Fenomena Langka di Langit 17 Februari: Gerhana Matahari Cincin

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerhana Matahari cincin api akan terjadi hari ini. (Sumber/Google)

Gerhana Matahari cincin api akan terjadi hari ini. (Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Pada 17 Februari 2026, langit dunia akan menampilkan fenomena astronomi menakjubkan: Gerhana Matahari Cincin, yang populer dengan sebutan “Cincin Api” (Ring of Fire). Fenomena ini muncul karena Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee), sehingga cakram Bulan tidak menutupi Matahari sepenuhnya. Akibatnya, tepi Matahari tetap memancarkan lingkaran cahaya terang yang menakjubkan.

Jalur Utama: Cincin Matahari Terlihat Penuh

Wilayah jalur utama menawarkan pemandangan cincin Matahari secara sempurna. Namun, sebagian besar jalur melintasi daerah yang jarang penduduk. Beberapa lokasi penting meliputi:

Baca Juga :  Bulan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Hilang

  • Antarktika: Jalur gerhana melintasi stasiun penelitian seperti Concordia Station dan Mirny Station, menjadikan Antarktika lokasi terbaik untuk menyaksikan fase cincin.
  • Samudra Selatan: Bayangan inti Bulan (antumbra) bergerak menembus perairan sekitar kutub selatan, sehingga para pengamat di laut juga berkesempatan melihat fenomena ini.

Gerhana Sebagian: Tetap Bisa Disaksikan di Beberapa Wilayah

Di luar jalur utama, masyarakat tetap dapat menyaksikan Matahari yang “tergigit” sebagian oleh Bulan. Wilayah yang mengalami gerhana parsial antara lain:

Baca Juga :  NASA Temukan Kandidat Planet Super Dingin Mirip Bumi

  • Afrika Selatan: Termasuk kota-kota seperti Cape Town, Matahari akan terlihat separuh tertutup Bulan.
  • Amerika Selatan Bagian Selatan: Wilayah selatan Chile dan Argentina dapat melihat gerhana sebagian saat matahari terbit atau menjelang matahari terbenam.
  • Samudra Hindia dan Atlantik Selatan: Sebagian besar perairan di selatan garis khatulistiwa mengalami gerhana parsial.

Indonesia: Tidak Termasuk Jalur Gerhana

Data astronomi menunjukkan Indonesia tidak dilewati jalur gerhana. Posisi geografis negara ini terlalu jauh ke utara dari bayangan Bulan yang menyapu kutub selatan. Selain itu, puncak gerhana sekitar pukul 19.12 WIB, bertepatan dengan saat Matahari sudah terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia.

Meskipun warga Indonesia tidak bisa melihat langsung, mereka tetap bisa mengikuti gerhana melalui siaran langsung atau visualisasi dari observatorium internasional.(*)

Berita Terkait

Guru PPPK Paruh Waktu Bersiap! RUU Sisdiknas 2026 Buka Peluang Pengangkatan ASN dan Perlindungan Guru
Bansos Tunai Mei 2026 Cair di Kantor Pos, Ini Jadwal dan Cara Cek Nama Penerima
Heboh Usulan Gaji Guru Rp15 Juta, ASN PPPK Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru
PIP 2026 Termin 2 Resmi Cair! Begini Cara Ambil Dana hingga Rp1,8 Juta Tanpa Ribet
Promo Besar PLN Mei 2026, Tambah Daya Listrik Kini Lebih Murah hingga 50 Persen
Lowongan Kerja Garuda Indonesia Group Mei 2026 Dibuka Besar-Besaran, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
PMK Baru Terbit, Ini Jadwal Lengkap Pencairan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan 2026
Nasib Guru PPPK, PGRI Desak Pemerintah Angkat Jadi PNS Tetap
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:31 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Bersiap! RUU Sisdiknas 2026 Buka Peluang Pengangkatan ASN dan Perlindungan Guru

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:03 WIB

Bansos Tunai Mei 2026 Cair di Kantor Pos, Ini Jadwal dan Cara Cek Nama Penerima

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:02 WIB

Heboh Usulan Gaji Guru Rp15 Juta, ASN PPPK Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:09 WIB

PIP 2026 Termin 2 Resmi Cair! Begini Cara Ambil Dana hingga Rp1,8 Juta Tanpa Ribet

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:02 WIB

Promo Besar PLN Mei 2026, Tambah Daya Listrik Kini Lebih Murah hingga 50 Persen

Berita Terbaru