Waspada Saham Murah, Investor Perlu Cermat Membaca Peluang

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara investasi dengan harga yang benar

Ilustrasi cara investasi dengan harga yang benar

BISNIS,JS- Harga saham yang rendah sering memancing minat investor, khususnya pemula. Banyak yang berharap saham murah mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, realitas di pasar modal menunjukkan hal berbeda. Tidak sedikit investor justru terjebak pada saham murah yang berakhir merugikan.

Karena itu, investor perlu memahami bahwa saham murah tidak selalu identik dengan peluang emas. Tanpa analisis mendalam, harga rendah justru bisa menjadi sinyal masalah serius dalam bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Ingin Uang Berkembang? Simak Cara Menyusun Portofolio Investasi yang Tepat

Saham Murah Bukan Sekadar Soal Nominal Harga

Pada tahap awal, banyak investor mengartikan saham murah sebagai saham dengan harga per lembar yang rendah. Padahal, definisi ini terlalu sempit.

Dalam praktik investasi, saham disebut murah ketika harga pasar berada di bawah nilai intrinsiknya. Nilai ini mencerminkan kondisi fundamental perusahaan, mulai dari kinerja laba, kekuatan aset, arus kas, hingga prospek pertumbuhan jangka panjang.

Sebagai contoh, tekanan sentimen pasar atau kondisi ekonomi tertentu sering menekan harga saham perusahaan berkualitas. Situasi ini justru membuka peluang bagi investor yang mampu menilai nilai wajar secara objektif.

Rasio Keuangan Menjadi Pintu Masuk Analisis

Selanjutnya, investor perlu menggunakan rasio keuangan untuk mengukur apakah saham benar-benar undervalued. Rasio ini membantu menyaring saham murah yang berkualitas dari saham murah bermasalah.

Baca Juga :  Mulai Investasi Hanya Rp 50.000, Ini Cara Menabung Emas di Pegadaian

Beberapa rasio yang umum digunakan meliputi:

  • Price to Earnings Ratio (PER) untuk membandingkan harga saham dengan laba per saham
  • Price to Book Value (PBV) guna menilai harga saham terhadap nilai buku
  • Price Earnings to Growth (PEG) untuk mengaitkan valuasi dengan pertumbuhan laba
  • Return on Equity (ROE) sebagai tolok ukur efektivitas manajemen
  • Debt to Equity Ratio (DER) untuk melihat tingkat risiko utang

Sebagai ilustrasi, saham dengan PER dan PBV lebih rendah dari rata-rata industri, ROE tinggi, serta DER rendah sering mencerminkan valuasi menarik dengan risiko lebih terkendali.

Laporan Keuangan Menjadi Fondasi Keputusan

Namun, rasio saja tidak cukup. Investor tetap harus membaca laporan keuangan secara menyeluruh.

Pertama, laporan laba rugi menunjukkan arah pertumbuhan pendapatan dan laba. Kedua, neraca keuangan menggambarkan kekuatan aset dan struktur kewajiban. Ketiga, laporan arus kas memastikan perusahaan menghasilkan uang nyata dari kegiatan operasional.

Pengalaman selama pandemi Covid-19 memperlihatkan pentingnya aspek ini. Banyak saham anjlok tajam, tetapi perusahaan dengan arus kas kuat dan neraca sehat mampu bangkit lebih cepat ketika kondisi membaik.

Baca Juga :  Imlek & Ramadan Dekat, Sektor Saham Ini Diprediksi Naik!

Analisis Teknikal Membantu Menentukan Timing

Setelah memilih saham yang tepat, investor perlu menentukan waktu beli dengan analisis teknikal. Pendekatan ini membantu menghindari pembelian di harga yang terlalu tinggi.

Indikator seperti moving average menunjukkan arah tren harga, sementara Relative Strength Index (RSI) membantu mengidentifikasi kondisi jenuh jual atau jenuh beli. Selain itu, area support dan resistance sering menjadi acuan penting dalam mengambil keputusan.

Sebagai gambaran, saham dengan RSI rendah sering menunjukkan tekanan jual berlebihan. Jika fundamental tetap solid, kondisi ini bisa membuka peluang pembelian yang menarik.

Strategi Aman untuk Investor Pemula

Bagi investor pemula, strategi konservatif tetap menjadi pilihan paling rasional. Investor dapat memulai dengan saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang likuid dan stabil.

Selain itu, metode investasi berkala atau dollar cost averaging membantu mengurangi risiko kesalahan timing. Diversifikasi lintas sektor juga penting agar portofolio tidak bergantung pada satu saham saja.

Investor sebaiknya menghindari saham dengan pergerakan ekstrem tanpa dukungan kinerja bisnis yang jelas. Disiplin menerapkan batas kerugian juga menjadi kunci menjaga modal tetap aman.

Prinsip Investasi Nilai Masih Relevan

Prinsip value investing yang dipopulerkan oleh Warren Buffett tetap relevan hingga saat ini. Buffett menekankan pentingnya membeli saham dengan margin of safety, yaitu selisih yang cukup besar antara harga beli dan nilai intrinsik.

Ia juga menyoroti pentingnya memilih perusahaan dengan bisnis yang mudah dipahami, manajemen berintegritas, serta utang yang terkendali.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan
Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS
KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta
KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha
Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback
Pajak E-Commerce 0,5 Persen Buat Pelaku UMKM Khawatir?, Ini Aturan dan Batas Bebas Pajaknya
Deposito Rp100 Juta di BCA, BRI, BNI, atau Mandiri: Ini Simulasi Bunga dan Keuntungan Setahun
Premi Asuransi Dolar Prudential Tembus Rp3,8 Triliun, Naik 214% pada Semester I-2026
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KPR Ditolak Bank? Ini Penyebab Utama dan Cara Memperbaiki Peluang Persetujuan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Bunga Bank Digital 2026 Tembus 9%, Ini Perbandingan Deposito, Pajak, dan Risiko LPS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

KUR Mandiri 2026: Tabel Angsuran Rp10 Juta, Rp25 Juta, dan Rp50 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:31 WIB

KUR BNI 2026 Rp150 Juta: Cek Tabel Angsuran 12–60 Bulan dan Syarat Pengajuan Modal Usaha

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Harga Emas Pegadaian 10 Oktober 2026: Antam Rp2,61 Juta, Cek Buyback

Berita Terbaru

Health benefits of Cassia vera

Internasional

Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon

Senin, 12 Okt 2026 - 02:55 WIB

Kode Redeem Free Fire hari ini 12 Oktober 2026

Dunia Game

Update Lebih Awal, Segera Klaim Kode Redeem FF 12 Oktober 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 00:01 WIB