Waspada!, Modus QR Code Baru 2026 Bisa Bobol Rekening dan Akun dalam Hitungan Detik

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- Dunia keamanan siber kembali menghadapi ancaman baru yang semakin canggih. Kali ini, pelaku kejahatan digital memanfaatkan QR Code berbentuk karakter teks atau ASCII untuk mengelabui korban dan menghindari sistem deteksi keamanan.

Tren serangan ini menjadi perhatian serius para pakar cyber security global karena mampu melewati berbagai sistem penyaringan email yang selama ini mengandalkan pemindaian gambar maupun tautan berbahaya.

Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat dan perusahaan, metode baru tersebut berpotensi memicu lonjakan kasus pencurian data, pembobolan akun, hingga kerugian finansial dalam jumlah besar.

QR Code Tidak Lagi Berbentuk Gambar

Selama ini masyarakat mengenal QR Code sebagai gambar kotak hitam putih yang dapat dipindai menggunakan kamera ponsel. Namun kini, pelaku phishing mulai mengubah strategi.

Alih-alih mengirim QR Code dalam bentuk gambar, mereka menyusunnya menggunakan rangkaian karakter teks yang dikenal sebagai ASCII Art.

Teknik ini memungkinkan pelaku menampilkan pola QR Code yang tetap dapat dipindai oleh kamera smartphone meskipun sebenarnya hanya tersusun dari huruf, angka, dan simbol.

Akibatnya, banyak sistem keamanan email gagal mengenali ancaman tersebut karena tidak mendeteksinya sebagai gambar maupun tautan aktif.

Baca Juga :  QR Code SPBU Otomatis Blokir Mobil Ini Mulai 1 Juni 2026, Cek Daftarnya Sekarang

Lonjakan Serangan Phishing Berbasis QR Code

Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan peningkatan signifikan serangan phishing berbasis QR Code.

Pada paruh kedua tahun 2025, jumlah deteksi serangan jenis ini meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelaku kejahatan digital terus mencari metode baru untuk mengecoh sistem keamanan modern.

Selain itu, semakin banyak perusahaan yang mengandalkan QR Code dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Kondisi tersebut menciptakan peluang besar bagi penjahat siber untuk memanfaatkan celah keamanan yang ada.

Modus Penipuan yang Sulit Dideteksi

Dalam skenario yang ditemukan para peneliti keamanan siber, korban menerima email yang tampak berasal dari rekan kerja atau mitra bisnis terpercaya.

Pelaku kemudian menyisipkan pesan yang meminta korban membuka dokumen penting atau kontrak kerja yang harus segera ditandatangani.

Selanjutnya, email tersebut menampilkan QR Code dalam bentuk karakter teks.

Ketika korban memindainya menggunakan smartphone, kode tersebut mengarahkan pengguna ke situs palsu yang dirancang menyerupai halaman login resmi perusahaan.

Tanpa menyadari jebakan tersebut, korban memasukkan username dan password.

Dalam hitungan detik, pelaku berhasil memperoleh akses ke akun perusahaan, email bisnis, hingga sistem internal organisasi.

Mengapa QR Code ASCII Sangat Berbahaya?

Banyak pengguna masih menganggap QR Code sebagai teknologi yang aman. Padahal, QR Code hanya berfungsi sebagai media penyimpan informasi dan tautan.

Karena itu, siapa pun dapat membuat QR Code yang mengarah ke situs berbahaya.

QR Code ASCII bahkan memiliki tingkat bahaya lebih tinggi karena:

1. Sulit Dideteksi Sistem Keamanan

Sebagian besar email security gateway memindai gambar dan tautan aktif.

Sementara itu, QR Code berbentuk teks sering kali lolos tanpa pemeriksaan mendalam.

2. Membuat Korban Lebih Percaya

Bentuknya yang unik membuat banyak pengguna menganggap kode tersebut sebagai bagian dari dokumen resmi.

Akibatnya, tingkat keberhasilan serangan phishing meningkat.

3. Menargetkan Perangkat Mobile

Mayoritas pengguna memindai QR Code menggunakan smartphone.

Di sisi lain, perangkat mobile biasanya memiliki perlindungan keamanan yang lebih terbatas dibandingkan komputer perusahaan.

4. Memicu Pencurian Data Massal

Setelah memperoleh kredensial korban, pelaku dapat mengakses email, data pelanggan, dokumen bisnis, hingga informasi keuangan.

Teknik Lama yang Kembali Digunakan

Menariknya, metode ASCII Art sebenarnya bukan teknologi baru.

Pada era awal internet, pengirim spam sering menggunakan kombinasi karakter teks untuk menyamarkan pesan dan menghindari filter email.

Kini, para pelaku kejahatan siber menghidupkan kembali teknik tersebut dengan pendekatan yang lebih modern.

Mereka menggabungkan ASCII Art dengan QR Code sehingga menghasilkan metode serangan yang lebih efektif dan sulit dideteksi.

