SUNGAIPENUH,JS- Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka Kelas Parenting Orang Tua PAUD Kota Sungai Penuh di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Parenting Cerdas, Orang Tua Sigap”. Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sungai Penuh menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang bagi orang tua untuk memperkuat pengetahuan tentang pengasuhan anak usia dini.
Sejumlah unsur pemerintah dan organisasi turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Bunda PAUD Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan HIBGABI Provinsi Jambi, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sungai Penuh, serta orang tua dari berbagai lembaga PAUD di Kota Sungai Penuh.
Kegiatan ini tidak hanya membahas bagaimana orang tua mendidik anak. Para peserta juga mendapat ruang untuk memahami kebutuhan anak dari sisi kesehatan, keselamatan, perlindungan, karakter, hingga lingkungan keluarga.
Azhar Hamzah: Anak Menentukan Masa Depan Kota Sungai Penuh
Dalam acara tersebut, Azhar Hamzah membacakan sambutan Wali Kota Sungai Penuh.
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menempatkan anak sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak hari ini nantinya akan tumbuh menjadi generasi yang menjalankan pembangunan dan menentukan arah masa depan Kota Sungai Penuh.
“Anak-anak kita adalah investasi terbesar bangsa. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kota Sungai Penuh dan menentukan wajah masa depan daerah kita,” ujar Azhar saat membacakan sambutan Wali Kota.
Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan di ruang kelas.
Anak pertama kali mengenal lingkungan, aturan, komunikasi, kasih sayang, dan berbagai kebiasaan dari keluarga. Karena itu, orang tua memegang peran penting dalam membentuk dasar perkembangan anak sebelum mereka menerima pendidikan secara lebih luas di lingkungan sekolah.
Keluarga Menjadi Tempat Pertama Anak Belajar
Azhar menjelaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam proses tumbuh kembang anak.
Sebelum mengenal guru dan lingkungan sekolah, anak berinteraksi dengan orang tua dan anggota keluarga. Dari lingkungan tersebut, anak belajar berkomunikasi, mengenali emosi, membangun kebiasaan, serta memahami berbagai nilai kehidupan.
Karena itu, pola pengasuhan yang tepat dapat membantu orang tua mendukung perkembangan anak secara lebih baik.
Menurut Azhar, pemerintah ingin membangun sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan melalui kegiatan parenting tersebut.
“Kelas parenting hari ini sangat strategis dalam rangka memperkuat sinergi pengasuhan antara keluarga dan institusi pendidikan, sehingga anak-anak mendapatkan pendampingan yang optimal baik di rumah maupun di sekolah,” lanjutnya.
Dengan pola komunikasi yang terbangun antara orang tua dan sekolah, berbagai kebutuhan anak dapat mendapat perhatian secara lebih menyeluruh.
Sekolah dapat memahami kondisi anak di rumah. Sebaliknya, orang tua juga dapat mengetahui perkembangan anak selama mengikuti proses pembelajaran di PAUD.
Masa Usia Dini Membutuhkan Pendampingan Serius
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengaku senang dapat bertemu langsung dengan para orang tua yang mengikuti kelas parenting.
Menurut Sri Kartini, masa usia dini memiliki peran penting dalam perjalanan perkembangan seorang anak. Pada fase tersebut, anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan terus mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Anak juga aktif bergerak dan membutuhkan stimulasi serta pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Karena itu, orang tua perlu memahami kebutuhan anak secara lebih baik.
“ Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, ceria, cerdas, percaya diri, berkarakter baik, serta berkembang dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang,” ungkap Sri Kartini.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan parenting. Orang tua tidak hanya perlu memperhatikan kemampuan akademik anak, tetapi juga perlu melihat perkembangan fisik, sosial, emosional, dan karakter.
Parenting Tidak Hanya Bicara Pendidikan
Kegiatan parenting sering kali masyarakat pahami sebatas cara mendidik anak. Namun, kelas yang digelar Pemkot Sungai Penuh bersama PPNI tersebut membawa pembahasan yang lebih luas.
