Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Jambi Kerinci

Bank Jambi Kerinci

KERINCI,JS- Keluhan terhadap layanan Bank Jambi terus bermunculan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Hingga kini, banyak nasabah mengaku belum bisa menikmati layanan transaksi digital secara normal, mulai dari ATM, mobile banking, hingga transfer antarbank.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama ASN yang setiap hari bergantung pada layanan perbankan untuk kebutuhan transaksi, pembayaran tagihan, hingga pencairan gaji dan tunjangan.

Sejumlah ASN bahkan mulai berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar penyaluran gaji dan tunjangan dapat dialihkan ke bank lain yang memiliki sistem layanan lebih stabil dan aman.

ASN Mengaku Kesulitan Bertransaksi Setiap Hari

Salah seorang ASN di Kerinci yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hampir seluruh ASN di Kerinci dan Sungai Penuh mengalami kendala serupa saat menggunakan layanan Bank Jambi.

Menurutnya, gangguan layanan digital membuat aktivitas keuangan menjadi terganggu. Banyak nasabah akhirnya memilih datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi manual.

“Kami sebenarnya berharap ada solusi cepat. Setelah gangguan sistem ini, transaksi jadi sulit. ATM dan mobile banking belum juga normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, ASN saat ini masih harus mengantre panjang hanya untuk melakukan transaksi sederhana seperti transfer maupun penarikan dana.

“Kini masih harus antre. Harapan kami pemerintah daerah di Kerinci dan Sungai Penuh segera mengambil langkah cepat agar pelayanan kembali normal,” tambahnya.

ATM dan Mobile Banking Jadi Sorotan Nasabah

Gangguan layanan digital menjadi persoalan paling banyak dikeluhkan nasabah. Di era transaksi serba online seperti sekarang, masyarakat sangat bergantung pada kemudahan mobile banking dan ATM untuk kebutuhan harian.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, banyak nasabah mengaku kesulitan mengakses aplikasi mobile banking Bank Jambi. Sebagian transaksi bahkan gagal diproses meski saldo rekening tetap terpotong.

Situasi tersebut membuat kepercayaan nasabah mulai menurun. Tidak sedikit ASN yang menginginkan adanya opsi penyaluran gaji melalui bank nasional lain agar transaksi lebih aman dan stabil.

Selain itu, antrean di kantor cabang juga semakin panjang akibat tingginya jumlah nasabah yang terpaksa datang langsung untuk bertransaksi.

Baca Juga :  Transformasi Digital Bank Jambi Dimulai, Sudirman Ambil Alih Kepemimpinan

ASN Mulai Usulkan Pengalihan Bank

Keluhan yang terus berulang memunculkan wacana pengalihan rekening gaji ASN ke bank lain. Sejumlah ASN menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek apabila layanan Bank Jambi belum sepenuhnya pulih.

Menurut mereka, stabilitas layanan perbankan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama pegawai negeri yang menerima gaji dan tunjangan melalui rekening bank daerah.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, tentu kami berharap ada alternatif lain supaya transaksi tidak terganggu, seperti pindah Bank,” ungkap seorang ASN lainnya.

Wacana tersebut mulai ramai diperbincangkan di lingkungan ASN Kerinci dan Sungai Penuh. Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait kemungkinan pemindahan rekening payroll ASN.

Antrean Nasabah Masih Terjadi di Kantor Cabang

Di tengah belum optimalnya layanan digital, aktivitas transaksi manual di kantor cabang meningkat drastis. Banyak nasabah rela datang sejak pagi untuk mendapatkan nomor antrean.

Beberapa nasabah mengaku harus menunggu cukup lama hanya untuk melakukan transfer atau pengecekan saldo rekening.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan layanan digital belum berjalan maksimal. Padahal, mobile banking dan ATM menjadi layanan utama yang sangat dibutuhkan masyarakat modern.

Selain menghambat aktivitas ASN, gangguan transaksi juga berdampak pada pelaku usaha kecil dan masyarakat umum yang menggunakan Bank Jambi sebagai rekening utama.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengambil langkah konkret untuk merespons keluhan ASN dan nasabah.

Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah perlu membuka komunikasi langsung dengan pihak Bank Jambi guna memastikan percepatan pemulihan sistem layanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Badan Keuangan Daerah (BKAD) Kabupaten Kerinci maupun BKAD Kota Sungai Penuh terkait keluhan ASN mengenai layanan Bank Jambi.

