.184! Saham IMPC Terbang 21%, Ini Daftar Saham Cuan Hari Ini
Pinjaman Online vs Bank 2026: Mana Lebih Untung? Ini Perbandingan Bunga yang Bikin Kaget!
Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar
Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol
Laba Bank Mega Melejit 28% ke Rp 3,36 Triliun di 2025, Strategi 2026 Jadi Sorotan Investor
Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:00 WIB

Panduan Investasi Logam Mulia Selain Emas 2026: Lengkap dan Praktis untuk Pemula

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

IHSG Meledak ke 7.184! Saham IMPC Terbang 21%, Ini Daftar Saham Cuan Hari Ini

Rabu, 1 April 2026 - 23:00 WIB

Pinjaman Online vs Bank 2026: Mana Lebih Untung? Ini Perbandingan Bunga yang Bikin Kaget!

Rabu, 1 April 2026 - 20:00 WIB

Jangan Sampai Salah! Ini Asuransi Kesehatan Terbaik 2026 dengan Premi Murah & Manfaat Besar

Rabu, 1 April 2026 - 16:00 WIB

Kredit Murah 6% dari Koperasi Merah Putih Jadi Solusi!, Tekan Pinjol

Berita Terbaru