SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mempercepat perluasan akses keuangan bagi masyarakat dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah lembaga perbankan nasional. Kolaborasi strategis ini berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (6/5/2026), dan langsung menargetkan peningkatan inklusi keuangan serta penguatan sektor UMKM.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Pemerintah kota tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan terjangkau.
Selain itu, kolaborasi ini mempertegas komitmen daerah dalam menghadirkan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
TPAKD Jadi Motor Penggerak Inklusi Keuangan
Melalui kerangka Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkot Sungai Penuh menegaskan arah kebijakan ekonomi yang lebih progresif. Program ini berfungsi sebagai wadah koordinasi antara pemerintah daerah, regulator, dan lembaga keuangan.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menekankan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan akses permodalan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong hadirnya solusi konkret melalui kerja sama dengan sektor keuangan.
Dengan adanya TPAKD, berbagai program strategis langsung diarahkan pada:
- Perluasan akses kredit UMKM
- Peningkatan literasi keuangan masyarakat
- Penguatan ekosistem ekonomi daerah
- Digitalisasi layanan keuangan
Langkah ini sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi Perbankan Perkuat Pembiayaan UMKM
Sejumlah lembaga keuangan turut ambil bagian dalam kolaborasi ini, di antaranya:
- Bank Negara Indonesia (BNI)
- Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Bank Mandiri
- Bank Syariah Indonesia
- Pegadaian
- Bank Jambi
- Bank Perkreditan Rakyat Kerinci
- Permodalan Nasional Madani melalui program ULaMM Syariah
Kehadiran berbagai lembaga tersebut memperluas pilihan pembiayaan bagi masyarakat. Pelaku UMKM kini tidak lagi bergantung pada satu sumber modal, melainkan bisa memilih skema pembiayaan sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha.
Selain itu, bank-bank tersebut juga menawarkan berbagai program unggulan seperti kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan syariah, hingga layanan keuangan digital.
Dampak Langsung bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lokal
Kolaborasi ini membawa dampak signifikan bagi pelaku UMKM di Sungai Penuh. Banyak pelaku usaha selama ini menghadapi kendala klasik, seperti sulitnya akses kredit, minimnya literasi keuangan, hingga terbatasnya jaminan.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga keuangan, pelaku UMKM dapat:
- Mengakses modal usaha dengan bunga ringan
- Mendapatkan edukasi pengelolaan keuangan
- Memanfaatkan layanan perbankan digital
- Mengembangkan usaha secara berkelanjutan
Lebih jauh lagi, peningkatan akses keuangan juga membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Literasi Keuangan Jadi Prioritas Utama
Tidak hanya fokus pada pembiayaan, Pemkot Sungai Penuh juga mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat. Pemerintah menyadari bahwa akses keuangan tanpa pemahaman yang baik justru dapat menimbulkan risiko baru.
Karena itu, program edukasi keuangan menjadi bagian penting dalam kerja sama ini.
Melalui sosialisasi dan pelatihan, masyarakat diajak untuk:
- Memahami produk keuangan
- Mengelola keuangan secara bijak
- Menghindari praktik pinjaman ilegal
- Memanfaatkan teknologi finansial
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga cerdas dalam menggunakannya.
Digitalisasi Jadi Kunci Transformasi Ekonomi
Seiring perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi faktor penting dalam mempercepat inklusi keuangan. Pemerintah Kota Sungai Penuh mendorong pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Perbankan kini menghadirkan berbagai inovasi seperti:
- Mobile banking
- Internet banking
- Dompet digital
- Pembayaran non-tunai
Dengan teknologi ini, masyarakat dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor bank.
Selain itu, digitalisasi juga membantu meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam sistem keuangan daerah.
Strategi Jangka Panjang: Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Pemkot Sungai Penuh tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek. Pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain:
- Memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke desa
- Mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan sektor swasta
- Mengembangkan ekosistem UMKM berbasis digital
- Meningkatkan daya saing produk lokal
Dengan strategi ini, Sungai Penuh berpotensi menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi inklusif terbaik di Provinsi Jambi.
Peluang Besar bagi Investor dan Pelaku Usaha
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor keuangan juga membuka peluang besar bagi investor. Dengan meningkatnya akses keuangan dan dukungan terhadap UMKM, iklim investasi di Sungai Penuh semakin menarik.
Investor dapat melihat potensi besar pada sektor:
- UMKM berbasis lokal
- Industri kreatif
- Pertanian dan perkebunan
- Perdagangan digital
Selain itu, stabilitas ekonomi daerah yang terus meningkat menjadi faktor tambahan yang menarik minat investasi.
Akses Keuangan Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Langkah Pemkot Sungai Penuh dalam menggandeng OJK dan perbankan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kolaborasi ini tidak hanya membuka akses permodalan, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan, memperkuat UMKM, dan mendorong digitalisasi ekonomi.
Jika program ini berjalan optimal, Sungai Penuh berpeluang besar menjadi contoh sukses daerah dalam membangun ekonomi berbasis inklusi keuangan.(AN)









