Jelang RUPS, Saham Berdividen Tinggi Jadi Rebutan Investor

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pilah-pilih saham royal dividen. (Sumber/Google)

Ilustrasi Pilah-pilih saham royal dividen. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Musim rilis laporan keuangan tahunan 2025 resmi dimulai. Momentum ini langsung dimanfaatkan investor untuk menyusun strategi baru, khususnya dengan mengoleksi saham-saham emiten berfundamental kuat yang konsisten membagikan dividen besar.

Seiring itu, minat terhadap saham berdividen tinggi kian terlihat jelas di pasar.

IDX High Dividend 20 Tancap Gas di Awal 2026

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks IDX High Dividend 20 mencatatkan kenaikan 4,93% secara year-to-date (YtD) hingga perdagangan Rabu (25/2/2026). Kinerja tersebut jauh mengungguli indeks saham unggulan LQ45 yang masih terkoreksi 0,41% YtD.

Baca Juga :  Tekanan IHSG Meningkat, Investor Beralih ke Saham Dividen Tinggi

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga belum mampu bangkit dan masih melemah 3,76% YtD. Perbedaan kinerja ini menegaskan bahwa investor mulai mengalihkan fokus ke saham-saham dengan potensi dividen besar.

Investor Amankan Posisi Jelang RUPS

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai lonjakan IDX High Dividend 20 terjadi seiring strategi investor yang mengamankan posisi lebih awal menjelang musim Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Investor melakukan front-running dan rotasi ke saham-saham berdividen tinggi. Mereka mengantisipasi payout besar serta memburu yield yang menarik,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Menurut Wafi, langkah ini wajar karena dividen kerap menjadi katalis jangka pendek yang kuat di pasar saham domestik.

Perbankan dan Energi Jadi Penopang Utama

Selanjutnya, Wafi menyoroti sektor perbankan dan energi sebagai kontributor utama penguatan indeks. Mayoritas emiten di sektor tersebut mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dan memiliki ruang besar untuk membagikan dividen.

Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berhasil membukukan laba Rp57,13 triliun pada 2025. Saham BBRI pun menguat 8,47% YtD hingga 25 Februari 2026.

Baca Juga :  Masih Bingung Soal Saham? Begini Cara Investor Mendapat Untung

Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan kenaikan harga saham 6,02% YtD, sejalan dengan torehan laba Rp56,3 triliun sepanjang tahun lalu.

Saham Tambang Ikut Mencuri Perhatian

Tak hanya perbankan, saham tambang juga menjadi sorotan. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melesat 41,59% YtD hingga perdagangan terakhir.

Penguatan tersebut muncul seiring ekspektasi pasar terhadap tren kenaikan harga emas yang berlanjut memasuki 2026. Antam pun dinilai memiliki daya tarik ganda, yakni dari sisi kinerja harga saham dan potensi dividen.

Dividen Jadi Magnet Investor Asing

Lebih lanjut, Wafi menilai kombinasi laba bersih yang kuat dan struktur neraca yang relatif minim utang memperbesar peluang dividend payout ratio yang tinggi pada tahun ini.

“Momentum dividen menjadi katalis domestik yang kuat. Faktor ini berpotensi menahan tekanan IHSG sekaligus menarik arus dana asing,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tengah tren penurunan suku bunga global, dividend yield emiten Indonesia tampak semakin kompetitif dibandingkan pasar negara lain.

Strategi Selektif Tetap Jadi Kunci

Meski peluang masih terbuka, Wafi mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati. Pasalnya, sejumlah saham dalam IDX High Dividend 20 telah mengalami kenaikan signifikan setelah tekanan akibat penyesuaian indeks MSCI mereda.

Oleh karena itu, ia menyarankan strategi buy on weakness atau akumulasi bertahap pada saham-saham berdividen tinggi, seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), BMRI, BBRI, serta PT Astra International Tbk. (ASII).

Dengan pendekatan selektif dan timing yang tepat, saham-saham berdividen tinggi masih menawarkan peluang menarik di tengah dinamika pasar saham awal 2026.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Transaksi Rp28 di Livin’ by Mandiri Bisa Dapat Paket Makanan, Ini Cara dan Jadwal Program Berbagi Jelang HUT ke-28
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 3 September 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar 24K hingga 12K
SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta
El Niño dan MBG Dorong Harga Pangan? Ini Risiko Inflasi Indonesia hingga Akhir 2026
KUR BSI 2026 Rp100 Juta: Cek Cicilan 1-5 Tahun, Syarat dan Cara Pengajuan Terbaru
Harga BBM Pertamina Naik 1 September 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.600, Ini Daftar Terbarunya
Harga Emas Perhiasan 1 September 2026 Naik atau Turun? Cek Daftarnya Disini
Update Harga Emas Perhiasan Sabtu 29 Agustus 2026: 24K Turun, Cek Harga Semua Karat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:01 WIB

Transaksi Rp28 di Livin’ by Mandiri Bisa Dapat Paket Makanan, Ini Cara dan Jadwal Program Berbagi Jelang HUT ke-28

Kamis, 3 September 2026 - 08:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 3 September 2026 Naik atau Turun? Cek Daftar 24K hingga 12K

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

SR025 BNI 2026: Investasi Mulai Rp1 Juta, Kupon 6,9%, Ada Cashback Rp15 Juta

Rabu, 2 September 2026 - 08:01 WIB

El Niño dan MBG Dorong Harga Pangan? Ini Risiko Inflasi Indonesia hingga Akhir 2026

Selasa, 1 September 2026 - 17:00 WIB

KUR BSI 2026 Rp100 Juta: Cek Cicilan 1-5 Tahun, Syarat dan Cara Pengajuan Terbaru

Berita Terbaru