Kenapa QRIS Tap Belum Muncul di iPhone? Ini Penjelasan BI

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penggunaan QRIS.

Ilustrasi penggunaan QRIS.

TEKNOLOGI,JS- Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS Tap berbasis near field communication (NFC) di perangkat iPhone belum dapat berjalan. Penyebabnya, pihak Apple hingga kini belum membuka akses NFC untuk layanan pembayaran di luar ekosistem Apple Pay.

Kondisi tersebut membuat implementasi QRIS Tap di iPhone masih bergantung pada kebijakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu.

Baca Juga :  BI Perluas QRIS ke 8 Negara, Dorong Transaksi Digital

Akses NFC Masih Terbatas

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa Apple saat ini membatasi penggunaan NFC hanya untuk layanan internal mereka. “Sampai sekarang, Apple belum membuka akses NFC. Fitur tersebut masih eksklusif untuk Apple Pay,” ujarnya dalam siaran pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI.

Namun demikian, BI terus menjalin komunikasi dengan Apple Indonesia maupun kantor pusat Apple. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi pengembangan QRIS Tap di perangkat iPhone.

BI Dorong Pembukaan Akses Seperti di Uni Eropa

Lebih lanjut, Filianingsih menyebut Apple tengah mempelajari kemungkinan pembukaan akses NFC, sebagaimana yang telah mereka terapkan di kawasan Uni Eropa. Oleh karena itu, BI berharap Apple dapat mengambil langkah serupa di Indonesia.

Menurut BI, perluasan akses QRIS Tap di berbagai perangkat, termasuk iPhone, akan mempercepat adopsi pembayaran digital dan memperluas inklusi keuangan nasional.

Baca Juga :  Layanan QRIS BCA, Tap untuk Transportasi dan Parkir Lewat HP

Transaksi QRIS Tap Terus Tumbuh

Sementara menunggu kepastian dari Apple, kinerja QRIS Tap di Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah transaksi QRIS Tap telah melampaui 475 ribu transaksi dengan pertumbuhan sekitar 7,9% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Selain itu, nilai transaksi juga meningkat 6,4% mtm dan mencapai sekitar Rp4,6 miliar. Angka tersebut mencerminkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap metode pembayaran nontunai berbasis NFC.

Transportasi Jadi Pengguna Terbesar

Dari sisi sektor, pengguna paling aktif QRIS Tap berasal dari layanan transportasi serta merchant hotel dan restoran. Di sektor transportasi, rata-rata nilai transaksi berada di kisaran Rp5.000 per transaksi.

Sebaliknya, sektor restoran dan ritel mencatat nilai transaksi yang lebih tinggi, dengan rata-rata sekitar Rp70.000 per transaksi. Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas QRIS Tap untuk berbagai kebutuhan pembayaran harian.

QRIS Lintas Negara Siap Diperluas

Selain fokus pada pengembangan domestik, BI juga bersiap memperluas implementasi QRIS lintas negara. BI menargetkan kerja sama QRIS dengan China dan Korea Selatan mulai berjalan pada akhir Maret atau awal April 2026.

Filianingsih mengungkapkan bahwa BI telah menyelesaikan proses sandbox dan uji coba dengan China pada akhir Januari 2026. Sementara itu, proses serupa dengan Korea Selatan rampung pada akhir Februari 2026. “Sekarang tinggal menunggu waktu implementasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Scan Sembarangan, QRIS Palsu Mengintai

Kinerja QRIS Nasional Melonjak Tajam

Secara keseluruhan, transaksi QRIS nasional mencatat pertumbuhan signifikan. Pada Januari 2026, volume transaksi QRIS tumbuh hingga 131,47% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif serta bertambahnya merchant yang mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran utama.(*)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Bisa Ajukan KUR 2026? Cek Syarat, Dokumen, dan Ketentuan Pinjamannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026, Cek Daftar 24 Karat hingga 14 Karat
Rupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Keputusan BI Rate 5,75% Jadi Sorotan: Cek Prediksi Hari Ini
Tabel Angsuran KUR BSI Rp50 Juta Tahun 2026, Cicilan Mulai Rp966 Ribu per Bulan
Cara Blokir BCA Mobile, KlikBCA, dan OneKlik Lewat haloBCA, Simak Panduannya
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 pada 20 Oktober 2026, Cek Selisih Harga Jual dan Buyback
Prabowo Luncurkan Bansos Digital 10 November 2026, 11,5 Juta KK Sudah Terdaftar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 21 Oktober 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 12 Karat
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Pedagang Pasar Bisa Ajukan KUR 2026? Cek Syarat, Dokumen, dan Ketentuan Pinjamannya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026, Cek Daftar 24 Karat hingga 14 Karat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Rupiah Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Keputusan BI Rate 5,75% Jadi Sorotan: Cek Prediksi Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Tabel Angsuran KUR BSI Rp50 Juta Tahun 2026, Cicilan Mulai Rp966 Ribu per Bulan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Cara Blokir BCA Mobile, KlikBCA, dan OneKlik Lewat haloBCA, Simak Panduannya

Berita Terbaru