Baca Juga :  BI Perluas QRIS ke 8 Negara, Dorong Transaksi Digital

Cara Melindungi Diri dari QR Code Palsu

Para pakar keamanan siber menyarankan pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap QR Code yang diterima melalui email atau pesan instan.

Beberapa langkah perlindungan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Jangan memindai QR Code dari sumber tidak dikenal.
  • Verifikasi identitas pengirim sebelum membuka dokumen penting.
  • Periksa alamat website setelah melakukan pemindaian.
  • Hindari memasukkan password perusahaan melalui halaman yang dibuka dari QR Code.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
  • Gunakan solusi keamanan email modern.
  • Perbarui perangkat dan aplikasi secara berkala.
  • Laporkan email mencurigakan kepada tim IT perusahaan.

Ancaman Siber Diprediksi Terus Meningkat

Pakar keamanan digital memperkirakan tren phishing berbasis QR Code akan terus berkembang sepanjang 2026.

Selain QR Code ASCII, pelaku kemungkinan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), deepfake, dan teknik rekayasa sosial yang lebih kompleks untuk memperdaya korban.

Karena itu, perusahaan tidak hanya perlu mengandalkan teknologi keamanan, tetapi juga meningkatkan edukasi karyawan secara berkelanjutan.

Kesadaran pengguna menjadi lapisan pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman siber modern.

FAQ

Apa itu QR Code ASCII?

QR Code ASCII merupakan kode QR yang dibentuk menggunakan karakter teks, simbol, angka, dan huruf sehingga tetap dapat dipindai oleh kamera smartphone.

Mengapa QR Code ASCII berbahaya?

Metode ini mampu melewati sistem keamanan email yang biasanya mendeteksi gambar atau tautan berbahaya.

Apa tujuan utama pelaku?

Pelaku ingin mencuri username, password, data perusahaan, informasi keuangan, dan akses ke sistem internal organisasi.

Bagaimana cara mengetahui QR Code palsu?

Periksa sumber pengirim, verifikasi tujuan tautan, dan hindari memasukkan data sensitif setelah memindai QR Code yang mencurigakan.

Apakah smartphone rentan terhadap serangan ini?

Ya. Mayoritas korban memindai QR Code menggunakan smartphone sehingga risiko pencurian data melalui perangkat mobile meningkat.

Kesimpulan

Modus penipuan online terbaru menggunakan QR Code berbentuk karakter teks ASCII menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus berinovasi untuk menghindari sistem keamanan digital. Teknik tersebut mampu melewati berbagai filter email dan mengarahkan korban ke situs phishing yang dirancang untuk mencuri data penting.

Karena itu, masyarakat dan perusahaan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap QR Code yang diterima melalui email maupun aplikasi pesan. Dengan kombinasi edukasi keamanan siber, verifikasi sumber informasi, serta penggunaan sistem perlindungan yang lebih canggih, risiko pencurian data dan pembobolan akun dapat diminimalkan.(*)

Berita Terkait

Safari Geser Chrome? Ini Alasan Pengguna MacBook dan iPhone Mulai Beralih
Biaya Admin Tokopedia 2026 Naik? Ini Rincian Potongan Jualan Terbaru yang Bikin Seller Kaget
Terbaru Juni 2026, Ini Cara Transfer DANA ke E-Wallet Lain Tanpa Ribet, Begini Trik Amannya
Saldo Rekening Bisa Ludes! Ini Cara Aman Pakai M-Banking BCA agar Terhindar dari Penipuan dan Peretasan Digital
Terbongkar! Strategi Monetisasi FB Pro yang Bikin Kreator Facebook Cepat Gajian dan Raih Penghasilan Besar
Cara Daftar Seller Tokopedia 2026 Lengkap: Syarat, Verifikasi KTP, hingga Cara Buka Toko Online Cepat Cair
Terbaru Juni 2026, Ini Daftar Lengkap Tarif Transfer, Top Up, dan Tarik Tunai di Aplikasi DANA
Biaya Admin M-Banking BCA 2026 Terbaru: Cek Potongan Bulanan, Tarif Transfer
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:05 WIB

Waspada!, Modus QR Code Baru 2026 Bisa Bobol Rekening dan Akun dalam Hitungan Detik

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:01 WIB

Safari Geser Chrome? Ini Alasan Pengguna MacBook dan iPhone Mulai Beralih

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Biaya Admin Tokopedia 2026 Naik? Ini Rincian Potongan Jualan Terbaru yang Bikin Seller Kaget

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:03 WIB

Terbaru Juni 2026, Ini Cara Transfer DANA ke E-Wallet Lain Tanpa Ribet, Begini Trik Amannya

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:06 WIB

Saldo Rekening Bisa Ludes! Ini Cara Aman Pakai M-Banking BCA agar Terhindar dari Penipuan dan Peretasan Digital

Berita Terbaru

Kode redeem FC Mobile hari ini

Dunia Game

Update Terbaru, Kode Redeem FC Mobile 6 Juni 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 01:02 WIB