Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS – Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan proyek normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang tetap berlanjut pada 2026. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin menegaskan pembangunan tersebut menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memperkuat sektor pertanian masyarakat.

Kepastian itu disampaikan Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Jumat (8/5/2026).

Langkah Pemkot Sungai Penuh melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao langsung mendapat perhatian masyarakat. Pasalnya, proyek tersebut sebelumnya sempat terdampak efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat. Namun kini, pemerintah daerah kembali mendorong percepatan pembangunan agar kawasan rawan banjir di Hamparan Rawang mendapat perlindungan lebih maksimal.

Normalisasi Sungai Jadi Solusi Banjir Tahunan di Hamparan Rawang

Alfin menilai normalisasi Sungai Batang Merao menjadi solusi penting dalam menekan ancaman banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dan lahan pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga ingin memastikan produktivitas pertanian di Hamparan Rawang terus meningkat. Sebab, wilayah tersebut termasuk salah satu sentra pertanian utama di Kota Sungai Penuh.

“Program ini kami lanjutkan demi kepentingan masyarakat luas. Kami ingin mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga sektor pertanian tetap produktif,” ujar Alfin.

Rencana normalisasi mencakup pengerjaan sepanjang sekitar 1,68 kilometer. Jalur pengerjaan dimulai dari kawasan Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang.

Pemerintah berharap proyek tersebut mampu memperlancar aliran sungai yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyempitan di sejumlah titik.

Tujuh Jembatan Jadi Tantangan Utama Pengerjaan

Meski proyek normalisasi Sungai Batang Merao membawa dampak besar bagi masyarakat, pelaksanaan di lapangan tetap menghadapi tantangan cukup berat.

Alfin mengungkapkan jalur pengerjaan melewati tujuh jembatan yang berpotensi menghambat mobilitas alat berat menuju lokasi normalisasi.

Selain itu, tim pelaksana juga harus membongkar sementara beberapa tembok penahan banjir untuk membuka akses alat berat dan material proyek.

Tidak hanya itu, sejumlah kandang ternak milik warga serta area perkebunan di sekitar sungai juga diperkirakan terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Baca Juga :  Absensi ASN Makin Ketat, Pemkot Sungai Penuh Tekankan Kedisplinan

Karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh meminta dukungan penuh masyarakat agar proyek strategis tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pemkot Sungai Penuh Minta Dukungan Warga

Pemerintah daerah menilai keberhasilan normalisasi sungai sangat bergantung pada dukungan masyarakat sekitar.

Alfin meminta warga memahami bahwa proyek tersebut bertujuan melindungi kepentingan jangka panjang masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman banjir yang kerap merusak sawah dan infrastruktur.

Menurutnya, pemerintah akan terus mengutamakan komunikasi dengan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.

“Kami berharap masyarakat mendukung program ini karena manfaatnya sangat besar bagi daerah dan masa depan pertanian di Sungai Penuh,” katanya.

Selain fokus pada penanganan banjir, Pemkot Sungai Penuh juga ingin menciptakan sistem tata air yang lebih baik untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Luas Sawah Produktif di Sungai Penuh Terus Meningkat

Di sisi lain, Alfin menyampaikan perkembangan positif sektor pertanian di Kota Sungai Penuh.

Saat ini, luas sawah yang sudah kembali produktif di Kecamatan Sungai Penuh mencapai 2.165,87 hektare. Sementara itu, lahan pertanian aktif di Kecamatan Hamparan Rawang mencapai 775,14 hektare.

Data tersebut menunjukkan pembangunan infrastruktur pertanian mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Gebrakan Baru! Sungai Penuh Permudah Akses Keuangan, UMKM Siap Melesat

Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pendukung agar hasil pertanian masyarakat semakin meningkat setiap tahun.

Infrastruktur Penunjang Pertanian Terus Dibangun

Sebelum melanjutkan normalisasi Sungai Batang Merao, Pemerintah Kota Sungai Penuh lebih dulu membangun berbagai infrastruktur penunjang di kawasan Hamparan Rawang.

Beberapa proyek yang telah berjalan antara lain rehabilitasi daerah irigasi Bungkal, Simpang Tiga, dan Paling Serumpun.

Selain itu, pemerintah juga membangun tembok penahan banjir Air Sempit dan Air Sesat untuk memperkuat perlindungan kawasan pertanian dan permukiman warga.

Tidak berhenti di sana, Pemkot Sungai Penuh turut membangun jalan beton serta jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

Normalisasi Sungai Batang Merao Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Warga

Pemerintah optimistis proyek normalisasi Sungai Batang Merao tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ketika aliran sungai kembali normal dan lahan pertanian terbebas dari genangan, petani diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas panen secara signifikan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang juga berpotensi mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Karena itu, proyek normalisasi sungai menjadi salah satu program strategis yang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Sungai Penuh sepanjang 2026.

Dengan kombinasi pembangunan irigasi, pengendalian banjir, dan penguatan infrastruktur pertanian, Pemkot Sungai Penuh menargetkan kawasan Hamparan Rawang berkembang menjadi wilayah pertanian yang lebih modern, produktif, dan tahan terhadap bencana banjir.(AN)

Berita Terkait

Pilgub Jambi 2029 Mulai Memanas, Syarif Fasha Nyatakan Siap Maju
Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi Makin Meluas, 15 Hektare Terbakar: 3 Pesawat Water Bombing Dikerahkan
Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan
Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru
Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan
ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Ini 7 Tahapan Hukuman Disiplin PNS, dari Teguran hingga Pemberhentian
Karhutla Mulai Jadi Ancaman, BPBD Kerinci Minta Warga Hentikan Kebiasaan Bakar Lahan
Kabar Gembira PNS! Pengusulan Satyalancana Karya Satya Kota Sungai Penuh Resmi Dibuka, Ini Syarat, Link Daftar dan Cara Pengajuannya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Pilgub Jambi 2029 Mulai Memanas, Syarif Fasha Nyatakan Siap Maju

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Kebakaran Lahan Gambut Muaro Jambi Makin Meluas, 15 Hektare Terbakar: 3 Pesawat Water Bombing Dikerahkan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Ranperda Sungai Penuh Masuk Tahap Penting, Sekda Alpian Minta Regulasi Segera Disempurnakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Harga BBM Pertamina 8 Agustus 2026 di Jambi: Pertamax Rp16.300, Ini Daftar Lengkap Terbaru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Bungo Pintar Resmi Diluncurkan, Wamen Dikdasmen Dorong Integrasi Teknologi Pendidikan dengan Rumah Pendidikan

Berita Terbaru