Belum ada pula penjelasan resmi mengenai kemungkinan pengalihan sistem pembayaran gaji ASN ke bank lain.

Gangguan Perbankan Bisa Pengaruhi Aktivitas Ekonomi Daerah

Pengamat ekonomi daerah menilai gangguan layanan perbankan dalam waktu lama dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Saat akses transaksi digital terganggu, perputaran uang menjadi lebih lambat dan aktivitas pembayaran ikut tersendat.

Di era digital saat ini, stabilitas sistem perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Nasabah juga berharap pihak bank memberikan kepastian terkait keamanan saldo dan transaksi mereka agar tidak menimbulkan kepanikan lebih luas.

Baca Juga :  Viral! Nasabah Bank Jambi Antre Hingga Ratusan Orang untuk Ganti PIN ATM, Layanan Kembali Disorot

Harapan ASN dan Nasabah Bank Jambi

ASN dan masyarakat kini berharap layanan Bank Jambi segera pulih sepenuhnya. Mereka menginginkan kemudahan transaksi kembali normal tanpa harus antre panjang di kantor cabang.

Selain itu, nasabah juga berharap ada peningkatan kualitas sistem digital agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Bagi ASN, kelancaran layanan perbankan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup sehari-hari, pembayaran cicilan, hingga aktivitas ekonomi keluarga.

Pemerintah daerah dan pihak Bank Jambi kini mendapat sorotan publik untuk segera menghadirkan solusi nyata demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.

KERINCI,JS- Keluhan terhadap layanan Bank Jambi terus bermunculan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Hingga kini, banyak nasabah mengaku belum bisa menikmati layanan transaksi digital secara normal, mulai dari ATM, mobile banking, hingga transfer antarbank.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama ASN yang setiap hari bergantung pada layanan perbankan untuk kebutuhan transaksi, pembayaran tagihan, hingga pencairan gaji dan tunjangan.

Sejumlah ASN bahkan mulai berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar penyaluran gaji dan tunjangan dapat dialihkan ke bank lain yang memiliki sistem layanan lebih stabil dan aman.

ASN Mengaku Kesulitan Bertransaksi Setiap Hari

Salah seorang ASN di Kerinci yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hampir seluruh ASN di Kerinci dan Sungai Penuh mengalami kendala serupa saat menggunakan layanan Bank Jambi.

Menurutnya, gangguan layanan digital membuat aktivitas keuangan menjadi terganggu. Banyak nasabah akhirnya memilih datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi manual.

“Kami sebenarnya berharap ada solusi cepat. Setelah gangguan sistem ini, transaksi jadi sulit. ATM dan mobile banking belum juga normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, ASN saat ini masih harus mengantre panjang hanya untuk melakukan transaksi sederhana seperti transfer maupun penarikan dana.

“Kini masih harus antre. Harapan kami pemerintah daerah di Kerinci dan Sungai Penuh segera mengambil langkah cepat agar pelayanan kembali normal,” tambahnya.

ATM dan Mobile Banking Jadi Sorotan Nasabah

Gangguan layanan digital menjadi persoalan paling banyak dikeluhkan nasabah. Di era transaksi serba online seperti sekarang, masyarakat sangat bergantung pada kemudahan mobile banking dan ATM untuk kebutuhan harian.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, banyak nasabah tidak bisa mengakses aplikasi mobile banking Bank Jambi.

Situasi tersebut membuat kepercayaan nasabah mulai menurun. Tidak sedikit ASN yang menginginkan adanya opsi penyaluran gaji melalui bank nasional lain agar transaksi lebih aman dan stabil.

Selain itu, antrean di kantor cabang juga semakin panjang akibat tingginya jumlah nasabah yang terpaksa datang langsung untuk bertransaksi.

ASN Mulai Usulkan Pengalihan Rekening Gaji

Keluhan yang terus berulang memunculkan wacana pengalihan rekening gaji ASN ke bank lain. Sejumlah ASN menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek apabila layanan Bank Jambi belum sepenuhnya pulih.

Menurut mereka, stabilitas layanan perbankan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama pegawai negeri yang menerima gaji dan tunjangan melalui rekening bank daerah.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, tentu kami berharap ada alternatif lain supaya transaksi tidak terganggu,” ungkap seorang ASN lainnya.

