TEKNOLOGI,JS- Platform kecerdasan buatan milik Google, Google Gemini, terus menambah fitur kreatif. Kini, pengguna dapat membuat lagu, gim sederhana, hingga konsep konten bertema drama Korea hanya dengan perintah teks atau prompt.
Melalui pembaruan ini, Google ingin membuka ruang kreativitas yang lebih luas, terutama selama Ramadan, ketika aktivitas digital masyarakat meningkat.
Ramadan Dorong Lonjakan Aktivitas Kreatif
Seiring meningkatnya waktu luang menjelang berbuka dan sahur, tren pencarian digital pun berubah. Masyarakat Indonesia semakin aktif mencari hiburan ringan dan aktivitas kreatif.
Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan, menyebut kata kunci seperti game ngabuburit, desain ucapan Idul Fitri, dan game Ramadan mendominasi pencarian warganet selama bulan puasa.
Menurutnya, tren ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan hiburan yang interaktif sekaligus bermakna.
Google Gemini Tawarkan Solusi Lewat AI Generatif
Melihat kebutuhan tersebut, Google Gemini hadir sebagai solusi. Platform ini memudahkan pengguna menuangkan ide kreatif tanpa memerlukan keahlian teknis khusus.
Dengan satu prompt, pengguna bisa menghasilkan konsep visual, audio, hingga alur permainan. Pendekatan ini membuat proses berkarya terasa lebih cepat dan menyenangkan.
Bikin Gim Sendiri Lewat Fitur Canvas
Salah satu fitur unggulan Gemini adalah Canvas. Melalui fitur ini, pengguna dapat merancang konsep gim dengan menjelaskan tema, gameplay, dan gaya visual.
Sebagai contoh, pengguna bisa meminta Gemini membuat gim bertema “Ngabuburit Simulator”. Gim tersebut dapat berisi aktivitas berburu bahan makanan, memasak, hingga membagikan takjil, lengkap dengan visual cerah bernuansa Indonesia dan mode co-op tiga pemain.
Meski begitu, Google menegaskan bahwa hasilnya berupa prototipe atau rancangan awal. Pengguna masih perlu mengembangkan lebih lanjut jika ingin merilis gim secara komersial.
Lyria 3 Hadirkan Lagu dari Teks
Selain gim, Google juga memperkenalkan Lyria 3, model musik generatif terbaru besutan Google DeepMind.
Teknologi ini memungkinkan pengguna menciptakan lagu berdurasi sekitar 30 detik hanya dari deskripsi teks. Pengguna bahkan tidak perlu menulis lirik secara detail.
“Tahun ini, pengguna bisa mengirim kartu ucapan Idul Fitri dalam bentuk lagu,” ujar Feliciana saat acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat (27/2).
Saat ini, Lyria 3 tersedia di aplikasi Gemini untuk pengguna berusia minimal 18 tahun dan mendukung sejumlah bahasa asing, seperti Inggris, Jepang, dan Korea.
Lagu Personal Tanpa Ribet Lirik
Lebih lanjut, pengguna dapat menentukan genre, suasana hati, hingga gaya musik sesuai keinginan. Gemini juga memungkinkan penambahan foto atau video sebagai referensi emosional.
Hasilnya, AI akan membuat trek musik berdurasi 30 detik lengkap dengan sampul visual yang dihasilkan secara otomatis. Proses ini membuat pembuatan lagu personal terasa jauh lebih sederhana.
Konten Ala Drama Korea dalam Sekali Prompt
Tak berhenti di musik dan gim, Gemini juga membantu pengguna merancang konten kreatif bertema tertentu, termasuk konsep acara bernuansa drama Korea.
Sebagai contoh, pengguna bisa meminta rekomendasi restoran, konsep makan malam, hingga draf undangan dengan estetika K-Drama untuk dibagikan ke grup percakapan. Fitur ini berfokus pada ide dan konsep, bukan produksi serial drama.
Pendekatan Lokal Jadi Kunci Pengembangan
Di sisi lain, Feliciana menegaskan bahwa Google Gemini terus menyesuaikan pengembangannya dengan konteks lokal Indonesia. Budaya Ramadan dan kebiasaan digital masyarakat menjadi perhatian utama.
Google menilai AI generatif dapat berperan sebagai alat ekspresi kreatif. Mulai dari hiburan ringan, gim sederhana, hingga kartu ucapan Idul Fitri berbasis musik dan visual, semuanya kini dapat diwujudkan hanya melalui teks.(*)









