Dana Pensiun Sukarela Melejit, SBN Jadi Primadona!

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi investasi industri dana pensiun sukarela

Ilustrasi investasi industri dana pensiun sukarela

BISNIS,JS,- Investasi dana pensiun sukarela (DPS) mencatat pertumbuhan positif pada Januari 2026, mencapai total investasi Rp399,27 triliun atau naik 7,61% dibanding periode sama tahun lalu (YoY). Pertumbuhan ini menunjukkan minat investor tetap kuat meski kondisi pasar berfluktuasi.

SBN Kuasai Portofolio Investasi

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan dominasi Surat Berharga Negara (SBN) dalam portofolio DPS. Dia menyebutkan, SBN mencapai Rp154,32 triliun atau 38,65% dari total investasi. Posisi kedua ditempati deposito sebesar Rp109,94 triliun (27,04%), sementara saham hanya Rp22,53 triliun (5,64%).

Baca Juga :  Modal Kecil tapi Menjanjikan, Investasi Perak Kini Jadi Incaran

“Dominasi SBN menunjukkan strategi investasi yang aman dan stabil,” kata Ogi.

Pergeseran Dana ke Deposito

Ogi menambahkan, penempatan dana pada Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hanya Rp2,92 triliun atau 0,73% dari total portofolio. Penurunan ini terjadi karena beberapa instrumen SRBI jatuh tempo, lalu OJK mengalihkannya ke SBN dan deposito untuk memaksimalkan portofolio dan menjaga likuiditas.

Selain itu, dana di deposito meningkat karena investor ingin mempertahankan likuiditas, menikmati suku bunga yang kompetitif, dan memenuhi kewajiban jangka pendek, khususnya di DPLK yang pesertanya cenderung memilih instrumen pasar uang.

“Perubahan ini mencerminkan strategi asset liability management dan kehati-hatian, bukan akibat kebijakan tertentu,” tegas Ogi.

Baca Juga :  Jelang RUPS, Saham Berdividen Tinggi Jadi Rebutan Investor

Kinerja ROI Tetap Positif

Ogi memaparkan Return on Investment (ROI) dana pensiun sukarela hingga Desember 2025 mencapai 8,17%, sementara Januari 2026 tercatat 0,31% secara bulanan (MtM). Dia menilai hasil ini menunjukkan pengelolaan yang konservatif, namun tetap fokus pada pemenuhan kewajiban jangka panjang.

“Pendekatan ini menjaga kesinambungan portofolio dan memberikan keamanan bagi peserta dana pensiun,” tambahnya.(*)

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026
Tabungan Emas vs Beli Emas Langsung, Mana Lebih Untung di 2026?
Cara Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian 2026, Pinjaman Hingga Rp200 Juta
Aturan Baru OJK 2026: Finfluencer Wajib Punya Sertifikasi atau Terancam Diblokir
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juni 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Emas 24 Karat hingga 5 Karat Sebelum Beli
Dolar AS Dekati Rp18.000, Berikut Kurs Terbaru di Bank BCA, BRI, Mandiri dan BNI
Buruan Pesan! AirAsia Tebar Tiket Murah ke Kuala Lumpur, Bangkok dan Phuket
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:01 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Senin 29 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Daftar Lengkapnya Disini

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:01 WIB

Resmi Berubah, Berikut Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:01 WIB

Tabungan Emas vs Beli Emas Langsung, Mana Lebih Untung di 2026?

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:31 WIB

Cara Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian 2026, Pinjaman Hingga Rp200 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:01 WIB

Aturan Baru OJK 2026: Finfluencer Wajib Punya Sertifikasi atau Terancam Diblokir

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB