ChatGPT untuk Remaja Resmi Hadir: Fitur Baru untuk Usia 13–17 Tahun, Orang Tua Bisa Atur Jam Penggunaan

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI,JS- OpenAI memperkuat perlindungan bagi pengguna muda dengan menghadirkan pengalaman ChatGPT khusus remaja. Fitur ini dirancang untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun dengan sistem keamanan yang lebih ketat, dukungan belajar, serta kontrol orang tua yang memungkinkan keluarga mengatur cara anak menggunakan chatbot AI.

Kehadiran ChatGPT for Teens menjadi perhatian karena penggunaan artificial intelligence (AI) terus berkembang di kalangan pelajar. Remaja kini memanfaatkan AI bukan hanya untuk mencari informasi, tetapi juga untuk memahami pelajaran, menyusun ide, berlatih soal, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan sekolah.

OpenAI menempatkan aspek keamanan dan perkembangan usia sebagai bagian penting dalam pengalaman tersebut. Sistem ChatGPT dapat menerapkan pengalaman remaja ketika pengguna menyatakan dirinya berusia 13–17 tahun atau ketika sistem memperkirakan akun tersebut milik seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Jika sistem belum dapat memastikan usia pengguna, ChatGPT dapat memilih pengalaman dengan perlindungan yang lebih ketat.

Informasi resmi OpenAI menyebut akun yang masuk ke pengalaman remaja memperoleh perlindungan tambahan secara default. Perlindungan tersebut antara lain membantu mengurangi respons yang mengandung kekerasan grafis, tantangan viral berisiko, roleplay seksual atau kekerasan, serta konten yang mendorong standar kecantikan ekstrem atau pola diet tidak sehat.

ChatGPT Teen Experience Dirancang Lebih Aman

Perbedaan utama antara pengalaman ChatGPT untuk remaja dan pengguna dewasa terletak pada lapisan perlindungannya.

OpenAI mengembangkan sistem agar ChatGPT memberikan respons yang lebih sesuai dengan usia pengguna. Karena itu, topik sensitif mendapatkan perlakuan yang lebih hati-hati.

Perlindungan tersebut mencakup sejumlah kategori yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna muda, termasuk self-harm, kekerasan grafis, tantangan viral berbahaya, konten seksual atau romantis, serta masalah citra tubuh dan diet tidak sehat.

Namun, OpenAI juga mengingatkan bahwa sistem keamanan AI tidak sempurna. Fitur pengurangan konten sensitif bertujuan menurunkan kemungkinan munculnya respons yang tidak sesuai usia, tetapi tidak menjamin setiap respons selalu tepat dalam semua situasi.

Langkah tersebut menjadi penting karena teknologi AI semakin masuk ke kehidupan sehari-hari pelajar. Di satu sisi, chatbot dapat membantu proses belajar. Di sisi lain, penggunaan tanpa pendampingan dapat menghadirkan risiko apabila remaja memperoleh informasi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.

Karena itu, OpenAI tidak hanya mengandalkan filter konten. Perusahaan juga mengembangkan kontrol keluarga agar orang tua dapat ikut mengatur penggunaan ChatGPT.

Baca Juga :  DeepSeek! AI Murah Penantang ChatGPT, Ini Keunggulan, Kekurangan, dan Alasan Banyak Pengguna Mulai Beralih

Fitur Belajar Jadi Salah Satu Fokus Utama

Selain keamanan, AI untuk pendidikan menjadi salah satu fokus ChatGPT bagi remaja.

OpenAI menyediakan Study Mode atau Mode Belajar untuk membantu pengguna memahami materi secara bertahap. Pendekatan tersebut berbeda dari sekadar memberikan jawaban akhir.

Ketika siswa menghadapi soal matematika, misalnya, AI dapat membantu menguraikan persoalan menjadi beberapa tahap sehingga pengguna memahami konsep dan proses penyelesaiannya.

Model penggunaan seperti ini memiliki potensi besar bagi dunia pendidikan. Siswa dapat menggunakan AI sebagai teman belajar ketika guru, orang tua, atau tutor tidak selalu tersedia.

OpenAI juga menyediakan pengaturan yang memungkinkan orang tua mengaktifkan Mode Belajar sebagai pengaturan awal pada percakapan baru. Dalam pengawasan orang tua, pengaturan tersebut mengatur apakah percakapan utama baru akan dimulai dengan Study Mode.

Dengan pendekatan tersebut, ChatGPT for students tidak hanya diarahkan sebagai mesin pencari jawaban, tetapi juga sebagai alat bantu memahami konsep.

Orang Tua Bisa Mengatur ChatGPT Anak

Fitur yang tidak kalah menarik adalah Parental Controls ChatGPT.

Orang tua atau wali dapat menautkan akun mereka dengan akun remaja. Setelah hubungan tersebut aktif, orang tua dapat mengelola sejumlah pengaturan ChatGPT dari akun mereka.

OpenAI menyediakan beberapa pilihan kontrol, termasuk pengurangan konten sensitif, Voice Mode, pembuatan gambar, Memory, Study Mode, serta Quiet Hours.

Kontrol tersebut memberikan keluarga pilihan untuk menyesuaikan pengalaman AI berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah Quiet Hours.

Apa Itu Quiet Hours di ChatGPT?

Quiet Hours memungkinkan orang tua menentukan rentang waktu ketika ChatGPT tidak dapat digunakan oleh akun remaja yang tertaut.

Misalnya, keluarga dapat menetapkan jam tertentu pada malam hari sebagai waktu tanpa ChatGPT. Dengan begitu, penggunaan AI tidak harus berlangsung tanpa batas ketika anak seharusnya beristirahat atau melakukan aktivitas lain.

OpenAI menjelaskan bahwa orang tua dapat mengaktifkan Quiet Hours melalui menu pengawasan orang tua dan menentukan waktu mulai serta waktu berakhir. Sistem saat ini menyediakan satu rentang Quiet Hours pada satu waktu.

Fitur tersebut juga sejalan dengan upaya OpenAI mendorong kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih sehat bagi remaja.

Baca Juga :  Claude AI Semakin Populer, Ini Fitur Canggih yang Membuat Banyak Orang Beralih dari Chatbot Lain

Apakah Orang Tua Bisa Membaca ChatGPT Anak?

Pertanyaan ini kemungkinan menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari orang tua.

Jawabannya tidak.

Pengawasan orang tua di ChatGPT tidak memberikan akses langsung kepada orang tua untuk membaca seluruh percakapan anak. OpenAI juga menyatakan bahwa fitur parental controls tidak menyediakan pemantauan percakapan secara real-time.

Namun, dalam situasi keselamatan tertentu, OpenAI dapat mengirimkan safety notification kepada orang tua atau wali yang sudah menautkan akun.

Notifikasi tersebut berlaku dalam kondisi terbatas ketika sistem melihat situasi yang membutuhkan dukungan orang dewasa. OpenAI menyebut informasi yang dikirim hanya sebatas informasi yang diperlukan untuk membantu menjaga keselamatan remaja.

Dengan demikian, sistem mencoba mencari keseimbangan antara privasi remaja dan keselamatan pengguna muda.

Kontrol Orang Tua ChatGPT Tidak Hanya Soal Jam Penggunaan

Parental Controls memberikan lebih banyak pilihan daripada sekadar membatasi waktu.

Menurut dokumentasi OpenAI, orang tua dapat mengatur beberapa fitur pada akun remaja yang sudah tertaut. Pilihannya mencakup:

  • Mengurangi konten sensitif.
  • Mengatur penggunaan Voice Mode.
  • Mengontrol pembuatan dan pengeditan gambar.
  • Mengelola penggunaan Memory.
  • Mengatur apakah percakapan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan model.
  • Mengatur Mode Belajar.
  • Menetapkan Quiet Hours.

Orang tua juga dapat mengatur beberapa fitur agar sesuai dengan kebiasaan belajar dan kebutuhan keluarga.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan penting dalam cara perusahaan AI menangani pengguna usia muda. Alih-alih hanya memberikan larangan, sistem memberikan alat kepada keluarga untuk menentukan batas penggunaan.

Bagaimana ChatGPT Menentukan Usia Pengguna?

Salah satu bagian penting dari pengalaman remaja adalah age prediction atau prediksi usia.

ChatGPT dapat menggunakan informasi terkait usia untuk menentukan pengalaman yang sesuai bagi pengguna. Jika sistem memperkirakan sebuah akun milik pengguna berusia di bawah 18 tahun, ChatGPT dapat menerapkan pengalaman remaja meskipun pengguna sebelumnya telah memasukkan tanggal lahir tertentu.

OpenAI mengakui bahwa prediksi usia tidak selalu sempurna. Karena itu, sistem juga menyediakan mekanisme verifikasi usia bagi pengguna yang berusia 18 tahun atau lebih tetapi masih mendapatkan pengalaman remaja.

Artinya, teknologi tersebut tidak bekerja hanya berdasarkan satu informasi.

Sistem mempertimbangkan berbagai sinyal untuk membantu menentukan pengalaman yang paling sesuai. Jika pengguna memang sudah dewasa tetapi sistem salah memperkirakan usianya, proses verifikasi dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.

Apa yang Terjadi Ketika Pengguna Berusia 18 Tahun?

Perlindungan remaja tidak berlaku selamanya.

Ketika ChatGPT mengidentifikasi pengguna telah berusia 18 tahun atau lebih, akun tersebut dapat keluar dari pengalaman remaja. Sistem kemudian menonaktifkan perlindungan khusus remaja dan memberikan akses ke fitur serta pengaturan yang tersedia untuk pengguna dewasa.

Jika akun tersebut sebelumnya terhubung dengan akun orang tua atau wali, hubungan parental controls juga berakhir.

OpenAI juga menyebut proses transisi menuju pengalaman dewasa berlangsung secara bertahap bagi akun yang memenuhi syarat.

Dengan mekanisme tersebut, perlindungan akun dapat berubah mengikuti perkembangan usia pengguna.

