SAROLANGUN,JS- Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari realisasi visi dan misi kepala daerah. Kali ini, perbaikan menyasar ruas jalan rusak yang menghubungkan Desa Sepintun dengan Desa Taman Bandung, Kecamatan Pauh.
Perbaikan Menyasar Beberapa Titik Strategis
Melalui Dinas PU-PR Kabupaten Sarolangun, pemerintah daerah mengerahkan alat dan tenaga untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Secara bertahap, petugas mengerjakan ruas jalan dari Desa Lamban Sigatal menuju Desa Sepintun. Selanjutnya, pengerasan dilanjutkan pada jalur penghubung Desa Sepintun ke Desa Taman Bandung.
Panjang Pekerjaan Capai 500 Meter
Hingga saat ini, perbaikan dan pengerasan jalan telah berjalan sepanjang kurang lebih 500 meter. Pemerintah daerah menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi medan dan cuaca agar hasil pembangunan lebih maksimal dan tahan lama.
Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, perbaikan ini juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat antar desa.
Bupati: Jalan Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Bupati Sarolangun H Hurmin menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut bertujuan membuka akses ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Pauh Timur.
Menurutnya, jalan yang layak akan mempermudah aktivitas harian warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas pelajar dan pelaku usaha.
“Kami ingin masyarakat lebih mudah beraktivitas. Dengan akses jalan yang baik, perekonomian warga bisa bergerak lebih cepat,” ujar Hurmin.
Perbaikan Jalan Trans SAD Jadi Prioritas Berikutnya
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah memfokuskan perbaikan Jalan Trans SAD di Desa Sepintun. Setelah pekerjaan di titik saat ini selesai, pemerintah berencana melanjutkan perbaikan ke ruas jalan lain yang mengalami kerusakan.
“Insyaallah, setelah ini kami lanjutkan ke spot-spot rusak lainnya,” kata Hurmin.
Pemkab Akui Keterbatasan, Namun Tetap Berkomitmen
Lebih lanjut, Hurmin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sarolangun tetap berkomitmen memperhatikan akses jalan masyarakat yang menjadi kewenangan daerah. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa setiap pembangunan membutuhkan proses yang tidak singkat.
“Mulai dari perencanaan, penganggaran, sampai pelaksanaan di lapangan, semuanya butuh waktu. Jalan rusak akibat cuaca ekstrem akan kami tangani secara bertahap,” jelasnya.
Ia pun mengakui keterbatasan anggaran dan armada alat berat milik pemerintah daerah. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen pemkab dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang merata bagi masyarakat Sarolangun.(*)









