BISNIS,JS- Menilai kelayakan saham kerap dianggap rumit karena melibatkan istilah teknis, rasio keuangan, dan analisis mendalam. Namun pada praktiknya, investor pemula tetap bisa melakukan penilaian awal dengan cara yang lebih sederhana.
Pendekatan ini memang tidak bertujuan menggantikan analisis fundamental secara menyeluruh. Meski demikian, langkah awal ini dapat membantu investor menyaring saham potensial sebelum mengambil keputusan beli. Dengan cara ini, investor juga dapat mengurangi risiko keputusan impulsif yang merugikan.
Berikut beberapa indikator dasar yang bisa digunakan untuk menilai kelayakan saham tanpa analisis yang kompleks.
Awali dengan Melihat Konsistensi Laba
Pertama-tama, investor perlu memperhatikan kinerja laba perusahaan. Perusahaan yang mampu mencetak laba secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir biasanya memiliki fondasi bisnis yang kuat.
Selain itu, tren laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional sekaligus mengembangkan usaha. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa bisnis memiliki daya saing dan peluang bertumbuh dalam jangka panjang.
Selanjutnya, Cermati Utang dan Arus Kas
Setelah melihat laba, investor sebaiknya mengevaluasi kondisi utang dan arus kas perusahaan. Tingkat utang yang terlalu tinggi dapat menekan keuangan, terutama ketika kondisi ekonomi memburuk.
Arus kas operasional yang sehat menunjukkan bahwa kegiatan bisnis benar-benar menghasilkan uang tunai. Jika perusahaan mampu menutup kewajiban dari arus kas tanpa menambah pinjaman baru, maka kondisi keuangannya relatif lebih aman.
Pahami Cara Perusahaan Menghasilkan Uang
Di tahap berikutnya, investor perlu memahami model bisnis perusahaan. Cara perusahaan menghasilkan pendapatan menjadi faktor penting dalam menilai keberlanjutan usaha.
Model bisnis yang jelas dan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar biasanya memiliki permintaan yang stabil. Terlebih lagi, produk dengan keunggulan kompetitif dan sulit ditiru pesaing dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari tekanan pasar.
Jangan Abaikan Reputasi dan Tata Kelola
Selain aspek keuangan, reputasi perusahaan juga patut mendapat perhatian. Perusahaan dengan tata kelola yang baik umumnya lebih transparan dalam menyampaikan laporan keuangan dan informasi penting kepada publik.
Manajemen yang kredibel dan berintegritas berperan besar dalam menjaga stabilitas serta arah pertumbuhan perusahaan. Dengan menilai rekam jejak manajemen, investor dapat mengurangi risiko berinvestasi pada perusahaan dengan praktik bisnis yang kurang sehat.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









