Kampung Bahagia Kota Jambi Rampung 100 Persen, Maulana Pastikan Tahap II Segera Dimulai

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Program Kampung Bahagia Kota Jambi membuktikan bahwa pembangunan berbasis masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata hingga ke tingkat lingkungan terkecil. Pemerintah Kota Jambi kini berhasil menuntaskan pelaksanaan tahap pertama Program Kampung Bahagia Tahun 2026 dengan tingkat realisasi mencapai 100 persen pada 797 Rukun Tetangga (RT) yang menjadi peserta.

Keberhasilan tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, saat menyerahkan manfaat Program Kampung Bahagia di RT 01 dan RT 04, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Minggu (12/7/2026).

Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan tahap pertama sebelum pemerintah melanjutkan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026.

Realisasi Anggaran Tahap Pertama Sudah Tuntas

Maulana menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran anggaran pada tahap pertama telah selesai. Pemerintah Kota Jambi bahkan telah menyerahkan seluruh dana kepada kelompok pelaksana di tingkat RT sesuai ketentuan.

Kini, pemerintah hanya menyelesaikan tahapan terakhir berupa serah terima hasil pembangunan kepada masyarakat sebagai pemilik manfaat utama.

Menurut Maulana, setiap fasilitas yang telah dibangun bukan sekadar hasil belanja pemerintah. Sebaliknya, seluruh pembangunan lahir dari semangat gotong royong masyarakat yang ikut merancang, mengawasi, hingga menyelesaikan pekerjaan bersama.

“Pemerintah hanya memberikan stimulus melalui anggaran. Sementara masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan sehingga seluruh hasilnya harus dijaga bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadwal Pesawat Jambi–Kerinci dan Jambi–Jakarta Terbaru 6 Juli 2026, Harga Tiket Mulai Rp699 Ribuan

Pemerintah Kota Jambi Gelontorkan Rp68 Miliar

Pada tahap pertama tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp68 miliar untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Bahagia di seluruh wilayah peserta.

Dana tersebut tidak hanya digunakan membangun infrastruktur lingkungan. Lebih dari itu, anggaran juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia membeli berbagai kebutuhan pembangunan dari pelaku usaha lokal. Akibatnya, uang terus berputar di tengah masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Strategi tersebut membuat Program Kampung Bahagia tidak hanya memperbaiki lingkungan permukiman, tetapi juga membantu meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Kampung Bahagia Jadi Solusi Pemerataan Pembangunan

Maulana menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan Program Kampung Bahagia.

Selama pelaksanaan tahap pertama, warga terlibat sejak proses perencanaan melalui rembuk lingkungan. Setelah itu, masyarakat menentukan sendiri prioritas pembangunan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Karena menggunakan pendekatan partisipatif, hasil pembangunan di setiap RT pun berbeda-beda. Seluruh pekerjaan menyesuaikan kondisi lapangan sehingga anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi juga melihat model pembangunan tersebut mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat RT.

Oleh karena itu, keberhasilan tahap pertama menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk segera melaksanakan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026.

Maulana Pastikan Tahap Kedua Segera Dimulai

Melihat capaian yang sangat positif, Pemerintah Kota Jambi tidak ingin menghentikan program tersebut.

Maulana memastikan pelaksanaan tahap kedua akan segera dimulai setelah seluruh proses administrasi tahap pertama selesai.

Menurutnya, Kota Jambi terus berkembang sehingga pembangunan tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik.

Pemerintah juga harus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, tertata, sekaligus mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Karena itu, Program Kampung Bahagia menjadi strategi pembangunan yang menggabungkan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan budaya gotong royong.

“Keindahan Kampung Bahagia bukan hanya bangunan yang berdiri, melainkan semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun lingkungannya sendiri,” kata Maulana.

Baca Juga :  Formasi Teknis dan Kesehatan Jadi Prioritas CPNS 2026 Kota Jambi, Ini Bocoran Kuotanya

Warga Menentukan Sendiri Prioritas Pembangunan

Salah satu keunggulan Program Kampung Bahagia terletak pada mekanisme pengambilan keputusan.

Berbeda dengan pola pembangunan konvensional yang membutuhkan proses usulan panjang, masyarakat kini dapat menentukan kebutuhan paling mendesak melalui musyawarah RT.

Dengan demikian, pembangunan berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan warga.

Pendekatan tersebut sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap seluruh hasil pembangunan.

Ketika masyarakat ikut merancang pembangunan, mereka juga terdorong menjaga fasilitas yang telah selesai dikerjakan.

Ketua RT 01 Apresiasi Kepercayaan Pemerintah

Ketua RT 01 Kelurahan Kenali Besar, Suyadi, mengaku Program Kampung Bahagia memberikan perubahan besar bagi masyarakat.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi karena memberikan kepercayaan penuh kepada warga untuk mengelola anggaran pembangunan.

