BISNIS,JS- Kemampuan nasabah mencicil kredit pemilikan rumah (KPR) masih mengalami tekanan. Hal ini terlihat dari rasio kredit macet perumahan yang meningkat di sejumlah bank hingga akhir 2025.
Tren NPL Properti Nasional
Bank Indonesia mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sektor properti sebesar 3,08% pada Desember 2025. Angka ini lebih baik dibandingkan November 2025 yang mencapai 3,25%, meski secara tahunan naik dari 2,67% di 2024.
Kinerja BTN: Mulai Membaik
PT Bank Tabungan Negara (BTN), pengelola KPR terbesar di Indonesia, mencatat NPL properti naik menjadi 3,5% pada 2025 dari 3,3% di 2024. Namun, rasio ini menurun dibanding kuartal sebelumnya, September 2025, yang tercatat 3,8%.
Rinciannya, NPL KPR subsidi turun menjadi 1,4% pada 2025 dari 1,7% di 2024 dan 1,6% pada kuartal sebelumnya. Sebaliknya, NPL KPR non-subsidi naik menjadi 5,3% dari 3,7% pada 2024, meski menurun dari 5,7% pada kuartal sebelumnya.
Selain itu, BTN menghadapi rasio NPL tertinggi pada kredit konstruksi, mencapai 16,4% pada 2025 dari 16% di 2024.
Penyebab dan Prospek Perbaikan
Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan kenaikan NPL properti terjadi karena pelemahan ekonomi makro, terutama pada segmen menengah ke bawah. “Tahun ini kondisinya diharapkan mulai membaik,” ujar Setiyo kepada Kontan, Jumat (13/2).
BTN optimistis tren perbaikan kualitas aset berlanjut. Bank menargetkan menekan NPL keseluruhan di bawah 3%.
Strategi BTN Menghadapi Risiko Kredit
Bank sudah menerapkan beberapa langkah strategis. Pertama, BTN mengotomasi proses kredit menggunakan data analytics dan AI untuk memperkuat underwriting serta sistem peringatan dini (early warning system).
Kedua, bank meningkatkan manajemen penagihan (collection management) melalui pendekatan berbasis segmentasi risiko. Ketiga, BTN memperkuat monitoring portofolio secara end-to-end agar dapat merespons potensi pemburukan kualitas kredit lebih cepat.
“Dengan perbaikan kualitas portofolio, penguatan pencadangan, dan transformasi proses berbasis data dan teknologi, kami yakin BTN akan semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” pungkas Setiyo.(*)









