KERINCI,JS- Layanan transaksi digital di Bank Jambi kembali menuai keluhan dari para nasabah. Hingga saat ini, sejumlah mesin ATM Bank Jambi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh masih belum berfungsi maksimal. Selain itu, layanan Bank Jambi Mobile juga belum sepenuhnya berjalan normal sehingga membuat aktivitas transaksi masyarakat terganggu.
Keluhan tersebut semakin ramai setelah momen libur Idul Adha 2026. Banyak nasabah mengaku kesulitan melakukan penarikan uang tunai untuk kebutuhan mendesak. Kondisi ini memicu kekecewaan karena masyarakat saat ini sangat bergantung pada layanan perbankan digital dan ATM selama libur panjang.
Sejumlah warga menyebut gangguan layanan tidak hanya terjadi di ATM Bank Jambi, tetapi juga berdampak pada transaksi melalui BRILink yang biasanya menjadi alternatif pencairan uang tunai di daerah.
Nasabah Keluhkan ATM Bank Jambi yang Belum Aktif
Salah seorang nasabah asal Sungai Penuh mengaku kecewa karena hingga libur Idul Adha berakhir, sebagian ATM Bank Jambi di Kerinci dan Sungai Penuh masih belum aktif sepenuhnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat yang membutuhkan uang tunai secara cepat, terutama saat hari raya ketika kebutuhan rumah tangga meningkat tajam.
“Kalau untuk kebutuhan mendesak, sedangkan dana ada di bank, ini menjadi hambatan berat bagi kami. Kami harus pergi ke ATM kantor cabang Bank Jambi, itu pun kalau tidak antre. Apalagi jarak rumah ke kantor cabang cukup jauh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum Idul Adha dirinya belum sempat menarik uang tunai karena kesibukan pekerjaan. Namun, ketika mencoba melakukan transaksi saat hari raya, layanan ATM dan BRILink ternyata belum bisa digunakan secara normal.
“Saya tanya ke BRILink juga masih belum bisa. Jadi tetap harus ke ATM kantor cabang,” katanya.
Keluhan serupa juga muncul dari sejumlah warga lainnya di media sosial. Banyak nasabah berharap pihak Bank Jambi segera mempercepat pemulihan sistem ATM dan layanan mobile banking agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali lancar.
Gangguan Bank Jambi Mobile Dinilai Ganggu Aktivitas Ekonomi
Selain masalah ATM, layanan Bank Jambi Mobile juga menjadi sorotan nasabah. Beberapa pengguna mengaku kesulitan login, transfer antarbank, hingga melakukan pembayaran digital.
Padahal, penggunaan mobile banking saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Banyak warga memanfaatkan aplikasi perbankan untuk transfer uang, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, hingga transaksi usaha harian.
Ketika sistem mengalami gangguan dalam waktu cukup lama, masyarakat langsung merasakan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi sehari-hari.
Apalagi pada momen hari besar seperti Idul Adha, kebutuhan transaksi keuangan meningkat drastis. Banyak warga membutuhkan uang tunai untuk membeli kebutuhan pokok, berbelanja, hingga keperluan kurban.
Karena itu, gangguan layanan digital perbankan dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama nasabah di daerah yang memiliki akses terbatas terhadap kantor cabang.
Nasabah Minta Bank Jambi Segera Benahi Sistem Digital
Nasabah berharap Bank Jambi segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem ATM dan mobile banking. Mereka menilai layanan digital saat ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern.
“Kebutuhan pelayanan digital sangat penting sekarang. Semua bank sudah mengandalkan layanan digital. Kami berharap Bank Jambi segera menyelesaikan masalah sistem perbankannya,” ungkap seorang nasabah.
Masyarakat juga berharap Bank Jambi meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi agar gangguan serupa tidak terus berulang, terutama pada momen penting seperti hari raya dan libur nasional.
Selain itu, nasabah meminta pihak bank memberikan informasi yang lebih cepat dan transparan terkait penyebab gangguan layanan. Sebab, banyak warga merasa bingung karena tidak mengetahui kapan sistem kembali normal.
Layanan Digital Jadi Penentu Kepercayaan Nasabah
Dalam era digital saat ini, kualitas layanan mobile banking dan ATM menjadi salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan nasabah terhadap sebuah bank.
Nasabah kini tidak hanya melihat besarnya jaringan kantor cabang, tetapi juga memperhatikan kemudahan transaksi digital yang tersedia selama 24 jam.
Karena itu, ketika layanan ATM dan mobile banking mengalami gangguan dalam waktu lama, tingkat kepuasan nasabah ikut menurun. Bahkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi loyalitas masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.
Persaingan industri perbankan juga semakin ketat. Bank nasional dan bank digital terus menghadirkan inovasi layanan yang cepat, aman, dan praktis. Jika gangguan sistem terus terjadi tanpa penanganan maksimal, maka bank daerah berisiko kehilangan kepercayaan nasabah.
Warga Daerah Sangat Bergantung pada ATM dan Mobile Banking
Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, keberadaan ATM dan mobile banking memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.
Tidak semua warga tinggal dekat kantor cabang bank. Sebagian masyarakat bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk melakukan transaksi tunai.
Karena itu, layanan ATM yang aktif dan mobile banking yang stabil menjadi kebutuhan utama, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang, hingga pegawai yang menerima pembayaran melalui transfer bank.
Ketika sistem terganggu, aktivitas ekonomi lokal ikut melambat. Banyak warga akhirnya menunda transaksi karena kesulitan mengakses dana di rekening mereka sendiri.
Situasi tersebut semakin terasa pada momen libur panjang ketika sebagian besar kantor layanan perbankan tutup.
Pengamat Nilai Transformasi Digital Perbankan Harus Jadi Prioritas
Pengamat ekonomi daerah menilai transformasi digital perbankan saat ini tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan utama.
Bank daerah harus mampu menghadirkan layanan digital yang stabil, cepat, dan aman agar mampu bersaing dengan bank nasional maupun platform keuangan digital lainnya.
Selain memperkuat infrastruktur server, bank juga perlu meningkatkan kualitas keamanan sistem untuk menghindari gangguan layanan yang berulang.
Di sisi lain, komunikasi kepada nasabah juga menjadi faktor penting. Ketika terjadi kendala sistem, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas agar tidak panik dan dapat mencari alternatif transaksi lainnya.
Harapan Nasabah terhadap Bank Jambi
Nasabah berharap Bank Jambi segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan seluruh layanan transaksi, baik ATM maupun Bank Jambi Mobile.
Selain itu, masyarakat meminta adanya peningkatan kualitas pelayanan digital agar kejadian serupa tidak terus terjadi pada masa mendatang.
Banyak warga tetap berharap Bank Jambi mampu berkembang menjadi bank daerah modern dengan layanan digital yang kompetitif dan mudah diakses seluruh masyarakat Jambi.
Dengan meningkatnya kebutuhan transaksi digital di Indonesia, kualitas layanan ATM dan mobile banking kini menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat.
Jika Bank Jambi mampu memperbaiki sistem secara cepat dan menyeluruh, tingkat kepercayaan nasabah diperkirakan dapat kembali meningkat.
Namun sebaliknya, jika gangguan terus berlangsung dalam waktu lama, maka keluhan nasabah berpotensi semakin meluas dan memengaruhi citra layanan perbankan daerah.(TIM)









