JAKARTA,JS – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrullahfoto, meminta seluruh ASN—PNS maupun PPPK—yang kini berjumlah sekitar 5 juta orang memastikan implementasi Asta Cita memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam forum konsolidasi nasional pengelola manajemen ASN se-Indonesia, Prof. Zudan menekankan perlunya pergeseran reformasi birokrasi. Ia meminta instansi meninggalkan pendekatan administratif dan fokus pada reformasi substantif. Reformasi ini harus melindungi ASN, memudahkan urusan publik, dan menghadirkan layanan yang membahagiakan.
“Indonesia membutuhkan orkestrasi tata kelola kepegawaian yang kuat, adaptif, dan terintegrasi,” ujar Prof. Zudan dalam Rakornas Kepegawaian di Jakarta.
Ia menegaskan reformasi birokrasi harus terus bergerak maju sesuai perkembangan sektor lain. BKN memainkan peran penting dalam mengorkestrasi manajemen ASN. Tujuannya, Asta Cita terwujud melalui penguatan knowledge, attitude, dan competency ASN.
“Kita perlu mengubah cara pandang dari regulasi yang represif menjadi regulasi yang responsif, relevan, dan adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi,” tambahnya.
Prof. Zudan juga menyoroti kebijakan terbaru BKN yang berpihak pada ASN. BKN merilis sembilan kebijakan pro-karier, mulai dari kemudahan pencantuman gelar akademik dan profesi, hingga penyederhanaan proses kenaikan pangkat dan penguatan manajemen talenta.
BKN kini fokus melakukan profiling ASN PNS dan PPPK. Mereka mengumpulkan data kompetensi, latar pendidikan, rekam jejak, dan potensi ASN. Data ini membantu pemerintah menempatkan ASN di posisi yang tepat. Upaya ini juga mendukung penilaian dan pengembangan profesi ASN berbasis data.
Prof. Zudan mengajak seluruh birokrat mendukung transformasi reformasi birokrasi. Ia menekankan kerja sama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan DPR RI sebagai kunci sukses.
“Dengan kolaborasi yang kuat, reformasi birokrasi dari administratif ke substantif akan mempercepat pencapaian Asta Cita. ASN akan makin profesional, adaptif, dan relevan dalam melayani publik,” tutupnya.(AN)