Para orang tua perlu memiliki pemahaman mengenai kesehatan dan keselamatan anak. Selain itu, mereka juga perlu mengetahui cara memberikan perlindungan yang tepat selama anak menjalani masa pertumbuhan.
Pendekatan tersebut penting karena anak usia dini masih membutuhkan pengawasan orang dewasa dalam berbagai aktivitas.
Orang tua juga perlu membangun komunikasi yang nyaman sehingga anak memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, maupun persoalan yang mereka hadapi.
Dengan komunikasi yang terbuka, orang tua dapat lebih cepat mengenali perubahan perilaku anak.
Orang Tua Perlu Hadir, Bukan Sekadar Memenuhi Kebutuhan Materi
Sri Kartini juga mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan materi.
Anak membutuhkan perhatian dan kehadiran orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Pendampingan juga menjadi bagian penting dari proses pengasuhan. Orang tua perlu mengetahui aktivitas anak, memahami lingkungan pergaulannya, serta memberikan perlindungan sesuai dengan usia dan kebutuhannya.
Selain itu, orang tua perlu menyiapkan diri menghadapi berbagai kondisi yang mungkin muncul selama anak tumbuh.
Setiap anak memiliki karakter dan perkembangan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu menghindari pola pengasuhan yang hanya berorientasi pada hasil.
Sebaliknya, orang tua dapat memberikan ruang kepada anak untuk berkembang sambil tetap memberikan batasan yang jelas.
Sinergi PAUD, Orang Tua dan Tenaga Kesehatan
Kegiatan Kelas Parenting Orang Tua PAUD Kota Sungai Penuh juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak.
Pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, serta lingkungan masyarakat memiliki peran masing-masing.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan PPNI Kota Sungai Penuh memberikan perspektif tambahan terkait kesehatan anak.
Sementara itu, lembaga PAUD memiliki peran dalam mendukung proses pembelajaran dan perkembangan anak di lingkungan pendidikan.
Pemerintah daerah kemudian dapat memperkuat dukungan melalui program dan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, serta pemberdayaan keluarga.
Kolaborasi tersebut dapat membantu menciptakan ekosistem yang lebih mendukung bagi anak usia dini.
Pola Asuh Positif Jadi Perhatian
Pola asuh menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam keluarga.
Orang tua dapat membangun pola komunikasi yang menghargai anak. Mereka juga dapat memberikan aturan secara konsisten tanpa mengabaikan kebutuhan emosional anak.
Ketika orang tua memahami tahap perkembangan anak, mereka dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dan memberikan arahan.
Pendekatan tersebut juga dapat membantu orang tua menghadapi berbagai perilaku anak yang muncul selama masa pertumbuhan.
Dengan demikian, parenting bukan sekadar kegiatan mengikuti seminar atau mendapatkan materi. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Pemkot Sungai Penuh Dorong Keluarga Ciptakan Lingkungan Aman
Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui kegiatan tersebut mendorong orang tua menciptakan lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Lingkungan rumah memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman anak sehari-hari. Karena itu, keluarga perlu memberikan rasa aman sekaligus kesempatan kepada anak untuk belajar dan berkembang.
Orang tua juga perlu memperhatikan faktor keselamatan di rumah maupun lingkungan sekitar.
Di sisi lain, perlindungan anak membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga perlu membangun komunikasi apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan.
Parenting Cerdas, Orang Tua Sigap
Tema “Parenting Cerdas, Orang Tua Sigap” menjadi relevan dengan kebutuhan keluarga dalam mendampingi anak di tengah perkembangan zaman.
Orang tua menghadapi tantangan pengasuhan yang semakin beragam. Anak juga semakin mudah berinteraksi dengan berbagai informasi melalui lingkungan maupun teknologi.
Karena itu, kemampuan orang tua dalam mendampingi anak perlu terus berkembang.
Orang tua tidak harus mengetahui semua hal sejak awal. Namun, mereka perlu memiliki kemauan untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan memahami kebutuhan anak.
Kelas parenting menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan tersebut.(AN)










