JAKARTA,JS— Pemerintah resmi meluncurkan Program Sekolah Rakyat pada tahun 2025, yang kini telah beroperasi di 100 titik di seluruh Indonesia. Inisiatif pendidikan berasrama dan gratis ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia tanpa terbebani biaya.
Program Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas belajar gratis, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru dalam sistem pendidikan nasional, dengan kurikulum yang lebih manusiawi, adaptif, dan fleksibel sesuai kebutuhan siswa dari berbagai latar belakang.
1. Kurikulum Disesuaikan dengan Kebutuhan Setiap Anak
Mengutip laman resmi Indonesia Baik milik Kominfo Digital (Komdigi), keunggulan utama Sekolah Rakyat terletak pada kurikulumnya yang tidak seragam.
Alih-alih menggunakan satu pola belajar untuk semua siswa, Sekolah Rakyat menerapkan sistem personalized learning, yaitu menyesuaikan pembelajaran berdasarkan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan unik setiap anak.
Pendekatan ini memastikan setiap siswa mendapatkan materi dan metode pengajaran yang paling relevan, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif, inklusif, dan menyenangkan.
“Sekolah menyesuaikan diri dengan ritme anak, bukan anak yang dipaksa mengikuti ritme sekolah,” tulis laman tersebut.
2. Sistem Multi Entry – Multi Exit, Belajar Jadi Lebih Fleksibel
Melalui sistem ini, siswa dapat:
-
Masuk di tingkat mana pun sesuai hasil asesmen kemampuan akademik.
-
Tidak perlu mengulang dari awal jika sudah menguasai materi tertentu.
-
Naik tingkat lebih cepat ketika target pembelajaran tercapai.
Pendekatan fleksibel ini memungkinkan siswa belajar tanpa tekanan waktu dan menjaga motivasi belajar tetap tinggi, berbeda dari sistem pendidikan tradisional yang seragam dan kaku.
3. Pendekatan Individual dan Pembelajaran Mendalam
Selain fleksibel, Sekolah Rakyat juga menerapkan pendekatan individual dengan prinsip deep learning atau pembelajaran mendalam.
Fokus utama bukan pada kecepatan menyelesaikan materi, melainkan pada pemahaman mendalam terhadap konsep pelajaran. Setiap siswa dibimbing sesuai gaya dan tempo belajarnya, sehingga tidak ada yang tertinggal maupun terbebani.
Dengan sistem ini, guru dapat memberikan bimbingan personal yang memastikan siswa benar-benar memahami materi secara utuh — bukan sekadar menghafal.
Pendekatan ini diharapkan melahirkan generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan adaptif, serta mampu menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan nyata.
Program Sekolah Rakyat menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan konsep gratis, berasrama, dan berbasis kebutuhan anak, program ini membuka harapan baru bagi keluarga kurang mampu untuk tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas.(AN)