Menurutnya, masyarakat akhirnya memiliki kesempatan menentukan sendiri pembangunan yang selama ini menjadi kebutuhan utama lingkungan.

“Program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kami dapat merencanakan pembangunan melalui rembuk warga sehingga hasilnya sesuai harapan bersama,” ujarnya.

Swadaya Warga Tambah Rp34 Juta

Semangat gotong royong juga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat RT 01.

Selain memanfaatkan dana program, warga berhasil mengumpulkan dana swadaya sekitar Rp34 juta.

Tambahan dana tersebut membuat realisasi pembangunan bahkan melampaui target awal.

Swadaya masyarakat membuktikan bahwa warga tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi juga ikut berkontribusi mempercepat pembangunan lingkungan.

Kolaborasi seperti ini menjadi contoh keberhasilan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Berbagai Fasilitas Baru Hadir di RT 01

Beberapa pekerjaan yang berhasil diselesaikan antara lain:

  • Pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan lingkungan.
  • Pembangunan pembatas saf perempuan dan laki-laki di masjid.
  • Pembangunan drainase sepanjang 172 meter.
  • Pembangunan drainase tertutup sepanjang 4 meter.
  • Penataan lingkungan permukiman agar lebih tertib dan nyaman.

Seluruh fasilitas tersebut kini telah dimanfaatkan masyarakat sehari-hari.

Kampung Bahagia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, Program Kampung Bahagia juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Belanja material, pembelian perlengkapan bangunan, hingga penggunaan tenaga kerja lokal membuat uang terus beredar di lingkungan masyarakat.

Akibatnya, pelaku usaha kecil, toko bangunan, pedagang material, hingga pekerja harian memperoleh tambahan pendapatan selama proyek berlangsung.

Efek berganda seperti ini menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Jambi terus mempertahankan Program Kampung Bahagia sebagai program unggulan.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama

Keberhasilan Program Kampung Bahagia menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran pemerintah.

Sebaliknya, keberhasilan justru lahir dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ketika warga terlibat aktif sejak awal, pembangunan menjadi lebih efisien, lebih tepat sasaran, sekaligus lebih berkelanjutan.

Model pembangunan berbasis partisipasi seperti ini juga memperkuat rasa kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Tahap II Diharapkan Hadirkan Manfaat Lebih Besar

Dengan berakhirnya pelaksanaan tahap pertama, harapan masyarakat kini tertuju pada Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026.

Pemerintah Kota Jambi optimistis pelaksanaan tahap berikutnya akan menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur lingkungan, program tersebut juga diproyeksikan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mempererat budaya gotong royong di seluruh Kota Jambi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Program Kampung Bahagia menjadi salah satu contoh pembangunan partisipatif yang mampu menghasilkan manfaat nyata sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat RT.(*)

Berita Terkait

Tinjau Jalan Selampaung–Masgo, Bupati Kerinci Pastikan Perbaikan Jalan Strategis Berjalan Sesuai Target
Solar Subsidi Jadi Sorotan, Temuan Barcode Berbeda di SPBU Jambi Picu Evaluasi Besar
Heboh! BKPSDM Bongkar Dugaan ASN Sungai Penuh Datang Cuma Isi Absen Lalu Pulang
Krisis Guru di Daerah Terpencil, Guru PNS dan Kepala Sekolah di Merangin Terancam Dirotasi
Sri Kartini Alfin Dorong UMKM Sungai Penuh Go Global, Strategi Digital Ini Buka Peluang Cuan dan Lapangan Kerja
Pembangunan Koperasi Merah Putih Tanjab Timur Dikebut, 16 Unit Rampung dan Puluhan Desa Segera Beroperasi
ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Absen Kerja Berhari-hari Bisa Berujung Dipecat, BKPSDM Tegaskan Sanksi Disiplin
Update Terbaru Pelaksanaan Seleksi CPNS Sungai Penuh, Ini Penjelasan BKPSDM
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kampung Bahagia Kota Jambi Rampung 100 Persen, Maulana Pastikan Tahap II Segera Dimulai

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Jalan Selampaung–Masgo, Bupati Kerinci Pastikan Perbaikan Jalan Strategis Berjalan Sesuai Target

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:02 WIB

Solar Subsidi Jadi Sorotan, Temuan Barcode Berbeda di SPBU Jambi Picu Evaluasi Besar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:01 WIB

Heboh! BKPSDM Bongkar Dugaan ASN Sungai Penuh Datang Cuma Isi Absen Lalu Pulang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:31 WIB

Krisis Guru di Daerah Terpencil, Guru PNS dan Kepala Sekolah di Merangin Terancam Dirotasi

Berita Terbaru