Waspada! “Iseng-Iseng Berhadiah” Bisa Menjebak Finansialmu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengertian maysir dan dampak buruknya

Ilustrasi pengertian maysir dan dampak buruknya

BISNIS,JS- Pernah nggak, lagi scrolling media sosial atau browsing internet, tiba-tiba muncul iklan aplikasi yang menjanjikan kemenangan besar hanya dengan modal receh? Rasanya pengen coba-coba, siapa tahu hoki terus bisa beli gadget baru tanpa harus menabung berbulan-bulan.

Fenomena “ingin cepat kaya” lewat jalan pintas ini masuk kategori maysir. Saat kamu kurang berhati-hati, pola pikir ini bisa merusak rencana keuangan masa depan. Bukannya untung, saldo tabungan justru bisa ludes untuk sesuatu yang tidak pasti dan menimbulkan kecanduan mental.

Apa Itu Maysir?

Secara sederhana, maysir adalah segala bentuk transaksi yang bersifat judi atau spekulasi ekstrem. Satu pihak bisa untung besar, tapi keuntungan itu selalu berasal dari kerugian pihak lain.

Baca Juga :  5 Investasi yang Harus Dimulai Cowok Sebelum Usia 30

Intinya, maysir merupakan zero-sum game, di mana uang hanya berpindah tangan berdasarkan keberuntungan semata. Tidak ada barang atau jasa nyata yang diproduksi. Kalau kamu menang, berarti orang lain kehilangan uang, begitu pun sebaliknya.

Mengapa Islam Melarang Maysir

Islam melarang maysir karena bisa menumbuhkan pola pikir pemalas dan suka jalan pintas. Bayangkan, jika semua orang hanya mengandalkan keberuntungan, siapa yang mau bekerja keras atau berinovasi?

Dalam Surah Al-Maidah ayat 90, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.”

Selain itu, maysir sering memicu konflik antar pemain. Pemenang merasa sombong, sementara yang kalah mudah merasa dendam. Pola ini jelas bertentangan dengan prinsip keadilan dan win-win solution dalam ekonomi Islam.

Baca Juga :  Tak Perlu Pusing, Begini Cara Memulai Investasi Dolar untuk Pemula

Tiga Kriteria Maysir

Supaya tidak terjebak, perhatikan tiga kriteria berikut:

  1. Taruhan materiil – Kamu harus menaruh uang atau aset bernilai. Jika kalah, aset itu bisa hilang tanpa kompensasi.
  2. Keuntungan dari kerugian orang lain – Sistem ini mengandalkan zero-sum game. Dalam ekonomi syariah, keuntungan harus lahir dari produksi atau bagi hasil yang adil.
  3. Dominasi keberuntungan murni – Jika hasil hanya bergantung pada nasib, tanpa usaha atau skill, itu jelas maysir. Kebiasaan ini bisa membuatmu ketergantungan pada angan-angan kosong dan menjauhkan dari pembangunan aset nyata.

Perbedaan Maysir dan Gharar

Banyak orang salah mengira kedua istilah ini sama. Sebenarnya:

  • Gharar muncul karena ketidakjelasan akad atau kontrak, misalnya beli kucing dalam karung tanpa tahu kondisinya.
  • Maysir adalah permainan judi dari awal, di mana satu pihak menang dan pihak lain rugi total.

Keduanya dilarang, tapi cara dan fokusnya berbeda.

Contoh Maysir di Era Digital

Sekarang, maysir muncul dalam bentuk modern dan tampak “keren”:

  • Kasino online atau slot digital
  • Mystery box dengan harga mahal tapi isinya tidak pasti
  • Aplikasi tebak skor atau undian berbayar

Meski kemasan aplikasi terlihat aesthetic atau user-friendly, pastikan kamu membeli produk nyata, bukan sekadar “angan-angan”.

Baca Juga :  Sumut Bidik Lonjakan Investor Saham 10%, Ini Strateginya!

Cara Efektif Menghindari Maysir

Untuk melindungi dompet dan mental finansialmu, lakukan langkah-langkah ini:

  1. Cek adanya underlying asset yang jelas – Pastikan uangmu digunakan untuk produk atau jasa nyata, bukan sekadar pergerakan angka berdasarkan keberuntungan.
  2. Riset model bisnis platform – Ketahui dari mana keuntungan berasal: produksi nyata atau sekadar uang pendaftaran anggota baru.
  3. Hindari janji keuntungan instan tanpa risiko – Semua keuntungan sah pasti ada risiko yang sepadan.
  4. Pilih produk keuangan terverifikasi DSN-MUI – Lembaga ini sudah men-screen mekanisme agar bebas dari unsur maysir.

Dengan begitu, uang hasil kerja kerasmu tetap aman, sementara mentalitas finansialmu terjaga.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina Terbaru 5 Juli 2026 Resmi Berlaku! Cek Daftar Harga yang Berlaku di Sumatera
Daftar Harga Emas Perhiasan Terbaru 5 Juli 2026, Cek Emas 24K, 22K hingga 12K Sebelum Naik Lagi
Top Gainers BEI Pekan Ini: 10 Saham Melonjak hingga 71 Persen di Tengah Pelemahan IHSG
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 4 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya
Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026
Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri
IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:51 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 5 Juli 2026 Resmi Berlaku! Cek Daftar Harga yang Berlaku di Sumatera

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:01 WIB

Daftar Harga Emas Perhiasan Terbaru 5 Juli 2026, Cek Emas 24K, 22K hingga 12K Sebelum Naik Lagi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 4 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri

Berita Terbaru