Ingin Uang Berkembang? Simak Cara Menyusun Portofolio Investasi yang Tepat

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cara Membangun Portofolio Investasi yang Baik

Ilustrasi Cara Membangun Portofolio Investasi yang Baik

BISNIS,JS- Seperti halnya industri lain, dunia investasi memiliki istilah dan mekanisme khusus. Salah satu istilah yang paling sering muncul adalah portofolio investasi, yaitu kumpulan seluruh aset investasi yang dimiliki seorang investor.

Banyak investor pemula menganggap penyusunan portofolio sebagai proses rumit. Padahal, dengan langkah yang tepat, siapa pun dapat membangunnya secara bertahap. Terlebih lagi, investor kini memiliki banyak pilihan, mulai dari pengelolaan mandiri hingga bantuan teknologi.

Mengacu pada laman keuangan NerdWallet, portofolio investasi mencakup berbagai instrumen seperti saham, obligasi, reksa dana, aset kripto, dan exchange traded fund (ETF). Di era digital, portofolio tidak lagi berbentuk fisik, karena investor dapat memantau seluruh aset melalui satu aplikasi.

Baca Juga :  Mulai Investasi Hanya Rp 50.000, Ini Cara Menabung Emas di Pegadaian

Meski bersifat abstrak, portofolio akan lebih mudah dipahami jika investor membayangkan seluruh aset berada dalam satu keranjang yang sama.

Langkah Awal: Kelola Sendiri atau Gunakan Bantuan

Sebagai permulaan, investor perlu menentukan cara mengelola portofolio. Jika merasa belum berpengalaman, investor dapat memanfaatkan robo-advisor.

Layanan ini menyusun portofolio berdasarkan tujuan keuangan dan toleransi risiko pengguna. Selain itu, biayanya relatif lebih rendah dibandingkan penasihat keuangan konvensional.

Namun, bagi investor yang ingin lebih aktif, broker online kini menawarkan berbagai kemudahan. Investor dapat menyusun portofolio berisi saham, ETF, bahkan aset kripto dalam satu sistem. Tidak hanya itu, platform tersebut juga menyediakan fitur alokasi aset, investasi berkala, hingga rebalancing otomatis.

Dengan fasilitas tersebut, investor dapat menjaga komposisi portofolio tanpa harus memantau pasar setiap hari.

Baca Juga :  Investor Menahan Diri, ORI029 Masih Setengah Terjual!

Menentukan Investasi Berdasarkan Toleransi Risiko

Selanjutnya, investor perlu memahami toleransi risiko secara realistis. Toleransi risiko menggambarkan kemampuan seseorang menerima potensi kerugian demi peluang imbal hasil yang lebih tinggi.

Faktor usia dan tujuan keuangan sangat memengaruhi hal ini. Investor dengan tujuan jangka panjang biasanya mampu menghadapi fluktuasi pasar karena memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang. Sebaliknya, investor dengan tujuan jangka pendek perlu memilih instrumen yang lebih stabil.

Setelah memahami profil risiko, investor dapat mulai memilih jenis investasi yang sesuai.

Mengenal Jenis Instrumen dalam Portofolio

Saham: Potensi Tinggi dengan Risiko Lebih Besar

Saham menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan. Investor membeli saham dengan harapan nilainya meningkat. Namun, harga saham juga bisa turun akibat kinerja perusahaan atau kondisi pasar.

Untuk menekan risiko, banyak investor memilih reksa dana saham. Jika membeli saham individual, investor sebaiknya membatasi alokasi sekitar 5–10 persen dari total portofolio.

Obligasi: Penyeimbang yang Lebih Stabil

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Instrumen ini memberikan bunga secara berkala sehingga menawarkan pendapatan yang lebih terprediksi.

Baca Juga :  Investasi Jangka Pendek, Ini 4 Pilihan yang Bisa Dicoba

Karena risikonya lebih rendah dibanding saham, obligasi sering berperan sebagai penyeimbang dalam portofolio.

Reksa dana memungkinkan investor memiliki berbagai aset sekaligus. Manajer investasi mengelola dana tersebut ke saham, obligasi, atau kombinasi keduanya.

Dibandingkan saham individual, reksa dana umumnya lebih terdiversifikasi. Reksa dana pasif juga memiliki biaya lebih rendah dan sering memberikan hasil yang kompetitif.

Investasi Berdampak: Menggabungkan Nilai dan Keuntungan

Selain imbal hasil, sebagian investor juga mempertimbangkan nilai sosial dan lingkungan. Melalui investasi berdampak, investor memilih perusahaan yang sejalan dengan prinsip tertentu, seperti keberlanjutan lingkungan atau kesetaraan gender.

Mengatur Alokasi Aset secara Proporsional

Setelah memilih instrumen, investor perlu membagi dana secara proporsional. Pembagian ini dikenal sebagai alokasi aset dan sangat bergantung pada toleransi risiko.

Sebagai panduan sederhana, investor dapat mengurangi usia dari angka 100 atau 110 untuk menentukan porsi saham. Misalnya, investor berusia 30 tahun dapat menempatkan sekitar 70–80 persen dana pada saham. Sisanya dapat dialokasikan ke obligasi atau instrumen yang lebih stabil.

Seiring bertambahnya usia, porsi obligasi biasanya meningkat untuk menjaga kestabilan portofolio.

Menjaga Keseimbangan melalui Rebalancing

Dalam jangka panjang, pergerakan pasar dapat mengubah komposisi portofolio. Ketika nilai saham naik signifikan, porsi saham bisa melampaui target awal.

Untuk itu, investor perlu melakukan rebalancing. Proses ini mengembalikan alokasi aset ke proporsi semula dengan cara menjual aset yang berlebih dan menambah aset yang kurang.

Investor dapat melakukan rebalancing setiap enam atau 12 bulan. Alternatifnya, investor dapat menyesuaikan portofolio ketika terjadi pergeseran lebih dari 5 persen dari target awal.

Bagi pengguna robo-advisor, sistem biasanya melakukan rebalancing secara otomatis.

Tetap Waspada terhadap Risiko Investasi

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, risiko penipuan juga ikut meningkat. Karena itu, investor perlu memastikan legalitas produk dan platform yang digunakan.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK terus mengingatkan masyarakat untuk memahami risiko, membaca prospektus, dan menghindari iming-iming keuntungan tidak wajar.

Dengan strategi yang terencana, pemilihan aset yang tepat, serta disiplin menjaga alokasi, portofolio investasi dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 Turun, Cek Harga Terbarunya Disini
IHSG Berpeluang Tembus 6.600, 6 Saham Ini Masuk Radar Investor untuk Cari Cuan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 25 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Daftar Lengkap dan Harga Terbarunya
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Terbaru Agustus 2026: Mana yang Paling Menguntungkan?
Modal Terbatas Bukan Halangan, Ini Strategi Investasi Saham untuk Membangun Kekayaan Jangka Panjang
BRI Tebar Cashback 50 Persen untuk Beli Voucher Games di BRImo, Bisa Dapat Rp100 Ribu Tiap Bulan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harga Selengkapnya Disini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 Turun, Cek Harga Terbarunya Disini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:19 WIB

IHSG Berpeluang Tembus 6.600, 6 Saham Ini Masuk Radar Investor untuk Cari Cuan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 25 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkapnya Disini

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Daftar Lengkap dan Harga Terbarunya

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Terbaru Agustus 2026: Mana yang Paling Menguntungkan?

Berita Terbaru