Wacana tersebut mulai ramai diperbincangkan di lingkungan ASN Kerinci dan Sungai Penuh. Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait kemungkinan pemindahan rekening payroll ASN.

Baca Juga :  Heboh Usulan Gaji Guru Rp15 Juta, ASN PPPK Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Antrean Nasabah Masih Terjadi di Kantor Cabang

Di tengah belum optimalnya layanan digital, aktivitas transaksi manual di kantor cabang meningkat drastis. Banyak nasabah rela datang sejak pagi untuk mendapatkan nomor antrean.

Beberapa nasabah mengaku harus menunggu cukup lama hanya untuk melakukan transfer atau pengecekan saldo rekening.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan layanan digital belum berjalan maksimal. Padahal, mobile banking dan ATM menjadi layanan utama yang sangat dibutuhkan masyarakat modern.

Selain menghambat aktivitas ASN, gangguan transaksi juga berdampak pada pelaku usaha kecil dan masyarakat umum yang menggunakan Bank Jambi sebagai rekening utama.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengambil langkah konkret untuk merespons keluhan ASN dan nasabah.

Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah perlu membuka komunikasi langsung dengan pihak Bank Jambi guna memastikan percepatan pemulihan sistem layanan.

Selain itu, transparansi informasi juga dianggap penting agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan gangguan sistem tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Badan Keuangan Daerah (BKAD) Kabupaten Kerinci maupun BKAD Kota Sungai Penuh terkait keluhan ASN mengenai layanan Bank Jambi.

Belum ada pula penjelasan resmi mengenai kemungkinan pengalihan sistem pembayaran gaji ASN ke bank lain.

Gangguan Perbankan Bisa Pengaruhi Aktivitas Ekonomi Daerah

Pengamat ekonomi daerah menilai gangguan layanan perbankan dalam waktu lama dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Saat akses transaksi digital terganggu, perputaran uang menjadi lebih lambat dan aktivitas pembayaran ikut tersendat.

Di era digital saat ini, stabilitas sistem perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Karena itu, pemulihan layanan harus dilakukan secara cepat dan transparan.

Nasabah juga berharap pihak bank memberikan kepastian terkait keamanan saldo dan transaksi mereka agar tidak menimbulkan kepanikan lebih luas.

Harapan ASN dan Nasabah Bank Jambi

ASN dan masyarakat kini berharap layanan Bank Jambi segera pulih sepenuhnya. Mereka menginginkan kemudahan transaksi kembali normal tanpa harus antre panjang di kantor cabang.

Selain itu, nasabah juga berharap ada peningkatan kualitas sistem digital agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Bagi ASN, kelancaran layanan perbankan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup sehari-hari, pembayaran cicilan, hingga aktivitas ekonomi keluarga.

Pemerintah daerah dan pihak Bank Jambi kini mendapat sorotan publik untuk segera menghadirkan solusi nyata demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.(TIM)

Berita Terkait

DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan
Bupati Batang Hari Evaluasi Pendapatan Daerah 2026, Fadhil Arief Siapkan Strategi Baru Tingkatkan PAD
Resmi Jadi PNS, 24 ASN Baru IAIN Kerinci Ikuti Pelantikan Nasional Kemenag
Pemprov Jambi Rem Rekrutmen CPNS 2026, Ribuan Tenaga Honorer Masih Menunggu Kepastian
Sempat Viral dan Tuai Sorotan, Gaji PPPK Nakes RSUD Abundjani Bangko Dipastikan Segera Cair
Harga Sawit Jambi Naik Hari Ini! TBS Tembus Rp3.818/Kg, Petani Berpotensi Raup Untung Lebih Besar
Wali Kota Sungai Penuh Jemput Dukungan Baznas Pusat, Program Rumah Gratis hingga Modal UMKM Jadi Prioritas
Baru Dilantik, 13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Kompak Mundur, Alasannya Mengejutkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:04 WIB

Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:02 WIB

DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:07 WIB

Bupati Batang Hari Evaluasi Pendapatan Daerah 2026, Fadhil Arief Siapkan Strategi Baru Tingkatkan PAD

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB

Resmi Jadi PNS, 24 ASN Baru IAIN Kerinci Ikuti Pelantikan Nasional Kemenag

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Jambi Rem Rekrutmen CPNS 2026, Ribuan Tenaga Honorer Masih Menunggu Kepastian

Berita Terbaru