SPORT,JS- Spekulasi soal masa depan Mohamed Salah kembali mencuat. Penurunan performa musim ini membuat posisinya di Liverpool tak lagi sepenuhnya aman.
Sepanjang musim berjalan, Salah baru mencetak tujuh gol di semua kompetisi. Catatan itu jauh dari standar tinggi yang selama bertahun-tahun ia bangun di Anfield. Situasi tersebut langsung memicu diskusi internal dan eksternal soal regenerasi lini serang The Reds.
Ketegangan dengan Arne Slot Mempercepat Isu Pergantian
Masalah tak berhenti di lapangan. Beberapa waktu lalu, Salah melontarkan kritik terbuka terhadap klub dan pelatih anyar Arne Slot. Pernyataan itu memicu kontroversi dan memperkuat rumor kepindahan.
Meski klub-klub Arab Saudi menyatakan minat serius, Liverpool memilih menahan Salah hingga akhir musim. Namun, sinyal perpisahan tetap menguat.
Emile Heskey Angkat Bicara Soal Suksesor Salah
Di tengah situasi tersebut, mantan penyerang Liverpool Emile Heskey ikut memberikan pandangannya. Ia menilai Liverpool tidak mungkin menemukan pengganti yang benar-benar setara dengan Salah.
Menurut Heskey, pendekatan terbaik justru mencari pemain dengan karakter berbeda agar sistem permainan ikut berevolusi.
“Anda tidak bisa menggantikan Mohamed Salah secara langsung. Klub harus mencari sesuatu yang lain,” ujar Heskey.
Khvicha Kvaratskhelia Jadi Opsi Utama
Pertama, Heskey menyebut Khvicha Kvaratskhelia sebagai kandidat terkuat. Pemain Paris Saint-Germain itu dinilai cocok dengan ide permainan baru Slot.
Kecepatan, kreativitas, dan keberanian duel satu lawan satu membuat Kvaratskhelia dianggap mampu menjadi pusat serangan baru Liverpool, meski dengan gaya berbeda dari Salah.
Selain itu, Heskey juga melirik Jarrod Bowen. Pemain West Ham United tersebut memang bukan peningkatan kualitas dibanding Salah, tetapi memiliki nilai lain.
Bowen dikenal disiplin, agresif, dan rela bekerja ekstra untuk tim. Karakter itu dinilai penting jika Slot benar-benar mengubah formasi, termasuk wacana bermain tanpa winger murni.
Christian Pulisic, Nama yang Mengejutkan
Menariknya, Heskey juga menyebut Christian Pulisic sebagai opsi realistis.
Pulisic sempat kesulitan di Inggris, meski pernah menjadi bagian dari skuad juara Liga Champions. Namun, sejak bergabung dengan AC Milan, grafik performanya kembali menanjak dengan torehan 42 gol dalam tiga musim.
“Dia sangat langsung dan menyulitkan pertahanan. Saya ingin melihatnya kembali ke Liga Inggris dengan pembuktian baru,” kata Heskey.
Liverpool Terpeleset, Tekanan Kian Besar
Sementara itu, performa Liverpool secara tim juga belum stabil. Setelah menjadi juara musim lalu, mereka kini tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Arsenal.
Gol penentuan dari Alexis Mac Allister saat melawan Nottingham Forest setidaknya menjaga asa The Reds. Namun, posisi keenam klasemen jelas belum sesuai ekspektasi.
Laga Kontra West Ham Jadi Penentu Momentum
Selanjutnya, Liverpool akan menghadapi West Ham dalam laga penting akhir pekan ini. Kemenangan tak hanya dibutuhkan untuk menjaga peluang empat besar, tetapi juga untuk meredam isu internal yang terus mengiringi masa depan Mohamed Salah.(*)









