KERINCI,JS- Dua pekan setelah gangguan sistem, layanan ATM dan m-banking Bank Jambi masih belum aktif hingga hari ini, Selasa (10/3/2026). Nasabah kini harus melakukan transaksi langsung di teller, terutama menjelang momen Idulfitri yang biasanya membuat kebutuhan finansial meningkat.
Gangguan Digital Memaksa Nasabah Mengantre
Mayoritas nasabah Bank Jambi merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang gajinya ditransfer melalui bank tersebut. Karena ATM dan layanan m-banking tidak berfungsi, para ASN terpaksa mengantre panjang hanya untuk menarik gaji atau tunjangan hari raya (THR). Kondisi ini semakin terasa di wilayah yang memiliki sedikit kantor cabang, seperti Kerinci dan Sungai Penuh.
Salah seorang ASN Kerinci menceritakan pengalaman sehari-harinya:
“Kami harus mengambil nomor antrian sejak bank buka, tetapi giliran baru datang siang hari. Proses ini sangat menguras waktu dan tenaga.”
Keluhan Nasabah Memuncak di Media Sosial
Kekecewaan nasabah juga mengalir deras melalui media sosial. Banyak yang menuntut percepatan pemulihan layanan. Salah seorang nasabah menulis:
“ATM & M.Banking BANK JAMBI hingga hari ini masih belum bisa diakses. Yook Bank JAMBI, mohon dipercepat! Kami sudah tidak sanggup lagi ngantri di teller. Sampai sekarang belum ada konfirmasi pasti dari pihak Bank Jambi. Sampai kapan ini akan berlalu?”
Keluhan serupa muncul di Kerinci dan Sungai Penuh. Para nasabah menyoroti minimnya langkah antisipasi untuk mengurai antrian, meski gangguan telah berlangsung beberapa pekan.
Peningkatan Antrean Karena Pencairan Gaji PPPK
Situasi semakin sulit karena pencairan gaji PPPK paruh waktu juga dimulai, otomatis membuat antrian di kantor cabang semakin panjang. Salah seorang ASN menambahkan,
“Anehnya, pihak Bank Jambi di Kerinci maupun Sungai Penuh seolah tidak memiliki strategi berarti untuk mengurangi antrian, seakan senang melihat nasabah menunggu berjam-jam di kantor.”
Nasabah Tetap Menunggu Solusi
Hingga saat ini, Bank Jambi belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan layanan ATM dan m-banking akan kembali normal. Nasabah berharap pihak bank segera mengambil langkah nyata, agar mereka dapat mengurus kebutuhan finansial menjelang Idulfitri tanpa harus menunggu berjam-jam di teller.(*)