Mengapa ChatGPT untuk Remaja Menjadi Penting?

Pertumbuhan penggunaan generative AI membuat teknologi ini semakin dekat dengan kehidupan pelajar.

Remaja dapat menggunakan chatbot untuk membuat rangkuman, mencari penjelasan, melakukan brainstorming, belajar bahasa, memahami matematika, hingga mempersiapkan ujian.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan.

Siswa bisa saja terlalu bergantung pada AI jika mereka hanya meminta jawaban akhir. Penggunaan yang tidak tepat juga dapat mengurangi proses berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Karena itu, fitur seperti Study Mode menjadi penting. Sistem dapat mengarahkan penggunaan AI agar lebih mendukung proses belajar daripada sekadar menyelesaikan tugas.

Pada saat yang sama, orang tua tetap memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan penggunaan AI yang sehat.

ChatGPT untuk Pelajar Bisa Mengubah Cara Belajar

Jika digunakan dengan benar, AI memiliki potensi menjadi personal learning assistant bagi siswa.

Seorang pelajar yang tidak memahami materi fisika, misalnya, dapat meminta AI menjelaskan konsep dengan bahasa sederhana. Setelah itu, siswa dapat meminta contoh soal dan mencoba menyelesaikannya sendiri.

Dalam matematika, AI dapat membantu menunjukkan langkah berpikir tanpa langsung memberikan hasil akhir.

Sementara dalam pembelajaran bahasa, AI dapat menjadi teman latihan untuk percakapan, tata bahasa, dan kosakata.

Pola tersebut membuat teknologi AI semakin relevan dalam pendidikan.

Namun, siswa tetap perlu memeriksa informasi yang diberikan AI. Chatbot dapat menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan tetapi tetap mengandung kesalahan.

Dengan kata lain, AI sebaiknya menjadi alat bantu belajar, bukan pengganti guru, buku, atau kemampuan berpikir siswa.

Batas Usia Penggunaan ChatGPT

OpenAI menyatakan ChatGPT tidak ditujukan untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Untuk pengguna berusia 13 hingga 18 tahun, OpenAI menyatakan diperlukan persetujuan orang tua sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan tersebut penting bagi orang tua yang ingin memperkenalkan AI tools for students kepada anak.

Sebelum memberikan akses, orang tua sebaiknya memahami fitur keamanan, pengaturan privasi, batas penggunaan, serta cara anak memanfaatkan AI.

Pendampingan juga tetap diperlukan karena fitur keamanan teknologi tidak dapat menggantikan komunikasi antara orang tua dan anak.

ChatGPT Teens dan Masa Depan AI yang Lebih Aman

Kehadiran pengalaman khusus remaja menunjukkan bahwa industri AI mulai menghadapi kebutuhan yang berbeda antara pengguna dewasa dan pengguna muda.

Remaja membutuhkan ruang untuk belajar dan bereksperimen, tetapi mereka juga membutuhkan perlindungan yang sesuai dengan usia.

OpenAI mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi AI safety, parental controls, age prediction, Study Mode, content safeguards, dan Quiet Hours.

Perusahaan juga terus memperbarui sistem berdasarkan perkembangan penggunaan AI dan hasil evaluasi keamanan.

Bagi orang tua, langkah paling penting bukan hanya memasang pembatasan. Orang tua juga perlu mengajarkan anak cara menggunakan AI secara bertanggung jawab, memeriksa informasi, menjaga privasi, serta memahami bahwa jawaban chatbot tidak selalu benar.

Pada akhirnya, keberhasilan ChatGPT for Teens tidak hanya bergantung pada teknologi OpenAI. Hasilnya juga bergantung pada bagaimana sekolah, keluarga, dan remaja sendiri membangun kebiasaan penggunaan AI yang sehat.

Dengan perlindungan tambahan, fitur belajar, serta kontrol orang tua, pengalaman ChatGPT untuk remaja berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting dalam AI for education.

Namun, seperti teknologi lainnya, penggunaan yang aman tetap membutuhkan keseimbangan antara manfaat, privasi, waktu penggunaan, dan pendampingan orang dewasa.(*)

Berita Terkait

FB Pro vs TikTok vs YouTube 2026: Platform Mana Paling Menguntungkan untuk Raup Cuan dari Konten Digital?
Mulai Oktober 2026, Biaya QRIS Bisa Rp0 untuk Semua Merchant, Cek Syarat dan Batasnya
AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok
iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi
Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:01 WIB

ChatGPT untuk Remaja Resmi Hadir: Fitur Baru untuk Usia 13–17 Tahun, Orang Tua Bisa Atur Jam Penggunaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:01 WIB

FB Pro vs TikTok vs YouTube 2026: Platform Mana Paling Menguntungkan untuk Raup Cuan dari Konten Digital?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Mulai Oktober 2026, Biaya QRIS Bisa Rp0 untuk Semua Merchant, Cek Syarat dan Batasnya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:01 WIB

AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:01 WIB

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Berita Terbaru