BI Perluas QRIS ke 8 Negara, Dorong Transaksi Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia menargetkan layanan pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di delapan negara. (Foto/Google)

Bank Indonesia menargetkan layanan pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di delapan negara. (Foto/Google)

BISNIS,JS– Bank Indonesia (BI) menargetkan layanan pembayaran QRIS dapat digunakan di delapan negara pada tahun ini. Saat ini, QRIS sudah dipakai sebagai metode pembayaran ritel lintas negara di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.

Ekspansi Internasional QRIS

Baca Juga :  Rupiah Menguat di Awal Perdagangan, Pasar Cermati The Fed

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa perluasan QRIS akan mencakup Cina, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi. Hal ini menjadi kelanjutan dari langkah BI sebelumnya yang berhasil menembus sejumlah negara Asia.

“QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, selanjutnya adalah Cina, Korea Selatan, India, dan Saudi Arabia,” ujar Perry saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Jakarta, Rabu (28/1).

Target Transaksi Digital dan Dukungan UMKM

BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menargetkan 17 miliar transaksi digital pada 2026. Saat ini, QRIS digunakan oleh sekitar 60 juta pengguna, termasuk 45 juta pelaku UMKM. Dengan dukungan ini, BI berharap transaksi digital semakin cepat dan inklusif.

Selain itu, BI mendorong inovasi di sektor sistem pembayaran. “Kami terus memodernisasi sistem pembayaran Indonesia melalui konsolidasi industri dan digitalisasi lintas negara,” tambah Perry.

Pengembangan Infrastruktur dan Talenta Digital

Baca Juga :  MSCI Tunda Perubahan Saham Indonesia, IHSG Jeblok 8%

Selain perluasan QRIS, BI mengembangkan infrastruktur BI-FAST dan menyelenggarakan kompetisi digital talenta Indonesia. Kompetisi ini menyeleksi 800 tim digital untuk mengikuti pelatihan enam bulan. Dua bulan pertama fokus pada kewirausahaan, dua bulan berikutnya pada uji coba teknologi (sandboxing), dan dua bulan terakhir menghadirkan perbankan serta investor untuk mendukung investasi talenta muda.

“Dengan kompetisi ini, kami mempersiapkan generasi muda untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran sesuai blueprint nasional,” jelas Perry.

Menuju Digitalisasi Sistem Pembayaran yang Terintegrasi

Baca Juga :  IHSG Berpeluang Rebound ke 8.400, Investor Wait and See

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BI untuk mempercepat transaksi digital dan mentransformasi sistem pembayaran Indonesia. Dengan QRIS lintas negara, infrastruktur BI-FAST, dan talenta digital terlatih, BI menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem pembayaran digital regional dan global.(*)

Berita Terkait

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026
Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri
IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo
RPP Manajemen ASN 2026 Segera Terbit, MenPAN-RB Ungkap Nasib Pensiun PPPK?
Awas Hoaks PPPK! BKN Bongkar Akun Facebook Palsu Catut Nama Prof Zudan, Jangan Sampai ASN dan Honorer Jadi Korban
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya
ASN 2026 Bawa Angin Segar, 18.000 Guru Honorer Kemenag Masuk Daftar Prioritas Rekrutmen
Berlaku Hari Ini, Registrasi Kartu SIM Kini Wajib Scan Wajah, Begini Cara Aktivasi Semua Operator
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:01 WIB

IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:01 WIB

RPP Manajemen ASN 2026 Segera Terbit, MenPAN-RB Ungkap Nasib Pensiun PPPK?

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:11 WIB

Awas Hoaks PPPK! BKN Bongkar Akun Facebook Palsu Catut Nama Prof Zudan, Jangan Sampai ASN dan Honorer Jadi Korban

Berita Terbaru