Investor Domestik Menguat, Saham Bank Jumbo Tetap Solid

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi investor domestik menguat di pasar saham.

Ilustrasi investor domestik menguat di pasar saham.

BISNIS,JS- Kepemilikan investor domestik di saham perbankan berkapitalisasi besar terus menguat. Pada saat yang sama, investor asing masih mengurangi eksposur dan memilih bersikap wait and see di tengah ketidakpastian global.

Kondisi ini membuat investor lokal tampil sebagai penopang utama pergerakan saham bank-bank besar di pasar modal Indonesia.

Data KSEI: Jumlah Investor Lokal Naik Tajam

Mengacu pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Januari 2026, lonjakan jumlah investor domestik terlihat merata di saham perbankan papan atas.

Jumlah investor lokal di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkat 55,78 persen secara tahunan. Peningkatan ini menjadi yang tertinggi di antara bank besar lainnya.

Baca Juga :  Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sementara itu, investor domestik di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 27,69 persen. Kenaikan juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 21,09 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 12,17 persen.

Kepemilikan Saham Lokal Ikut Menggemuk

Tak berhenti pada jumlah investor, porsi saham yang dikuasai individu domestik juga meningkat signifikan.

Di BMRI, kepemilikan investor lokal mencapai 4,38 miliar saham atau melonjak 108,6 persen yoy. Selanjutnya, kepemilikan domestik di BBCA naik 65,18 persen menjadi 8,76 miliar saham.

Adapun BBRI mencatat kenaikan 26,27 persen menjadi 12,36 miliar saham. Sementara itu, kepemilikan di BBNI relatif stabil dengan kenaikan tipis 2,33 persen menjadi 2,35 miliar saham.

Baca Juga :  Mulai Investasi Hanya Rp 50.000, Ini Cara Menabung Emas di Pegadaian

Asing Terus Menyusutkan Porsi

Sebaliknya, investor asing konsisten mengurangi kepemilikan di saham perbankan besar.

Porsi asing di BBCA turun 10,41 persen yoy. Penurunan juga terjadi di BBNI sebesar 11,28 persen, BMRI 11,94 persen, dan BBRI sebesar 6,20 persen.

Tren ini menegaskan pergeseran keseimbangan kepemilikan dari asing ke domestik.

Investor Lokal Jadi Penopang Utama

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pergeseran ini mencerminkan kekuatan likuiditas domestik.

“Valuasi saham bank besar masih menarik. Fundamentalnya kuat, sementara likuiditas investor lokal sangat besar,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak institusi domestik membutuhkan imbal hasil di atas obligasi, tetapi tetap menginginkan risiko yang terukur. Kondisi tersebut mendorong minat berkelanjutan pada saham bank jumbo.

Ketidakpastian Global Tahan Langkah Asing

Pandangan senada datang dari analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer. Menurutnya, dominasi investor domestik terjadi karena investor asing masih menahan transaksi di tengah ketidakpastian global dan arah suku bunga.

“Setiap kali harga terkoreksi, investor lokal langsung memanfaatkan momentum untuk akumulasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Perlu Jago Analisis, Ini Cara Mudah Menilai Saham yang Layak Dibeli

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perlambatan kredit atau tekanan ekonomi dapat membatasi ruang kenaikan harga saham.

Risiko Fundamental Masih Perlu Dicermati

Dari sisi fundamental, analis BRI Danareksa, Abida Massi Armand, menyoroti potensi tekanan dari perlambatan pertumbuhan kredit. Kondisi tersebut berpotensi menekan margin bunga bersih dan laba perbankan.

Selain itu, volatilitas arus dana asing dan perubahan suku bunga tetap menjadi risiko utama bagi sektor perbankan.

Namun demikian, dominasi investor domestik diperkirakan bertahan hingga muncul kejelasan hasil evaluasi MSCI, mengingat besarnya bobot saham bank Indonesia dalam indeks global.

Pergerakan Stabil, Tapi Kenaikan Terbatas

Selama ketidakpastian global berlanjut, penyesuaian portofolio investor asing justru memberi ruang bagi investor domestik. Dampaknya, pergerakan harga saham bank cenderung lebih stabil.

Meski begitu, potensi kenaikan harga dinilai masih terbatas tanpa masuknya dana asing dalam skala besar.

Rekomendasi Taktis Saham Bank Jumbo

Dalam strategi jangka pendek, Hendra menilai saham bank besar masih menarik jika dicermati secara selektif.

Ia merekomendasikan BBCA untuk speculative buy dengan target Rp7.700. Selanjutnya, BMRI cocok untuk trading buy dengan target Rp5.600. Adapun BBNI dinilai layak speculative buy dengan target Rp5.000.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan kredit dan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Terbongkar! Biaya Admin dan Keuntungan Usaha BRILink 2026, Modal Kecil Bisa Cuan Jutaan Tiap Bulan
Rahasia Sukses Usaha BRILink 2026: Modal Kecil, Mesin EDC Mudah Didapat, Pelanggan Datang Sendiri!
Terbukti Cuan! Cara Memulai Usaha BRILink 2026, Modal Kecil Untung Jutaan per Bulan
Investor Jerman Incar Hilirisasi Kelapa Tanjab Timur: Peluang Emas Industri Bernilai Ekspor Tinggi
Investasi Muaro Jambi Meledak 2025! Pemkab Bentuk Tim Khusus, Pengusaha Tak Lagi Diperiksa Berkali-Kali
Biaya Admin DANA 2026 Terbaru: Cara Transfer Gratis ke Bank + Strategi Hemat untuk Pengusaha Digital Raup Untung Lebih Besar
Strategi Agresif B2B PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk: Target Double Digit di Tengah Krisis Global, Ini Kunci Cuan Baru!
Cybersecurity Meledak 2026! Saham ITSEC Asia (CYBR) Diuntungkan Lonjakan Serangan Siber Global
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 22:00 WIB

Terbongkar! Biaya Admin dan Keuntungan Usaha BRILink 2026, Modal Kecil Bisa Cuan Jutaan Tiap Bulan

Sabtu, 11 April 2026 - 19:00 WIB

Rahasia Sukses Usaha BRILink 2026: Modal Kecil, Mesin EDC Mudah Didapat, Pelanggan Datang Sendiri!

Sabtu, 11 April 2026 - 16:00 WIB

Terbukti Cuan! Cara Memulai Usaha BRILink 2026, Modal Kecil Untung Jutaan per Bulan

Sabtu, 11 April 2026 - 15:30 WIB

Investor Jerman Incar Hilirisasi Kelapa Tanjab Timur: Peluang Emas Industri Bernilai Ekspor Tinggi

Sabtu, 11 April 2026 - 13:30 WIB

Investasi Muaro Jambi Meledak 2025! Pemkab Bentuk Tim Khusus, Pengusaha Tak Lagi Diperiksa Berkali-Kali

Berita Terbaru

Pemprov dan Enam Bupati Se-Sulbar Sepakat tidak Pecat PPPK

Nasional

Pemprov dan Enam Bupati Se-Sulbar Sepakat Tak akan Pecat PPPK

Sabtu, 11 Apr 2026 - 20:30 WIB