Kabut Asap Masih Mengancam Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin Himbau Orang Tua dan Anak Jaga Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Hujan yang mengguyur Kota Sungai Penuh pada Selasa (25/8/2026) belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Hingga Rabu pagi, kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan Kota Sungai Penuh sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara dan menjaga kesehatan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin. Ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan kesehatan keluarga selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Sungai Penuh.

Salah satu langkah sederhana yang ia tekankan yaitu menggunakan masker ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah.

Menurut Sri Kartini Alfin, masyarakat tidak boleh menganggap hujan sebagai tanda bahwa persoalan kabut asap di Jambi sudah berakhir. Karena itu, kewaspadaan tetap perlu dilakukan, terutama oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi udara.

“Termasuk yang paling utama para ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan di tengah bencana kabut asap yang melanda Provinsi Jambi saat ini,” ungkap Sri Kartini Alfin.

Kabut Asap Sungai Penuh Belum Reda Meski Hujan Turun

Hujan sering memberikan harapan bahwa kondisi udara akan segera membaik. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan setelah hujan berhenti.

Kabut asap dapat muncul akibat asap dari kebakaran lahan, kebakaran hutan, maupun aktivitas pembakaran terbuka. Karena itu, hujan dalam satu waktu tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan apabila sumber asap masih muncul di wilayah lain.

Situasi tersebut membuat masyarakat Sungai Penuh perlu mengambil langkah pencegahan secara mandiri.

Penggunaan masker menjadi salah satu cara praktis yang dapat dilakukan ketika warga harus keluar rumah. Selain itu, masyarakat juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terlihat semakin buruk.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam melindungi anak-anak dari paparan asap. Mereka dapat mengurangi aktivitas anak di luar rumah ketika kabut asap terlihat pekat.

Baca Juga :  Posyandu Aur Duri Mulai Terapkan Enam SPM, TP PKK Sungai Penuh Dorong Layanan Dasar Terintegrasi

Sri Kartini Alfin Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan

Sri Kartini Alfin meminta masyarakat tidak mengabaikan kesehatan ketika kabut asap masih menyelimuti Kota Sungai Penuh.

Kondisi udara yang dipenuhi asap dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Sebagian orang juga dapat mengalami keluhan seperti mata terasa tidak nyaman, tenggorokan kering, batuk, atau gangguan pernapasan ketika terpapar asap.

Karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan sejak awal.

Selain memakai masker, warga dapat memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Masyarakat juga perlu memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik tanpa membiarkan asap dari luar masuk secara berlebihan.

Jika seseorang mengalami keluhan kesehatan yang semakin berat setelah terpapar asap, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Ibu Hamil Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Dalam imbauannya, Sri Kartini Alfin secara khusus mengingatkan para ibu hamil agar menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Perhatian terhadap ibu hamil menjadi penting karena mereka termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan ekstra ketika kualitas udara memburuk.

Para ibu hamil dapat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin pekat. Mereka juga dapat menggunakan masker ketika harus bepergian dan menghindari lokasi yang memiliki paparan asap tinggi.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan polusi udara dalam aktivitas sehari-hari.

Orang Tua Diminta Lebih Aktif Melindungi Anak

Selain ibu hamil, orang tua juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan anak selama kabut asap berlangsung.

Anak-anak sering menghabiskan waktu untuk bermain dan beraktivitas di luar rumah. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum mengizinkan anak melakukan kegiatan di luar.

Apabila udara terlihat berkabut dan berasap, orang tua dapat mengalihkan aktivitas anak ke dalam rumah.

Langkah tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan begitu, persoalan kabut asap tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Sri Kartini Alfin Ajak Perempuan Ikut Cegah Karhutla

Tidak hanya berbicara mengenai kesehatan, Sri Kartini Alfin juga mengajak masyarakat ikut mencegah munculnya sumber asap.

Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di lokasi perkebunan.

Menurutnya, kaum perempuan juga dapat mengambil peran dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengingatkan anggota keluarga agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Meski tidak berperan langsung, namun paling tidak sebagai kaum perempuan kita bisa mengingatkan suami kita untuk tidak membakar di lokasi perkebunan secara sembarangan yang bisa memicu kebakaran hutan,” sebutnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam kebakaran.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Terbuka Lebar, Sri Kartini Alfin Ajak Perempuan Sungai Penuh Berani Bangun Usaha

Jangan Membakar Lahan Sembarangan

Kebiasaan membakar lahan untuk membersihkan area perkebunan dapat menimbulkan risiko besar ketika kondisi lingkungan kering.

Api yang awalnya kecil dapat menyebar apabila masyarakat tidak mengendalikan proses pembakaran. Terlebih lagi, angin dan kondisi vegetasi kering dapat mempercepat penyebaran api.

Karena itu, masyarakat perlu menghindari pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Warga juga dapat melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran kepada pihak berwenang.

Upaya tersebut penting untuk mencegah masalah kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kabut Asap Bukan Hanya Persoalan Lingkungan

Persoalan kabut asap Jambi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, dan kehidupan sehari-hari.

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi berbagai kegiatan masyarakat.

Kabut asap yang pekat juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga pengguna kendaraan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara.

Pengendara sepeda motor maupun mobil sebaiknya menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan jarak pandang.

Karena itu, pencegahan kebakaran sejak awal menjadi langkah yang jauh lebih baik dibandingkan menunggu dampak kabut asap semakin meluas.

Langkah Sederhana Menghadapi Kabut Asap

Masyarakat Sungai Penuh dapat melakukan sejumlah langkah sederhana selama kabut asap masih terlihat.

Pertama, gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kedua, kurangi aktivitas luar ruangan apabila asap semakin pekat. Ketiga, lindungi anak-anak dan kelompok rentan dari paparan asap.

Selanjutnya, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan rumah dan memperhatikan kondisi udara di sekitar tempat tinggal.

Jika memungkinkan, warga dapat memantau informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca, potensi kebakaran hutan dan lahan, serta imbauan pemerintah.

Masyarakat juga sebaiknya tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai sumber kebakaran atau kondisi kabut asap. Informasi yang akurat membantu warga mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Peran Keluarga Sangat Penting

Pencegahan kabut asap membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran, sedangkan masyarakat dapat membantu melalui pencegahan dari tingkat keluarga.

Keluarga dapat menjadi tempat pertama untuk membangun kebiasaan tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan.

Orang tua juga dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang bahaya bermain dengan api.

Sementara itu, para ibu dapat mengingatkan anggota keluarga yang bekerja di sektor perkebunan agar mempertimbangkan risiko kebakaran sebelum melakukan aktivitas yang melibatkan api.

Dengan kolaborasi tersebut, upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih kuat.(AN)

Berita Terkait

BMKG Ungkap Cuaca Jambi hingga 31 Agustus 2026, Hujan Sedang Masih Mengintai di Tengah Kemarau dan Risiko Karhutla
3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar
Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Kabut Asap Masih Mengancam Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin Himbau Orang Tua dan Anak Jaga Kesehatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jambi hingga 31 Agustus 2026, Hujan Sedang Masih Mengintai di Tengah Kemarau dan Risiko Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WIB

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Berita Terbaru