115 KK di Muaro Jambi Krisis Air Bersih 15 Hari, Warga Terpaksa Beli Air hingga Numpang MCK

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 115 KK di Muaro Jambi Krisis Air Bersih 15 Hari, Warga Terpaksa Beli Air hingga Numpang MCK

Ilustrasi 115 KK di Muaro Jambi Krisis Air Bersih 15 Hari, Warga Terpaksa Beli Air hingga Numpang MCK

MUAROJAMBI,JS- Krisis air bersih kembali menghantui warga di Kabupaten Muaro Jambi. Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Perumahan Kembar Lestari I dan II, tepatnya di RT 28 dan RT 33, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), mengalami kesulitan air bersih selama sekitar 15 hari terakhir.

Akibat terhentinya pasokan air dari Perumda Tirta Muaro Jambi, aktivitas harian warga terganggu secara signifikan. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga buang air (MCK).

Air Ledeng Mati, Warga Terpaksa Cari Alternatif

Kondisi ini memaksa warga mengambil berbagai langkah darurat. Sebagian warga memilih membeli air bersih, sementara yang lain harus menumpang ke rumah kerabat.

Ketua RT 28, Sutrisno, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda pemulihan total.

“Kalau dihitung, sudah sekitar 15 hari air tidak mengalir. Memang sempat hidup dua hari lalu, tetapi debitnya sangat kecil,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa warga mulai merasa kelelahan menghadapi kondisi ini karena gangguan air bukan pertama kali terjadi.

Keluhan Warga Sudah Disampaikan, Tapi Belum Tuntas

Warga tidak tinggal diam. Mereka langsung menyampaikan keluhan ke pemerintah desa hingga ke pihak kecamatan. Bahkan, pihak Kecamatan Jaluko telah meminta data jumlah warga terdampak sebagai bahan tindak lanjut.

Sutrisno menegaskan bahwa laporan juga sudah sampai ke pihak Perumda Tirta Muaro Jambi. Namun hingga saat ini, solusi permanen belum terlihat.

“Beberapa hari lalu ada bantuan air bersih dari mobil tangki BPBD, tetapi jumlahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga,” ungkapnya.

Diduga Akibat Kerusakan Pipa Distribusi

Warga menduga gangguan ini terjadi akibat kerusakan pada jalur pipa distribusi utama. Jalur tersebut mengarah ke Perumahan Kembar Lestari dan kawasan Puri Arza.

Menariknya, wilayah lain seperti Perumahan Kembar Lestari III dan Perumahan Masurai justru masih menerima pasokan air secara normal. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya gangguan teknis di jalur tertentu.

Baca Juga :  WFH ASN Jambi Diawasi Ketat! Pemprov Siapkan Sanksi Potong TPP hingga 100%, Ini Aturan Lengkapnya

Dampak Nyata: Beban Ekonomi Warga Meningkat

Krisis air bersih ini tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga menambah beban ekonomi warga. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih setiap hari.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, kondisi ini tentu sangat memberatkan. Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan Perumda.

“Di sini air mati memang sering terjadi, terutama saat akhir pekan. Tapi kali ini paling lama sampai dua minggu. Kami terpaksa beli air atau numpang mandi,” ujarnya.

Sebagian Warga Bertahan dengan Sumur Bor

Di sisi lain, sebagian kecil warga yang memiliki sumur bor pribadi masih bisa bertahan.

Namun demikian, jumlah warga dengan sumur bor sangat terbatas. Mayoritas warga tetap bergantung pada distribusi air dari Perumda.

Harapan Warga: Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi segera turun tangan secara serius. Mereka meminta perhatian langsung dari Bupati dan DPRD untuk menyelesaikan persoalan ini.

Selain itu, warga juga menuntut transparansi terkait penyebab gangguan air. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang detail dari pihak terkait.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memicu masalah kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Masalah Air Bersih: Isu Klasik yang Harus Segera Diatasi

Kasus ini menunjukkan bahwa masalah distribusi air bersih masih menjadi isu klasik di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur yang belum optimal serta minimnya respons cepat sering memperparah kondisi.

Baca Juga :  BBM Dibatasi di Jambi, Al Haris Serukan Warga Bersepeda: Strategi Hemat Energi yang Bikin Heboh!

Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air. Perbaikan jaringan pipa serta peningkatan pelayanan harus menjadi prioritas utama.

Kesimpulan

Krisis air bersih yang dialami 115 KK di Muaro Jambi menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Gangguan selama 15 hari bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan publik.

Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas, mulai dari ekonomi hingga kesehatan masyarakat.(*)

Berita Terkait

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Kerinci Tembus Rp48.000/Kg, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya
Waspada Karhutla! BPBD Kabupaten Kerinci Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di Musim Kemarau
WFH ASN Jambi Diawasi Ketat! Pemprov Siapkan Sanksi Potong TPP hingga 100%, Ini Aturan Lengkapnya
BBM Dibatasi di Jambi, Al Haris Serukan Warga Bersepeda: Strategi Hemat Energi yang Bikin Heboh!
Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani Kerinci Merugi: Biaya Produksi Tinggi, Untung Nol!
Wali Kota Alfin Tinjau Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh: Strategi Baru Dorong Ekonomi UMKM, Kebersihan, dan Lonjakan Daya Saing Pasar Rakyat
Investor Jerman Incar Hilirisasi Kelapa Tanjab Timur: Peluang Emas Industri Bernilai Ekspor Tinggi
Investasi Muaro Jambi Meledak 2025! Pemkab Bentuk Tim Khusus, Pengusaha Tak Lagi Diperiksa Berkali-Kali
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:30 WIB

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Kerinci Tembus Rp48.000/Kg, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya

Minggu, 12 April 2026 - 20:30 WIB

Waspada Karhutla! BPBD Kabupaten Kerinci Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di Musim Kemarau

Minggu, 12 April 2026 - 10:01 WIB

WFH ASN Jambi Diawasi Ketat! Pemprov Siapkan Sanksi Potong TPP hingga 100%, Ini Aturan Lengkapnya

Minggu, 12 April 2026 - 08:30 WIB

BBM Dibatasi di Jambi, Al Haris Serukan Warga Bersepeda: Strategi Hemat Energi yang Bikin Heboh!

Sabtu, 11 April 2026 - 21:30 WIB

Harga Cabai Anjlok Drastis, Petani Kerinci Merugi: Biaya Produksi Tinggi, Untung Nol!

Berita Terbaru